Menuju konten utama

Alasan Zainudin Amali Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar

Amali mengklaim, saat ini secara mayoritas DPD 1 dan DPD 2 Golkar menghendaki Airlangga untuk memimpin Partai Golkar ke depan.

Alasan Zainudin Amali Dukung Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar
Kandidat calon Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi bergandengan bersama usai menghadiri acara dukungan untuk Airlangga sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar di Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/12/2017). ANTARA FOTO/Risky Andrianto.

tirto.id - Wacana musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar kembali mengemuka seiring dengan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto siap disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Rabu (13/12/2017). Peta dukungan terhadap bakal calon ketua umum pun mulai bermunculan.

Ketua DPP Partai Golkar, Zainudin Amali secara terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap Airlangga Hartarto. Amali meyakini Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja Jokowi-JK itu mampu membawa partai tersebut keluar dari turbulensi politik, sehingga menaikkan kembali elektabilitas partai menghadapi Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019.

“Airlangga diharapkan bisa memimpin konsolidasi Golkar untuk menaikkan kembali elektabilitas partai menghadapi pilkada serentak 2018, Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019,” kata Amali, di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Amali mengatakan, selain dukungan untuk diadakannya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar dari daerah, juga muncul dukungan kepada Airlangga untuk menjadi Ketua Umum Golkar.

Ketua Komisi II DPR RI ini bahkan mengklaim, saat ini secara mayoritas DPD 1 dan DPD 2 Golkar menghendaki Airlangga untuk memimpin Partai Golkar ke depan.

“Airlangga dianggap mampu menakhodai Golkar yang sedang dirundung masalah internal. Kalau dilihat dari pengalaman politik dan kekaderan Airlangga, dianggap sudah cukup membawa Golkar keluar dari turbulensi yang dihadapi saat ini,” kata dia.

Selain itu, Amali menilai, pelaksanaan Munaslub Golkar hampir bisa dipastikan akan terlaksana pertengahan bulan Desember 2017. Hal itu, menurut dia, disebabkan 34 DPD Provinsi sudah meminta kepada DPP Partai Golkar untuk segera melaksanakan Munaslub.

“Tidak ada alasan lagi bagi DPP Golkar untuk menghindar dari permintaan DPD Golkar provinsi tersebut karena ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar sudah terpenuhi,” kata dia.

Di lain pihak, Aziz Syamsuddin juga mendapat dukungan dari Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Mahyudin untuk maju sebagai calon ketum Golkar di Munaslub mendatang.

“Jika Munaslub jadi dilaksanakan dan Aziz maju mencalonkan diri sebagai salah satu caketum, maka saya akan jadi orang pertama yang mendukungnya," kata Mahyudin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, pada Selasa (12/11/2017).

Mahyudin beralasan, sebagai sesama kader muda, sudah menjadi keharusan bagi dirinya untuk mendorong regenerasi dan kepemimpinan baru yang lebih segar. Dia menilai Golkar butuh penyegaran kepemimpinan untuk dapat memahami pemilih berusia muda.

"Saya dan Aziz sama-sama berusia 47 tahun, sama-sama generasi muda Golkar. Wajar untuk saling dukung saling bantu," ujar Mahyudin.

Wakil Ketua MPR itu menilai Aziz merupakan sosok yang sudah matang dan kompeten untuk menduduki kursi Ketua Umum Partai Golkar. Mahyudin juga menilai sosok Aziz bukan kader karbitan, namun sudah meniti karir politik dari bawah dan beberapa kali menjabat posisi strategis di DPR.

"(Aziz Syamsuddin) Beberapa kali duduk di DPR, jadi ketua komisi, kini jadi Ketua Badan Anggaran DPR. Kurang apalagi?" katanya.

Baca juga artikel terkait MUNASLUB GOLKAR

tirto.id - Politik
Sumber: antara
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Abdul Aziz