tirto.id - PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) membuka Ajang Apresiasi Karya Jurnalistik Cerita Sasambo 2026 bagi jurnalis nasional. Setelah sebelumnya berfokus pada jurnalis di Nusa Tenggara Barat (NTB), tahun ini kompetisi diperluas dengan menyasar jurnalis aktif dan akun resmi media berbasis Jabodetabek yang memiliki cakupan nasional.
Vice President Corporate Communications AMMAN, Kartika Octaviana, mengatakan Cerita Sasambo 2026 digelar sebagai upaya mendukung ekosistem jurnalisme sekaligus mendorong lahirnya karya-karya berkualitas yang mengangkat isu pertambangan.
“Kami ini ingin mendukung pertumbuhan ekosistem wartawan, media pers yang independen, kemudian juga berkualitas,” kata Kartika dalam sosialisasi daring Cerita Sasambo 2026, Senin (6/7/2026).
Kartika mengatakan kompetisi tahun ini juga menjadi wadah bagi jurnalis untuk menghasilkan karya yang komprehensif mengenai industri pertambangan, mulai dari inovasi teknologi hingga keberlanjutan dan dampak sosial di wilayah operasional.
“Menjadi ajang untuk menunjukkan keahlian teman-teman dalam menulis, merangkai narasi yang komprehensif dan juga menarik tentang kemajuan dan juga dampak positif dari industri pertambangan,” ujarnya.
Dalam kompetisi tahun ini, AMMAN menetapkan dua tema utama. Tema pertama berfokus pada inovasi dan teknologi pertambangan, seperti proyek ekspansi, otomatisasi, digitalisasi, serta riset dan pengembangan. Sementara tema kedua mengangkat keberlanjutan dan dampak sosial-ekonomi di wilayah operasional, termasuk pendidikan, kesehatan, reklamasi, pemberdayaan masyarakat, dan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Kartika mengatakan dewan juri tidak hanya menilai banyaknya data yang disajikan dalam sebuah karya jurnalistik. Menurut dia, karya yang diharapkan adalah liputan yang disusun melalui riset mendalam dan mampu membantu masyarakat memahami isu pertambangan.
“Tentunya ketika artikel itu well researched, datanya tidak hanya apa yang terlihat tapi ternyata lebih mendalam itu ditampilkan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, data yang disajikan dalam karya jurnalistik sebaiknya tidak berhenti pada aspek teknis, tetapi juga mampu menjelaskan konteks kepada pembaca.
“Harapannya sebenarnya bukan sekadar data. Tapi bagaimana data itu bisa membantu pemahaman mereka-mereka yang tidak sebenarnya terlalu paham teknis,” katanya.
Kompetisi Cerita Sasambo 2026 berlangsung pada 6 Juli hingga 4 September 2026. Karya yang dilombakan meliputi artikel, laporan mendalam (in-depth), opini atau analisis, serta konten media sosial berupa foto, video, dan infografis.
Penulis: Nanda Surya
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id































