Menuju konten utama

7 Upaya yang Dilakukan Pemerintah untuk Cegah Stunting pada Anak

Berikut ini upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah stunting pada anak.

7 Upaya yang Dilakukan Pemerintah untuk Cegah Stunting pada Anak
Petugas Kesehatan Puskesmas Muara Dua melakukan pemeriksaan stunting anak meliputi status gizi, berat badan dan tinggi badan di Desa Meunasah Alue, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (27/3/2019). ANTARA FOTO/Rahmad/aww.

tirto.id - Tingginya angka stunting di Indonesia membuat pemerintah fokus pada upaya penurunan kasus.

Berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting sebesar 24,4%. Angka tersebut masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam RPJMN 2020-2024 yaitu 14%.

Stunting adalah masalah kegagalan pertumbuhan akibat nutrisi yang tidak cukup atau kurang pada anak. Periode krusial pemenuhan nutrisi pada anak dimulai dari masa kehamilan sampai anak usia 24 bulan.

Setelah anak berusia lebih dari dua tahun, kondisi stunting mulai terlihat. Stunting akan memberikan efek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia.

Dampak stunting adalah pertumbuhan otak dan organ lain pada anak akan terganggu, sehingga anak lebih rentan kena diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung.

Upaya yang Dilakukan Pemerintah untuk Cegah Stunting

Upaya pemerintah untuk cegah stunting terdiri dari rangkaian yang saling berhubungan, sebab beberapa kondisi yang dihadapi masyarakat boleh jadi pemicu terjadinya stunting pada anak.

Merangkum laman Kominfo, Kemenkes, dan Sekretariat Kabunet Republik Indoensia, terdapat beberapa upaya yang dilakukan pemerintah untuk cegah stunting. Mulai dari peningkatan gizi hingga pembangunan infrastruktur.

1. Peningkatan gizi anak

Kurangnya gizi adalah sebab utama stunting pada anak. Oleh karena itu, pemerintah mengutamakan upaya peningkatan gizi terhadap masyarakat melalui program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk meningkatkan status gizi anak.

2. Peningkatan gizi ibu hamil

Mengingat stunting bisa mulai berkembang ketika anak masih di dalam rahim, maka pemerintah menggelar pemeriksaaan kehamilan dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil guna mencukupi kandungan gizi dan zat besi pada ibu hamil.

3. Mendorong pemberian ASI eksklusif

Pemerintah mendorong ASI eksklusif diberikan kepada bayi demi mencukupi kebutuhan gizi anak. Pengetahuan mengenai pentingnya ASI eksklusif secara langsung ditekankan kepada ibu.

4. Pemantauan tumbuh kembang balita

Pemerintah juga melakukan langkah pemantauan terhadap tumbuh kembang balita. Realisasi yang dilakukan adalah dengan melengkapi alat pengukur berat badan dan tinggi badan di seluruh desa.

Apabila berat dan tinggi anak di bawah standar, akan dirujuk langsung ke puskesmas atau rumah sakit.

5. Vaksinasi lengkap anak

Vaksin lengkap anak dipastikan dalam program imunisasi, ini berguna agar tumbuh kembang bayi tidak terhambat karena infeksi virus.

6. Sanitasi berbasis lingkungan

Sanitasi berbasis lingkungan melalui peningakatan kualitas sanitasi lingkungan di daerah dengan tingkat prevalensi stunting tinggi.

7. Infrastruktur air minum

Pemerintah juga telah melakukan pembangunan infrastruktur air minum untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, sebagai bagian dari upaya penurunan angka stunting.

Baca juga artikel terkait STUNTING PADA ANAK atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Dhita Koesno