Menuju konten utama

Amalan Sunnah sebelum Shalat Idul Adha: Tidak Makan hingga Mandi

Berikut ini sejumlah amalan sunnah sebelum shalat Idul Adha yang bisa dilaksanakan pada hari raya Iduladha.

Amalan Sunnah sebelum Shalat Idul Adha: Tidak Makan hingga Mandi
Foto udara umat Islam melaksanakan Shalat Idul Adha 1444 H di Lapangan Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Rabu (28/6/2023). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

tirto.id - Amalan sunnah sebelum shalat Idul Adha dilaksanakan pada 10 Dzulhijjah cukup banyak. Contoh amalan sunnah di hari raya Idul Adha itu adalah tidak makan sebelum shalat Ied, mandi di pagi hari, dan mengumandangkan takbir.

Sejumlah amalan sunnah Idul Adha itu dapat dilakukan oleh umat Islam untuk mencapai keutamaan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah SWT.

Amalan-amalan itu dapat melengkapi pelaksanaan ibadah sunah lainnya pada Idul Adha, seperti melaksanakan shalat Ied dan berkurban.

Idul Adha yang jatuh pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah merupakan hari paling istimewa di bulan terakhir dalam kalender hijriyah. Selain melaksanakan sholat Idul Adha, umat Islam juga sangat dianjurkan melaksanakan kurban yang hukumnya sunnah muakkadah.

Penyembelihan hewan kurban dan pembagian dagingnya bisa dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah sholat Idul Adha, dan hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).

Rangkaian amalan sunnah di atas melengkapi keistimewaan bulan Dzulhijjah. Di bulan ini, ibadah haji juga dilakukan oleh umat Islam.

Selain itu, sebelum Idul Adha datang, umat Islam pun dianjurkan melaksanakan sejumlah amalan sunnah lain, seperti puasa arafah, puasa tarwiyah, dan puasa zulhijah.

Puasa arafah dilaksanakan pada tanggal 9 dzulhijjah, sementara puasa tarwiyah pada hari sebelumnya. Puasa pada 1-7 Zulhijjah juga termasuk amalan sunah yang dianjurkan oleh sejumlah ulama.

Amalan Sunah sebelum Salat Idul Adha

Terdapat sejumlah amalan sunnah sebelum melaksanakan shalat Idul Adha, berdasarkan penjelasan para ulama, terutama dari mazhab Syafii. Berikut ini daftar amalan sunnah di hari raya Idul Adha yang bisa dilaksanakan sebelum shalat Ied:

1. Mengumandangkan Takbir

Saat hari raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan mengumandangkan takbir. Kumandang takbir ini dapat diamalkan sejak 10 Zulhijjah (malam hari raya) dan selama hari tasyrik, atau tanggal 11-13 Dzulhijjah.

2. Mandi Sebelum Shalat Idul Adha

Sebelum berangkat ke lokasi salat Ied, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan mandi di pagi hari, sebelum atau setelah sholat subuh.

3. Menggunakan Pakaian Terbaik untuk Shalat Ied

Di hari raya Idul Adha umat Islam disunnahkan mengenakan pakaian terbaik khususnya saat melaksanakan salat ‘Ied. Pengertian pakaian terbaik ini bukanlah pakaian baru dan mahal, tetapi pakaian terbaik yang dimiliki.

Sunnah mengenakan pakaian terbaik terdapat dalam hadis berikut: “Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki pada dua hari raya,” (HR. Hakim).

4. Memakai Wangi-Wangian

Umat Islam dianjurkan untuk memakai wewangian sebelum berangkat salat ‘Ied. Wangi-wangian yang dimaksud adalah wewangian yang tidak berlebihan dan tidak mengganggu orang lain. Sebagaimana dalam hadis berikut: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki pada dua hari raya dan memakai minyak wangi,” (HR. Hakim)

5. Tidak Makan Sebelum Shalat Ied

Sebelum berangkat ke lokasi salat Idul Adha, umat Islam dianjurkan tidak makan terlebih dahulu. Umat Islam justru disunnahkan makan setelah melaksanakan sholat Idul Adha.

Hal ini berbeda dengan amalan sunah di Idul Fitri, saat makan justru dianjurkan sebelum melaksanakan sholat Ied.

Anjuran di atas berdasarkan hadits riwayat dari sahabat Buraidah RA dengan terjemahan berikut:

"Diriwayatkan dari Buraidah RA, bahwa Rasulullah SAW tidak keluar untuk (sholat) Idul Fitri sampai selesai makan (terlebih dahulu), dan beliau tidak makan ketika Hari Raya Qurban sampai (selesai shalat Ied) sehingga baru pulang (untuk makan)." (HR. Ibn Majah).

6. Berjalan Kaki Saat Menuju Tempat Shalat Idul Adha

Umat Islam dianjurkan untuk berjalan kaki menuju lokasi salat ‘Ied jika lokasinya dapat dijangkau dengan mudah. Sunnah tersebut sebagaimana yang disampaikan dalam sebuah hadis berikut: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki,“ (HR. Ibnu Majah).

7. Melewati Jalan Berbeda Saat Berangkat dan Pulang dari Lokasi Shalat Ied

Saat berangkat dan pulang dari lokasi salat ‘Ied, umat Islam dianjurkan untuk melewati jalan yang berbeda. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘Id, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang,” (HR. Al Bukhari).

8. Mengajak Wanita atau Anak-Anak ke Tempat Shalat Idul Adha

Mengajak wanita atau anak-anak ke tempat salat ‘Ied merupakan salah satu sunnah salat Idul Adha. Rasulullah memerintahkan untuk mengajak wanita dan anak-anak ke lokasi salat ‘Ied. Bahkan wanita yang haid pun diserukan untuk berangkat ke lokasi salat ‘Ied agar dapat mendengarkan khutbah dan mengumandangkan takbir.

Baca juga artikel terkait IDUL ADHA atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Addi M Idhom