Apa Itu Program Bayi Tabung Seperti yang Dilakukan Zaskia Sungkar?

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari - 4 Sep 2020 13:22 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Program bayi tabung adalah salah satu jenis teknologi reproduksi bantuan yang mengawinkan sperma dalam jumlah tertentu dengan sel telur di luar rahim.
tirto.id - Artis Zaskia Sungkar bersama pasangannya Irwansyah membagikan cerita proses mereka untuk memiliki buah hati.

Melalui video Youtube yang juga diunggah ke akun Instagramnya, Zaskia Sungkar membagikan proses panjang yang harus ia lalui untuk mengikuti program bayi tabung demi mendapat momongan.

"Part 1 syahki’s Journey udah tayang di YouTube the Sungkars family, semoga perjalanan kita bisa kasih semangat semua temen-teman yang lagi ikhtiyar juga, semangat, maaf ya mau dijadiin 1 part kepanjangan karena panjang banget perjalanan usaha kita yang subhanallah cukup banyak rintangannya," tulis Zaskia di Instagramnya sembari membagikan sebuah video.

Salah satu cara yang dilakukan Zaskia dan Irwansyah untuk mendapat momongan adalah mengikuti program In Vitro Fertilisation (IVF) atau bayi tabung.

Dalam video lainnya, Zaskia menjelaskan bahwa program bayi tabung yang ia dan Irwansyah dijalani berhasil mendapatkan empat embrio, tetapi akhirnya hanya satu yang bagus dan ditransfer ke rahimnya.

Apa itu program bayi tabung atau IVF?


Lantas apa sebenarnya program bayi tabung yang bisa menjadi salah satu cara guna mendapat momongan?

Dilansir dari Healthline IVF adalah salah satu jenis teknologi reproduksi bantuan. Ini melibatkan pengambilan sel telur dari ovarium perempuan dan membuahinya dengan sperma.

Teknik Reproduksi Berbantu dengan cara mengawinkan sperma dalam jumlah tertentu dengan sel telur, diletakkan dalam sebuah cawan berisi medium tertentu, yang keseluruhan prosesnya dilakukan di luar tubuh manusia.

Perkawinan dan pengkondisian antara sel sperma dengan sel telur dilakukan menggunakan media kultur dan dilaksanakan di Laboratorium Embryology, seperti dilansir dari Morula IVF.

Telur yang telah dibuahi ini dikenal sebagai embrio. Embrio kemudian dapat dibekukan untuk disimpan atau dipindahkan ke rahim perempuan.

Tingkat keberhasilan IVF sendiri bervariasi. Menurut American Pregnancy Association, angka kelahiran hidup untuk perempuan di bawah usia 35 tahun yang menjalani IVF adalah 41 hingga 43 persen. Angka ini turun menjadi 13 hingga 18 persen untuk wanita di atas usia 40 tahun.

Mengapa Pembuahan IVF atau Bayi Tabung Dilakukan?


IVF membantu orang dengan infertilitas yang ingin punya bayi. Biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti program IVF ini relatif mahal mulai dari Rp20 juta hingga Rp80 juta tergantung rumah sakit yang dipilih.

Sehingga tak sedikit pasangan sering kali mencoba perawatan kesuburan lain terlebih dahulu.

Seperti mengonsumsi obat kesuburan atau menjalani inseminasi intrauterin. Selama prosedur tersebut, dokter mentransfer sperma langsung ke dalam rahim perempuan.

Beberapa masalah infertilitas yang mungkin memerlukan IVF meliputi:

- berkurangnya kesuburan pada perempuan di atas usia 40 tahun

- tuba falopi tersumbat atau rusak

- fungsi ovarium berkurang

- endometriosis

- fibroid rahim

- infertilitas pria, seperti jumlah sperma rendah atau kelainan bentuk sperma

- infertilitas yang tidak dapat dijelaskan

Orang tua juga dapat memilih IVF jika mereka berisiko menularkan kelainan genetik kepada keturunannya.

Laboratorium medis dapat menguji kelainan genetik pada embrio. Kemudian, dokter hanya menanamkan embrio tanpa cacat genetik.

Prof Arief Boediono, seorang embryologist (ahli embrio) dari Klinik Morula IVF menjelaskan alur proses bayi tabung. Pertama dimulai dari pemeriksaan, dilanjut pengambilan sperma dan ovum.

Pada tahap pemeriksaan sperma, pasien cukup melakukan masturbasi dan memberikan sampel sperma kepada tenaga ahli.

Ia lalu memperlihatkan sebuah ruangan yang lebih cocok disebut kamar dibanding ruangan medis.

Di tempat itulah pasien-pasiennya melakukan masturbasi tanpa harus merasa canggung.

Ruangannya kedap suara, sampel sperma juga tak perlu ditenteng-tenteng dan diserahkan pada tenaga ahli, namun cukup diletakkan pada wadah khusus yang tersedia di sana.

“Nanti kami (ahli embrio) yang ambil,” ujar Arief.

Agar tidak tertukar satu sama lain, sperma diberi penanda berupa barcode. Setelahnya ahli embrio akan memilih sperma terbaik dan memulai proses kultur inkubasi.

Dari sekian banyak sperma, dibutuhkan hanya satu sperma untuk pembuahan. Perkembangan embrio akan dilihat dari mikroskop yang diletakkan dalam inkubator dan dicek setiap 5-15 menit. Pada hari ke 5-6 embrio ditransfer ke rahim.
“Tak perlu khawatir kualitas sperma buruk, bahkan jika sperma kosong, alternatifnya dapat diambil dari testis langsung dengan biopsi,” papar Arief.

Keberhasilan bayi tabung didukung oleh gaya hidup dan juga oleh usia. Semakin tua usia pasangan memulai program, maka semakin rendah pula tingkat keberhasilannya karena produksi telur sehat semakin berkurang.

Individu dengan usia di bawah 35 tahun memiliki peluang 40-50 persen kehamilan. Peluang akan mengecil menjadi hanya 20-30 persen pada umur lebih dari 35 tahun.

Sekretaris Jendral Perkumpulan Fertilisasi In Vitro Indonesia (Perfitri), dr. Ivan Sini, mengatakan, saat ini kesadaran masyarakat terhadap gangguan kesuburan telah meningkat.

Kondisi ini diperlihatkan dengan pergeseran tren bayi tabung ke pasangan dengan umur lebih muda.

Masyarakat Australia mulai menjajal bayi tabung saat usia pernikahannya mencapai 1-2 tahun.

“Di Indonesia, dari rata-rata pasangan berumur 38-39 tahun dengan masa nikah 8-9 tahun turun menjadi pasangan berumur 35 tahun,” ujar dokter spesialis kandungan ini.

Hingga kini, total anak-anak yang lahir dari program bayi tabung di dunia telah mencapai 6,5 juta jiwa.

Anak yang pertama lahir dari program tersebut, Loise Joy Brown, kini sudah berusia 40 tahun.


Baca juga artikel terkait BAYI TABUNG atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH

DarkLight