Menuju konten utama

Apa Itu Mindful Parenting & Contoh Penerapan dalam Kehidupan

Mengenal apa itu pola pengasuhan mindful parenting dan beberapa contoh penerapan mindful parenting dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Mindful Parenting & Contoh Penerapan dalam Kehidupan
Ilustrasi Ibu dan putri Asia berbaring di lantai. FOTO/iStockhoto

tirto.id - Dalam bahasan jenis-jenis pola pengasuhan anak, terdapat juga gaya 'Mindful Parenting' yang kini mulai banyak diterapkan dikarenakan manfaatnya dalam mengurangi tingkat kecemasan orangtua dan mengurangi suasana hati yang negatif.

Menjadi seorang ibu atau ayah dengan berbagai rutinitas padat dengan si kecil setiap harinya memang butuh banyak energi.

Terkadang, jika sudah dalam keadaan sangat lelah bisa saja seorang ibu menjadi frustrasi.

Keadaan tersebut akan mengakibatkan orang di sekitar terutama si kecil menjadi terluka.Salah satu cara menekan potensi ini adalah dengan pengelolaan emosi dengan mindful parenting. Bagaimana contoh penerapannya?

Pengertian Mindful Parenting

Mindfulness adalah sebuah praktik untuk menyadari keadaan yang sedang dimiliki, mencakup di mana Anda berada, apa yang sedang dipikirkan, dan bagaimana perasaan yang sedang dirasakan.

Dilansir dari laman Healthline, mindfulness juga tentang melihat dunia yang sedang Anda miliki dengan lebih sedikit penilaian dan lebih banyak penerimaan. Gagasan mengenai mindful parenting secara khusus telah ada sejak tahun 1997.

Inti dari mindful parenting terletak pada prinsip perhatian penuh atas situasi yang sedang berlangsung di tengah keluarga. Sekali pun situasi tersebut merupakan situasi yang rumit.

Menurut laman Psychcentral, mindful parenting adalah praktik menerapkan perhatian pada pengasuhan Anda sehari-hari. Mempraktikkan mindful parenting artinya Anda membuat pilihan sadar, berulang kali, untuk memperhatikan apa pun yang terjadi pada saat ini dengan diri dan anak-anak Anda.

Mindful parenting memungkinkan Anda untuk lebih reflektif dan mengatur emosi di depan anak-anak. Tujuan dari mindful parenting, yakni untuk menanggapi perilaku atau tindakan si kecil dengan penuh perhatian. Praktik ini akan membantu memperkuat ikatan antara orang tua dan anak.

Terutama karena mindful parenting fokus pada keadaan yang terjadi saat ini. Mindful parenting tidak membiarkan emosi atau trauma masa lalu ikut campur dalam memberikan respons terhadap suatu keadaan.

Komponen Utama Mindful Parenting

Ada beberapa komponen utama yang diperlukan dari mindful parenting. Mengutip dari laman Psychcentral, berikut merupakan komponen utama dalam mindful parenting:

1. Kesadaran Diri

Kesadaran diri merupakan salah satu poin penting dari ‘mindfulness’. Praktik ini mengacu pada kemampuan untuk merefleksikan dan mengidentifikasi perasaan yang Anda miliki sebagai respons terhadap perilaku si kecil.

2. Regulasi Diri

Regulasi diri adalah kemampuan untuk duduk dengan perasaan Anda daripada bereaksi secara impulsif. Itu artinya, diri Anda perlu terlebih dahulu memahami perasaan daripada melakukan tindakan gegabah.

3. Empati

Kemampuan empati merupakan upaya untuk menghargai dan memahami perasaan anak Anda, apa pun itu, terlepas dari apakah Anda setuju dengannya. Poin pentingnya ciptakan terlebih dahulu upaya untuk menghargai perasaan si kecil.

4. Mendengarkan Secara Aktif

Sebagai orang tua, cobalah untuk selalu mendengarkan apa yang sedang diceritakan oleh si kecil, baik secara verbal maupun non-verbal. Praktik ini akan membuat anak Anda merasa dihargai sehingga mereka tidak akan berkecil hati dan menemukan kenyamanan untuk berbagi cerita dengan orang tua.

Manfaat Mindful Parenting

Terdapat beragam manfaat dari penerapan mindful parenting. Mengutip dari laman Healthline, sebuah studi pada tahun 2008 mengungkapkan bahwa mindfulness bermanfaat untuk ibu hamil pada trimester ketiga. Praktik mindfulness oleh wanita hamil dapat mengurangi tingkat kecemasan dan mengurangi suasana hati yang negatif.

Studi lain menunjukkan bahwa praktik mindful parenting mampu memperkuat hubungan antara orang tua dan anak. Para peneliti menemukan keterkaitan mindfulness dengan pengambilan keputusan. Bagi anak-anak, mindful parenting membantu dalam pengambilan keputusan sosial.

Anak yang diasuh dengan mindful parenting dapat lebih memahami dan menerima emosi. Selain itu, mindful parenting dapat mengurangi potensi kekerasan fisik. Melansir dari laman Healthline, sebuah studi pada tahun 2007 menunjukkan berkurangnya kasus pelecehan anak di antara orang tua yang menerapkan mindful parenting pada pola asuh anaknya.

Dengan demikian, mindful parenting sangatlah bermanfaat baik untuk orang tua maupun untuk pertumbuhan anak-anak. Selain manfaat yang disebutkan di atas, manfaat lain mindful parenting meliputi:

1. Mampu meningkatkan komunikasi orang tua dan anak;

2. Mengurangi gejala hiperaktif;

3. Meningkatkan kepuasan orang tua;

4. Menurunkan perasaan depresi;

5. Mengurangi stres dan kecemasan.

Contoh Penerapan Mindful Parenting

Dilansir dari laman Healthline, berikut merupakan beberapa contoh penerapan mindful parenting:

1. Bayi Tidak Mau Tidur

Jika bayi tidak mau tidur, luangkan waktu sejenak untuk Anda bernafas dan fokus memahami emosi yang sedang dirasakan. Akui jika memang Anda sedang merasakan perasaan marah atau frustrasi. Anda perlu sejenak berhenti untuk memahami dan menerima bahwa ketika si kecil sulit tidur bukan berarti sepanjang malam ia akan sulit tidur.

2. Balita Berulah di Toko

Terkadang akan ada permasalahan ketika pergi ke toko bersama balita. Jika si kecil berulah, maka Anda harus melihat keadaan di sekitar kemudian cari akar permasalahannya.

Terimalah kenyataan bahwa kemungkinan besar anak-anak berulah di tempat umum. Terima pula ketika ada orang asing yang menatap Anda, jangan merasa tersinggung.

3. Anak Menolak Makan

Keadaan seperti ini bisa sangat menjengkelkan, tetapi Anda harus dapat mengendalikannya. Tarik nafas dalam-dalam, cobalah untuk tenang, dan pertimbangkan apa yang mungkin dirasakan anak Anda.

Bisa jadi si kecil merasa khawatir dengan rasa atau tekstur baru. Setelah Anda merasa fokus dan tenang, komunikasikan dengan si kecil tentang apa yang mereka rasakan dan mengapa mereka perlu makan.

Baca juga artikel terkait EDUKASI DAN AGAMA atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Gaya hidup
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Yulaika Ramadhani