Apa Itu Transpuan yang Jadi Korban Prank Ferdian Paleka

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 4 Mei 2020
Dibaca Normal 2 menit
Transpuan adalah seseorang yang terlahir dengan alat reproduksi jantan (penis) dan dilabeli oleh orang lain sebagai laki-laki, tetapi ia mengidentifikasi diri sebagai perempuan.
tirto.id - YouTuber Ferdian Paleka, menjadi perbincangan dan menuai banyak kecaman karena aksi prank atau candaan yang ia lakukan terhadap transpuan.

Prank tersebut dilakukan Ferdian dengan memberikan bingkisan yang ternyata berisi sampah kepada beberapa orang transpuan yang ada di Bandung, Jawa Barat. Lantas apa artinya transpuan yang menjadi korban prank Ferdian?

Pengertian transpuan


YouTuber Ferdian Paleka, menjadi perbincangan dan menuai banyak kecaman karena aksi prank atau candaan yang ia lakukan terhadap transpuan atau yang dalam istilah Indonesia lebih familiar disebut waria (wanita pria).

Melansir laman Qbukatabu transpuan berarti seseorang yang terlahir dengan alat reproduksi jantan (penis) dan dilabeli oleh orang lain sebagai pria, tetapi ia mengidentifikasi diri sebagai perempuan.

"Transpuan adalah transgender perempuan kalau di Indonesia familiarnya waria" ujar Rainbow, aktivis keberagaman identitas seksual saat dihubungi redaksi Tirto.

Transpuan berbeda dengan transeksual sebab, seseorang disebut transeksual jika ia sudah melakukan tindakan penyesuaian tubuh.

"Kalau transeksual itu kalau sudah ada tindakan penyesuaian tubuh, misal terapi hormon, masektomi, vasektomi, oprasi plastik untuk payudara. Jadi transgender (baik transpria maupun transpuan) itu belum tentu transeksual," ujar Rainbow.

Selain transpuan, ada juga istilah transpria yaitu seseorang yang terlahir dengan alat reproduksi betina (vagina) dan dilabeli orang lain sebagai perempuan tetapi ia mengidentifikasi diri sebagai pria.

Bagaimana seharusnya publik bersikap terhadap prank Ferdian Paleka?


Menurut Rainbow aksi yang dilakukan Ferdian tak pantas dan tidak manusiawi, seharusnya dalam kondisi pandemi seperti saat ini kita menjadi lebih berempati satu sama lain.

"Saya ikut bersedih ada orang yang memperlakukan sesama manusia seperti itu. Apalagi disaat situasi pandemi yang banyak orang terdampak karena tidak bisa mencari rezeki seperti biasanya," ujar Rainbow.

"Apalagi transpuan yang sehari-harinya masih harus bergelut dengan peminggiran, diskriminasi. Saat ini jadi double susahnya. Karena bnyak transpuan bekerja di sektor non formal," lanjutnya.

Rainbow berharap masyarakat juga menjadi lebih peka terhadap aksi-aksi prank yang dilakukan oleh siapa saja jika hal itu merugikan orang lain.

"Harapannya juga publik tidak menganggap hal-hal ini sebagai hal yg biasa ya. Jangan sampe publik kita memandang sesuatu seperti bullying, olok-olok, menertawakan orang itu lelucon yg lumrah. Karena kalau hal-hal tersebut mengkikis kemanusiaan kita dan berpotensi pada tindak kejahatan yang menyasar kelompok tertentu," kata Rainbow.

Prak Ferdian berujung pada laporan laporan ke polisi


Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung telah menerima laporan dari empat orang transpuan korban seorang youtuber bernama Ferdian Paleka yang melakukan lelucon alias candaan atau prank dengan memberikan bantuan sosial dalam kardus yang ternyata berisikan sampah.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri mengatakan, mereka kini tengah mencari keberadaan youtuber Ferdian Paleka yang melakukan candaan bantuan berisi sampah.

"Tim gabungan (Satreskrim) dengan Polsek yang menanganinya," kata AKBP Galih di Bandung, seperti diwartakan laman Antara.

Para transpuan itu mendatangi kantor Satreskrim Polrestabes Bandung pada Senin dini hari. Mereka mengaku tidak terima atas perbuatan youtuber Ferdian Paleka yang menjadikan lelucon prank bantuan berisikan sampah.

Menurut salah seorang pelapor, S (39), aksi candaan youtuber Ferdian Paleka itu dilakukan pada Kamis (30/4/2020). Saat itu, dia bersama dengan rekan-rekan transpuan lain tengah mangkal di Jalan Ibrahim Adjie, Bandung.

Kemudian, Ferdian Paleka bersama teman-temannya datang sambil menawarkan bantuan kepada para transpuan itu. Lalu, kata S, dia bersama rekan-rekannya menerima bantuan berbentuk kardus itu.

"Terus saya datangi dan dia kasih bingkisan, kemudian saya bawa, ini teman saya dikasih satu. Ia pergi dan aku buka tiba-tiba itu toge busuk," kata dia.

Atas hal itu, ia mengaku sakit hati, apalagi hal itu juga tersebar melalui video yang ada di YouTube. Ia menduga youtuber Ferdian Paleka tidak hanya sekali melakukan hal itu.

"Mungkin dia khan bukan satu atau dua kali kayak gitu. Yang sampai diunggah ke media sosial itu," katanya.

Banyak warganet yang menyayangkan aksi tidak terpuji dari youtuber Ferdian Paleka itu di kolom komentar video itu. Polisi saat ini sedang menjemput Ferdian Paleka ke Polrestabes Bandung.


Baca juga artikel terkait FERDIAN PALEKA atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight