Menuju konten utama

Anggaran BGN Dipangkas Rp38 T Imbas Efisiensi, Jadi Rp229 T

Meski terjadi pengurangan pagu, Kemenkeu disebut tetap memberi dukungan penuh terhadap keberlanjutan program perbaikan gizi nasional yang dijalankan BGN.

Anggaran BGN Dipangkas Rp38 T Imbas Efisiensi, Jadi Rp229 T
Menteri Keuangan Suahasil Nazara (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman (kiri), dan Juda Agung (kanan) menyampaikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober 2026 di Jakarta, Jumat (9/10/2026). Menteri Keuangan menyatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bergerak sejalan dengan desain awal (on track), yakni sebesar Rp319 triliun atau 1,24 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 30 September 2026. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pagu anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) mengalami penyusutan imbas efisiensi hingga Rp38 triliun pada 2026.

Dengan pemotongan tersebut, alokasi anggaran efektif BGN kini berada di angka Rp229 triliun dari nilai awal pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang mencapai Rp268 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Sudarto, membenarkan adanya perubahan pagu efektif pada badan tersebut sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran.

“Kemudian terkait dengan efisiensi BGN, mungkin bisa kami sampaikan bahwa pada awal tahun DIPA pagu anggaran dari BGN itu sudah Rp268 triliun. Saat ini pagu efektifnya menjadi Rp229 triliun. Artinya sudah sekitar Rp38 triliun sudah terjadi efisiensi,” kata Sudarto dalam konferensi pers APBNKita di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Meski terjadi pengurangan pagu hingga belasan persen, Kemenkeu disebut tetap memberi dukungan penuh terhadap keberlanjutan program perbaikan gizi nasional yang dijalankan BGN.

Sudarto menekankan bahwa efisiensi anggaran ini tidak ditujukan untuk mengurangi kinerja, melainkan untuk mendorong efektivitas pemanfaatan dana agar target dan dampa program tetap tercapai secara optimal.

“Namun seperti disampaikan oleh Bapak Menteri tadi bahwa kita sangat-sangat mendukung langkah-langkah perbaikan yang dilakukan terus dari BGN dan tentunya fokusnya tentunya tidak sekedar efisiensi tapi lebih ke arah bagaimana program perbaikan yang sangat baik tersebut bisa mencapai target dan outcome yang diharapkan,” ujar Sudarto.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Kemenkeu), Suahasil Nazara, mengungkapkan realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga September 2026 telah mencapai Rp153,2 triliun.

Realisasi anggaran program prioritas Presiden Prabowo ini menyasar 57 juta penerima manfaat dari 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Realisasi ini lebuh tinggi dibandingkan dengan Agustus yang sebesar Rp134,19 triliun.

“Khusus program makan bergizi gratis, 57 juta penerima akhir September, Rp153,2 triliun (realisasi) kami mengapresiasi berbagai macam perbaikan yang telah dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Suahasil dalam Konferensi Pers APBNKita, di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher