Menuju konten utama

Apa yang Dibahas Presiden AS Joe Biden dengan Raja Charles III?

Berikut informasi yang dibahas Presiden AS Joe Biden dengan Raja Charles III.

Apa yang Dibahas Presiden AS Joe Biden dengan Raja Charles III?
Presiden Amerika Serikat Joe Biden tiba di lokasi KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Akbar Nugroho Gumay/nym.

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bertemu dengan Raja Inggris atau Raja Charles III pada Senin, 10 Juli 2023, di Kastil Windsor, Inggris. Dalam pertemuan tersebut, Biden membahas krisis iklim dan memuji hubungan Inggris yang kokoh dengan AS.

Mengutip The Guardian, pertemuan Biden dengan Raja Charles III di Inggris tepat sebelum perhelatan KTT Nato di Vilnius, Lithuania, dalam waktu dekat ini.

Sebelum bertemu Raja Charles III, Joe Biden sudah terlebih dahulu menemui Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak di Downing Street. Keduanya membahas tentang serangan balasan Ukraina dalam perang melawan Rusia.

Hasil Pertemuan Joe Biden dan Raja Charles III

Kunjungan Joe Biden ke Kastil Windsor sebagai bentuk balasan dari ketidakhadirannya pada saat penobatan Raja Charles III bulan Mei lalu. Pertemuan singkat ini disebut sebagai cerminan apresiasi Joe Biden terhadap keseriusan Raja Inggris dalam menangani krisis iklim.

Ditemani utusan iklimnya, John Kerry dan Menteri Energi Inggris, Grant Shapps, Joe Biden juga berjumpa para eksekutif dan filantropis guna mendiskusikan pendanaan iklim untuk negara-negara termiskin di dunia.

Raja Charles selama ini concern dengan lingkungan hidup selama lebih dari 50 tahun. Di tahun 2020 lalu, Raja Charles III sempat menginisiasi pasar berkelanjutan di Davos yang mempertemukan para CEO global guna menggalang pendanaan iklim.

Di sisi lain, Raja Charles dan Joe Biden sebenarnya telah bergabung dalam kampanye hijau. Di pertemuannya kali ini, kedua petinggi ini membahas keberlanjutan penanganan krisis iklim.

Biden Bahas Ukraina Gabung Nato dan Bantuan Lawan Invasi Rusia

Pertemuan Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak dengan Joe Biden lebih didominasi oleh pembicaraan mengenai Ukraina dan aspirasinya untuk menjadi anggota Nato.

Menurut Biden, Sunak juga ingin mencari jalan bagi Ukraina agar bisa bergabung dengan Nato. Namun Sunak fokus membahas rencana “jaminan keamanan” dari aliansi informal negara-negara Nato kepada Ukraina sebelum jadi anggota Nato.

Jauh sebelum itu, Inggris lebih dulu mengusulkan jaminan panjang sebagai tanda kepada Rusia bahwa tekad Barat untuk mendukung Ukraina tidak akan goyah.

Kendati demikian, Biden dan Sunak sepakat beda pendapat terkait keputusan AS yang akan menyetujui permintaan Ukraina untuk menyediakan amunisi klaster dengan syarat tertentu.

Sementara diwartakan Reuters, lawatan Biden ke Inggris itu mengawali lawatan tiga negara yang akan mencakup KTT Nato di Lithuania, di mana para sekutu akan menunjukkan solidaritas kepada Ukraina untuk melawan Rusia.

Di pertemuan tersebut, Biden juga mendesak kehati-hatian Inggris terkait kampanye Ukraina bergabung NATO, terlebih pakta pertahanan bersama mewajibkan semua anggota untuk datang membantu anggota mana pun yang diserang.

Di tengah pertemuan itu, kedua pemimpin ini membahas keputusan AS untuk mengirim amunisi klaster kepada Ukraina yang dilarang lebih dari 100 negara, termasuk Inggris karena dinilai sebagai ancaman terhadap penduduk sipil.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Alexander Haryanto