tirto.id - Nestle menarik produk susu formula untuk merek dan batch tertentu di sejumlah negara karena ditemukan mengandung zat beracun cereulide.
Sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah meminta PT Nestle Indonesia untuk menarik produk susu S-26 Promil Gold pHPro 1 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1.
Meski hasil pengujian tidak menunjukkan adanya cemaran cereulide, BPOM menegaskan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, mengingat pengguna produk tersebut adalah bayi.
Nestle Indonesia telah menegaskan bahwa fasilitas produksi di Indonesia tidak terdampak. Perusahaan memastikan seluruh produk yang diproduksi di dalam negeri tetap aman untuk dikonsumsi.
Selain di Indonesia, Nestle telah menarik produk susu formula (sufor) dengan nomor bets tersebut sebelumnya di beberapa negara, termasuk Singapura dan Inggris.
Apa Itu cereulide di Sufor Nestle yang Sebabkan Produk Ditarik?
Menurut laman resmi Badan Pangan Singapura (SFA), cereulide adalah racun yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus, yang bisa ditemukan di lingkungan seperti tanah dan debu, serta dapat mencemari makanan termasuk produk susu.
Racun ini berbahaya karena tahan panas, sehingga tidak bisa dihilangkan dengan merebus air, memanaskan, atau menyimpan di lemari es.
Pada bayi, cereulide dapat menyebabkan muntah, diare, sakit perut, rewel, lemas, dan tanda-tanda dehidrasi, biasanya muncul dengan cepat dalam waktu 30 menit hingga 6 jam setelah minum susu yang terkontaminasi.
Keracunan ini tidak menular antar orang, namun dalam kasus yang parah bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Penanganan berfokus pada perawatan gejala seperti mencegah dehidrasi, bukan dengan antibiotik. Sebagian besar bayi dapat pulih sepenuhnya, terutama jika ditangani dengan cepat.
Badan Standar Pangan (FSA) yang bertanggung jawab memastikan keamanan dan kebersihan makanan di Inggris, Wales, dan Irlandia Utara menjelaskan bahwa sejumlah produk susu formula bayi milik Nestle yang ditarik tersebut kemungkinan mengandung racun cereulide, yaitu zat berbahaya yang dapat menyebabkan mual, muntah, dan sakit perut jika dikonsumsi.
Nestle menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen dan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi bayi yang jatuh sakit akibat produk tersebut. Masalah ini diketahui berasal dari salah satu bahan baku yang disuplai oleh pemasok utama.
Pihak FSA mengimbau orang tua dan pengasuh untuk tidak memberikan susu formula yang termasuk dalam daftar penarikan kepada bayi atau anak kecil.
Selain memastikan langkah darurat untuk menarik seluruh produk yang terdampak dari pasaran sebagai tindakan pencegahan, FSA juga mengimbau orang tua yang telah memberikan susu tersebut kepada bayinya dan merasa khawatir dengan kondisi kesehatan anak untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Respons Nestle Indonesia Terkait Imbauan Penarikan Produk oleh BPOM
Nestle Indonesia memberikan klarifikasi terkait kabar penarikan sejumlah produk susu formula bayi Nestle di beberapa negara akibat kekhawatiran adanya cemaran toksin cereulide.
Penarikan tersebut dilakukan secara global karena ada dugaan bahwa salah satu bahan baku, yaitu minyak arachidonic acid (ARA oil) tertentu yang digunakan dalam produksi formula bayi, berpotensi terkontaminasi.
Menanggapi hal ini, Nestle Indonesia menegaskan bahwa pabrik dan proses produksi di Indonesia tidak terdampak, sehingga seluruh produk yang diproduksi di dalam negeri tetap aman untuk dikonsumsi.
“Selain itu, produk impor yang dijual oleh Nestle Indonesia tetap memenuhi seluruh persyaratan keamanan pangan dan mutu, baik sesuai standar nasional maupun internasional. Hal ini juga telah terkonfirmasi melalui pengujian yang komprehensif,” tulis pernyataan resmi Nestle yang dikutip dari akun Instagram resmi perusahaan, Rabu (14/1/2026).
Nestle Indonesia juga memastikan bahwa produk impor yang dijual di Indonesia telah memenuhi seluruh standar keamanan pangan dan mutu, baik nasional maupun internasional, dan telah melalui pengujian yang menyeluruh.
Perusahaan menjelaskan, hanya dua batch produk impor dari Swiss yang dinilai berpotensi terdampak, yaitu Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0-6 bulan dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1. Hasil pengujian terhadap kedua batch tersebut menunjukkan bahwa toksin cereulide tidak terdeteksi.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan mengikuti arahan BPOM, Nestle Indonesia menghentikan distribusi serta melakukan penghentian sementara impor produk terkait. Selain itu, perusahaan juga melakukan penarikan produk secara sukarela terhadap dua batch tersebut di bawah pengawasan BPOM.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































