Ada Wacana Gagalkan Pelantikan Jokowi, NasDem: Mereka Belum Move On

Oleh: Bayu Septianto - 29 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
Kelompok yang kontra Jokowi-Ma'ruf diminta untuk legowo menerima kekalahan.
tirto.id - Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat, Johnny G Plate bersikap terkait wacana aksi penggagalan pelantikan Jokowi-Ma'ruf.

Menurut Plate, upaya melengserkan ataupun menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma'ruf merupakan upaya kelompok-kelompok yang tak bisa menerima kenyataan.

"Ah belum bisa move on saja itu. Itu belum bisa move on," jelas Johhny di sela-sela acara pembekalan Anggota MPR RI periode 2019-2024 di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (29/9/2019).

Menurut Johnny seharusnya kelompok-kelompok yang tak mendukung Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019 tak hanya siap menerima kekalahan, tapi juga menunjukkan sikap legowo.

"Terima dong konsekuensi demokrasi harus bisa menjadi yang kalah tapi bersikap ksatria," ucapnya.


Politikus senior Partai Gerindra, Permadi, Sabtu (28/9/2019) kemarin mengungkapkan secara terbuka agenda melengserkan Presiden Joko Widodo sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Permadi usai menggelar pertemuan tertutup dengan Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen (Purn) Sunarko hingga Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath di kediaman pribadi Permadi di Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9).

"Sebelum pelantikan targetnya [menurunkan Jokowi], pokoknya sebelum pelantikan [presiden]," kata Permadi.

Tak hanya NasDem, Partai Golkar pun heran dengan masih adanya masyarakat yang tak terima dengan kekalahan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dan tak menghormati Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang.

"Saya heran ya dengan orang-orang ini. Mereka ini parasit demokrasi. Mereka seharusnya menghormati pilihan rakyat yang telah memilih Jokowi-Kiai Ma’ruf sebagai Capres dan Cawapres terpilih," jelas Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily.

Ace menyayangkan bila kelompok-kelompok ini bakal menjadi penyusup aksi-aksi demonstrasi mahasiswa, yang diperkirakam bakal kembali beraksi pada Senin 30 September 2019 besok.

Menurut Ace, aksi mahasiswa harus murni menyuarakan kegelisahannya tanpa harus terbawa kepemtingan politik.

"Tak sepantasnya mereka ini menunggangi gerakan mahasiswa yang lebih mengedepankan gerakan moral, bukan gerakan politik yang mereka agendakan," tutur Ace.



Baca juga artikel terkait PELANTIKAN JOKOWI-MARUF atau tulisan menarik lainnya Bayu Septianto
(tirto.id - Politik)

Reporter: Bayu Septianto
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Zakki Amali
DarkLight