Tips Kehamilan

Air Ketuban Berkurang & Ria Ricis Melahirkan Caesar, Apa Risikonya?

Penulis: Dhita Koesno - 27 Jul 2022 14:50 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Ria Ricis melahirkan lewat operasi caesar karena kondisi air ketuban berkurang di usia kandungan 38 minggu, apa risikonya?
tirto.id - Youtuber Ria Ricis melahirkan anak pertamanya yang berjenis perempuan melalui operasi caesar di salah satu rumah sakit di Jakarta pada Selasa (26/7/2022), pukul 08.26 WIB.

Kabar bahagia tersebut disampaikan langsung suami Ria Ricis, Teuku Ryan melalui akun instagram @teukuryantr tak lama setelah kelahiran putrinya tersebut.

"Bismillah, alhamdulillah telah lahir anak pertama kami hari Selasa, 26 Juli 2022 pukul 08.26 pagi hari di Rsia Bina medika Bintaro dengan sehat dan cantik. Insyaallah sholiha ya sayang. Mirip siapa ya anak kitaa? Istriku terbaik, hebat masyaallah…," tulisnya.


Sebenarnya, hari perkiraan Ria Ricis melahirkan maju dari jadwal yang telah ditentukan, hal ini karena kondisi ketubannya yang semakin berkurang saat usia kandungannya masuk sembilan bulan.

Meski sebelumnya tetap ingin melahirkan normal, namun atas saran 2 rumah sakit dan 4 dokter, akihirnya Ria Ricis mau melakukan operasi caesar.

"Apapun jalan lahirnya, itu yang terbaik menurut Allah. Baby R akhirnya dilahirkan secara sc dikarenakan air ketuban berkurang drastis di minggu ke-38. Dengan ari-ari yang semakin tidak berfungsi dengan baik," kata Ricis.

Menurut Ricis, pilihan caesar adalah yang terbaik demi anak pertamanya. Karena, apa pun jalan lahirnya, itulah jalan terbaik.

Dikutip laman Baby Centre, cairan ketuban rendah/berkurang atau oligohidramnion adalah komplikasi kehamilan yang umum.

Penyebab air ketuban berkurang bervariasi tergantung pada seberapa dekat ibu hamil dengan hari perkiraan lahir (HPL).

Saat dalam rahim ibu, air ketuban melindungi bayi yang sedang tumbuh di dalam kantong berisi cairan (kantung ketuban).

Pada awalnya, cairan ketuban sebagian besar berisi air. Kemudian dari sekitar 20 minggu sebagian besar terdiri dari urine bayi.

Dinding kantung ketuban terdiri dari dua membran: korion dan amnion. Selaput ini menjaga bayi tetap terjaga dengan aman di dalam kantong cairan ketuban.

Selaput biasanya pecah selama persalinan dan saat bayi siap lahir, cairan akan mengalir keluar. Ini dikenal sebagai ketuban pecah.

Cairan ketuban bekerja dalam banyak cara untuk membantu bayi berkembang selama kehamilan, yakni meliputi:

  • Melindungi bayi dari cedera jika perut terbentur atau terjepit.
  • Membantu paru-paru dan sistem pencernaan bayi menjadi matang, dan otot serta tulang mereka berkembang.
  • Melindungi bayi dari infeksi.
  • Menjaga bayi pada suhu konstan.
Secara umum, jumlah cairan ketuban meningkat seiring dengan perkembangan kehamilan ibu.

Dimulai dengan hanya beberapa mililiter, tetapi akan memiliki antara 800ml (1,4 liter) dan 1.000ml (1,8 liter) pada saat usia hamil sekitar 36 minggu.

Dari 38 minggu dan seterusnya, cairan secara bertahap mulai berkurang, sampai ibu siap untuk melahirkan.

Karena bayi Anda secara teratur menelan cairan ketuban, dan mengeluarkannya dari tubuhnya sebagai urine, jumlah cairan di kantung ketuban biasanya naik dan turun setiap hari.

Terlalu sedikit cairan ketuban yang mengelilingi bayi Anda disebut oligohidramnion, dan terlalu banyak cairan disebut polihidramnion, atau hidramnion.


Risiko Air Ketuban Berkurang saat Hamil


Melahirkan Caesar
Ilustrasi melahirkan dengan operasi caesar. Getty Images/iStockphoto


Oligohidramnion adalah suatu kondisi di mana jumlah cairan ketuban lebih rendah dari yang diharapkan untuk usia kehamilan bayi.

Jika ibu hamil memiliki cairan ketuban yang rendah, apa yang terjadi selanjutnya akan tergantung pada penyebab, tingkat keparahan, usia kehamilan bayi, kesehatan ibu dan bayinya, demikian dilansir Mayo Clinic.

Berbagai faktor dapat menyebabkan cairan ketuban rendah pada kehamilan, termasuk:

  • Ketuban pecah
  • Plasenta terkelupas dari dinding bagian dalam rahim, baik sebagian atau seluruhnya, maupun sebelum melahirkan (solusio plasenta)
  • Kondisi kesehatan tertentu pada ibu, seperti tekanan darah tinggi kronis
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE)
  • Kondisi kesehatan tertentu pada bayi, seperti pertumbuhan terbatas atau kelainan genetik
Saat air ketuban berkurang dan Anda hamil 36 hingga 37 minggu, perawatan teraman mungkin adalah melahirkan.

Namun, jika Anda hamil kurang dari 36 minggu, penyedia layanan kesehatan Anda akan meninjau kesehatan bayi, mendiskusikan mengapa ibunya memiliki cairan ketuban yang rendah dan merekomendasikan untuk memantau kehamilan dengan USG janin.

Selain itu, dokter juga mungkin merekomendasikan minum lebih banyak cairan, terutama jika Anda mengalami dehidrasi.

Karenanya, ketika cairan ketuban diketahui berkurang selama persalinan, dokter mungkin mempertimbangkan prosedur di mana cairan ditempatkan di kantung ketuban (amnioinfusion).

Ini biasanya dilakukan selama persalinan jika ada kelainan detak jantung janin. Amnioinfusion dilakukan dengan memasukkan saline ke dalam kantung ketuban melalui kateter yang ditempatkan di serviks selama persalinan.

Cairan ketuban yang rendah selama kehamilan adalah kondisi serius. Jika memiliki kekhawatiran tentang jumlah cairan ketuban di sekitar bayi Anda, maka segera konsultasikan dengan dokter kandungan Anda.


Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan menarik lainnya Dhita Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dhita Koesno
Editor: Yantina Debora

DarkLight