Apa Saja Dampak Perselingkuhan dalam Rumah Tangga Menurut Psikolog?

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari, tirto.id - 22 Sep 2022 08:42 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Psikolog mengatakan, mereka yang mengalami perselingkuhan ternyata memenuhi kriteria untuk gangguan stres pascatrauma (PTSD).
tirto.id - Isu perselingkuhan akhir-akhir ini ramai menjadi perbincangan netizen di media sosial. Pembahasan soal perselingkuhan berawal dari dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh Reza Arap.

Isu perselinghukan tersebut semakin ramai menjadi perbincangan warganet lantaran Ciwen, sapaan Wendy Walters memberikan komentar terhadap cuitan salah satu warganet. Dalam cuitan tersebut netizen memberikan komentar soal kabar Reza Arap selingkuh dan mengatakan bahwa setiap perselingkuhan pasti ada penyebabnya.

“Menurut gw sih kalo bener arap selingkuh itu psti ada sebabnya. kita gatau hal apa yang dialamin arap sampe selingkuh. cowo kalo semisal sakit hati terus2an. lama2 cape gasih. tapi gw juga ga membenarkan perselingkuhan,” tulis netizen itu.

Cuitan dari netizen tersebutpun lantas mendapat tanggapan dari Ciwen yang mengatakan bahwa ia sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik.

“Apa iya ada alasan yang cukup menjustifikasi perselingkuhan di saat perempuan udah berusaha jadi istri yang baik, diem di rumah dan ga macem-macem,” tulis Wendy Walters atau Ciwen melalui akun Twitternya, Selasa (20/9/2022).

Ciwen juga mengatakan bahwa yang menjadi kunci hubungan adalah komunikasi yang intens antara suami dan istri, bukan selingkuh.

“Apa iya cape hati bisa sembuh dengan f**k around? Bukannya kunci hubungan itu komunikasi? bukan f**k around,” pungkasnya.

Isu perselingkuhan yang dilakukan Reza Arap semakin ramai, usai Ciwen mengganti caption dalam unggahan foto pernikahannya dengan Arap di Instagram.

"F**k around thank you for the trauma," tulis Ciwen.

Dalam caption tersebut, Ciwen menulis bahwa ia mengalami trauma yang diduga karena menjadi korban perselingkuhan.

Apa dampak perselingkuhan pada korban?



Psikolog dari Universitas Indonesia A. Kasandra Putranto mengingatkan bahwa perselingkuhan dapat menyebabkan trauma bagi korban.

"Perselingkuhan dapat menyebabkan trauma. Mereka yang mengalami perselingkuhan ternyata memenuhi kriteria untuk gangguan stres pascatrauma (PTSD)," kata Kasandra seperti dilansir dari Antara.

Ia menambahkan, berbagai masalah juga akan muncul sebagai respons emosional akibat perselingkuhan, antara lain banyak pikiran, gangguan makan dan tidur, suasana hati yang tidak menentu, masalah kesehatan, hingga depresi.

Menurutnya, hal tersebut menyebabkan beberapa terapis dan psikolog mulai menggunakan istilah Gangguan Stres Pasca Perselingkuhan untuk menggambarkan kondisi mental mereka.

"Dampak yang dirasakan (oleh korban perselingkuhan) juga di antaranya menyalahkan diri sendiri dan merasa jika harga dirinya rendah," imbuh dia.

Selain itu, Kasandra mengatakan perselingkuhan juga akan membawa dampak negatif terhadap anak. Menurutnya, anak yang orangtuanya selingkuh bisa sangat tertekan, stres, atau depresi.

"Perasan tertekan seperti ini bisa membuat si anak menjadi lebih pendiam, jarang bergaul, dan prestasi sekolahnya akan merosot," ujar Kasandra.

Sebaliknya, menurutnya, anak juga bisa menjadi pemberontak. Jiwa labil seorang anak yang sedang depresi bisa menggiringnya ke dalam pergaulan yang salah dan membenci orang tua mereka.

Sehingga Kasandra mengingatkan pentingnya menjaga komitmen dalam hubungan agar tidak terjadi perselingkuhan.

Ada pun cara yang dapat dilakukan untuk menghindari perselingkuhan dalam hubungan, menurut Kasandra, di antaranya mewujudkan komunikasi secara transparan dan harmonis atas saling pengertian satu sama lain.

Kemudian, meningkatkan kekuatan dan ketahanan diri yang dilandasi konsep diri dan rasa percaya diri yang mantap.

"Kondisi ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan secara tepat dan bertanggung jawab serta terhindar dari kemungkinan pengaruh negatif pihak lain," imbuh dia.

Tak hanya itu, mengembangkan kontak sosial secara baik dan sehat baik di dalam maupun di luar keluarga juga penting dilakukan.

Sementara itu, jika menjadi korban, Kasandra juga membagikan tips yang dapat dilakukan untuk membantu pemulihan pasca perselingkuhan, di antaranya mengatur tahapan penyembuhan, memperoleh kisah-kisah positif, menyadari dampak perselingkuhan, dan memilih jalan yang positif.

"(Pemulihan) juga dapat dilakukan dengan menyusun rencana yang sehat dan produktif, hingga menjalankan proses terapi berkelanjutan," pungkasnya.


Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Gaya Hidup)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight