Airlangga: Perekonomian Indonesia Pulih pada 2022-2023

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 12 Agustus 2020
Pemerintah memasang target sangat optimistis kasus COVID-19 di Indonesia sudah akan turun secara drastis pada 6 bulan pertama 2021 dan tiada di akhir 2021.
tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memasang target perekonomian Indonesia akan kembali pulih pada 2022-2023 seperti sebelum mengalami pandemi COVID-19. Target itu dipaparkannya dalam skema penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi hingga 2024 dan seterusnya.

Mid term target di 2022-2023 terjadi pemulihan baik kesehatan dan ekonomi,” ucap Airlangga dalam pembukaan virtual rapat kerja dan konsultasi APINDO, Rabu (12/8/2020).

Dalam skema itu, pemerintah memasang target sangat optimistis. Dalam hal ini kasus COVID-19 di Indonesia sudah akan turun secara drastis pada 6 bulan pertama 2021. Lalu pada akhir tahun 2021, kasus COVID-19 di Indonesia diharapkan sudah hampir tidak ada.

Sementara itu, pemerintah memprediksi selama 12-18 bulan angka kasus COVID-19 akan mengalami fluktuasi hingga vaksin ditemukan. Target berakhirnya COVID-19 di 2021 diperkuat dengan estimasi penemuan vaksin pada bulan ke-6 2021 atau pertengahan Juni-Juli 2020.

Selain itu perekonomian diperkirakan sudah melewati masa “bertarung untuk pulih” selama 12-18 bulan yang berakhir di bulan ke-6 2021 usai tertekan hingga pertengahan 2020. Tren perbaikan ekonomi diprediksi terus berlanjut pada bulan 12 2021 dan 2022-2023 hingga benar-benar mencapai tahap sebelum COVID-19.

Dalam paparannya, Ketua Umum Partai Golkar itu memberi catatan perlu rencana medium term. Ia mengatakan rencana jangka menengah ini masih perlu dipikirkan untuk perjalanan 2024 dan seterusnya.

Menurut Airlangga perbaikan ekonomi di pertengahan 2020 sudah mulai terlihat. Ia mencontohkan Purchasing Managers Index (PMI) Indonesia sudah naik ke angka 46,9 persen di Juli 2020. Penjualan ritel dan kendaraan bermotor katanya juga sudah mengalami tren meningkat meski masih kontraksi di Juni 2020.

“PMI manufaktur sudah berangsur-angsur bergerak. Sektor otomotif sudah mulai ada demand. Retail mulai naik dari minus 20 ke minus 14. Indeks keyakinan konsumen naik. Inflasi yoy terkendali tapi administered price agak naik,” ucap Airlangga.


Baca juga artikel terkait DAMPAK PANDEMI COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Bayu Septianto
DarkLight