tirto.id - Korban meninggal dunia dari kecelakaan KRL Commuter Line dengan kereta Argo Bromo kembali bertambah. Berdasarkan data pukul 13.00 WIB, korban meninggal dunia bertambah satu orang.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa korban luka juga bertambah. Saat ini, sebanyak 88 orang mengalami luka-luka akibat peristiwa kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur tersebut.
“Update sampai dengan jam 1 siang tadi ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat,” ujar AHY di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Menurut AHY, evakuasi telah dilakukan secara maksimal terhadap seluruh korban yang berasa di gerbong khusus perempuan tersebut. Terakhir, ada tiga yang dalam kondisi terjepit bisa dilakukan evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menambahkan, dari seluruh korban yang mengalami luka-luka, saat ini hanya 76 yang menjalani perawatan. Sedangkan sisanya sudah diperbolehkan pulang ke rumah.
“Meninggal 15 dengan 10 jenazah di RS Polri, tiga jenazah di RSUD Bekasi, 1 jenazah di RS Bela, dan 1 jenazah di RS Mitra. Kemudian luka-luka ada 76. Total 91 orang,” tutur Budi dalam keterangan tertulis.
Diketahui, Basarnas menyatakan operasi SAR atas peristiwa kecelakaan KRL vs kereta Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, telah selesai dilakukan. Secara keseluruhan proses evakuasi dilakukan selama 12 jam, sejak tadi malam.
"Bahwa operasi SAR bisa kita laksanakan sesuai dengan yang kita harapkan. Dan tadi pagi dengan pukul 08.00 sudah selesai, seluruh tim SAR kita nyatakan kita kembalikan ke homebase masing-masing. Mungkin demikian yang bisa saya tambahkan," ujar Kabasarnas Marsekal Madya Muhammad Syafii di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
Dia menerangkan, sampai saat ini bisa dipastikan bahwa seluruh penumpang telah dievakuasi ke rumah sakit. Namun, apabila ditemukan adanya bagian tubuh yang tersisa pada bangkai gerbong kereta, maka akan diserahkan kepada tim medis.
Diakui Syafii, Basarnas menemukan kesulitan dalam proses evakuasi karena adanya lima orang korban yang terjepit antara badan KRL dengan kereta Argo Bromo. Basarnas pun menggunakan alat manual dan alat dengan listrik serta hidrolik untuk memutus dua gerbong yang terhimpit.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id





























