Menuju konten utama

6 Masalah Kesehatan Saat Puasa karena Pola Makan Tak Seimbang

Masalah kesehatan yang terjadi saat puasa Ramadan karena pola makan tak seimbang di antaranya pusing, kembung hingga insomnia.

6 Masalah Kesehatan Saat Puasa karena Pola Makan Tak Seimbang
Ilustrasi Puasa. foto/istockphoto

tirto.id - Puasa Ramadan menjadi salah satu kewajiban bagi umat muslim. Namun, tak jarang masalah kesehatan bisa timbul saat kita menjalankan ibadah puasa.

Hal ini bisa disebabkan karena konsumsi makanan yang kurang tepat atau tak seimbang saat berbuka atau sahur. Seperti terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein, garam, atau bahkan gula.

Lantas, setelah melewati satu pekan lebih berpuasa Ramadan, apakah Anda mengalami masalah-masalah kesehatan semisal kembung atau pusing?

Berikut beberapa masalah kesehatan yang kerap muncul saat berpuasa, seperti diwartakan Antara News:

1. Refluks asam lambung

Refluks asam lambung biasanya terasa seperti ada sensasi terbakar di daerah dada dan di masa Ramadan kondisi ini salah satunya terjadi karena kebiasaan langsung tidur usai makan sahur.

Di sisi lain, ada sejumlah faktor yang berperan menyebabkan refluks asam lambung seperti makan dalam jumlah besar, kegemukan, konsumsi minuman berkarbonasi, makanan pedas berlebihan, lalu minuman berkafein seperti kopi dan teh.

Pakar kesehatan menyarankan Anda memberi jeda setelah makan sahur sebelum kembali tidur, umumnya dua jam agar tak mengalami refluks asam lambung.

2. Kembung

Dokter spesialis gizi dari FKUI, Marya W. Haryno pernah mengatakan, Anda perlu menyeimbangkan komposisi makan saat berbuka dan sahur agar perut tidak kembung.

Di sisi lain perut kembung juga bisa terjadi karena Anda tidak mengunyah makanan dengan benar, menyantap minuman bersoda dan makanan berlemak berlebihan. Hidangan ini memicu gas berlebih dan membuat perut Anda kembung sepanjang hari.

Marya menekankan makanan bervariasi dan bergizi seimbang yakni karbohidrat, protein, lemak sehat serta mikronutrien semisal mineral sekitar 40-50 persen terpenuhi saat sahur.

Kemudian saat berbuka puasa, penuhilah 10-20 persen kebutuhan energi dengan makanan bernutrisi. Marya mengajurkan makanan manis tapi tak berlebihan seperti madu, kurma dan yogurt.

3. Insomnia

Asupan karbohidrat berlebihan bisa menyebabkan glukosa melonjak dan akibatnya siklus tidur terganggu. Sebaiknya penuhilah asupan karbohdirat sesuai kebutuhan tubuh.

4. Sembelit dan lesu

Makanan tertentu seperti berbahan tepung dan olahan cenderung kurang serat dan sulit dicerna tubuh. Akibatnya, saluran cerna bisa terganggu. Di sisi lain makanan olahan seperti mi instan mengandung sejumlah besar pengawet, natrium (garam), gula dan lemak trans, rendah vitamin dan mineral sehingga menyebabkan berat badan naik.

Jangan lupa mengonsumsi makanan mengandung serat seperti buah dan sayuran agar tak kena sembelit.

Sementara itu, lesu saat berpuasa salah satunya bisa karena kurangnya aktivitas dan asupan gula berlebihan. Sebaiknya tetaplah bergerak selama puasa Ramadan, misalnya beberapa jam sebelum berbuka melakukan olahraga ringan.

5. Pusing

Dokter spesialis gizi, Jovita Amelia mengatakan, sakit kepala saat Ramadan umumnya terjadi bila Anda melewatkan makan sahur dan dehidrasi yang ditandai mulut kering, lemas, disorientasi dan pingsan.

Sebaiknya penuhi asupan cairan harian saat berbuka dan sahur yakni delapan gelas dan pilihlah hidangan dengan komposisi bergizi seimbang yakni 50-60 persen karbohidrat, 15-20 persen protein dan 20-25 persen lemak.

Selain itu, jangan mengonsumsi minuman mengandung kafein seperti teh dan kopi saat sahur karena berisiko membuat Anda dehidrasi selama berpuasa. Jika ingin mengonsumsi makanan manis sebaiknya berasal dari karbohidrat kompleks, sayuran dan buah.

6. Bau mulut

Bau mulut bisa terjadi tak melulu saat berpuasa. Namun saat berpuasa umumnya bau mulut hadir karena dehidrasi, sehingga penting untuk Anda minum banyak air selama jam-jam non-puasa dan menghindari kafein sementara waktu.

Pakar kesehatan menyarankan Anda menyikat gigi rutin, lalu membersihkan lidah dan menghindari makanan manis dosis tinggi saat berbuka puasa.

Selain itu, sebaiknya hindari dulu makanan berbau tajam dan mengandung asam karena bisa memberi makan bakteri dan menambah bau.

Baca juga artikel terkait PUASA RAMADAN

tirto.id - Kesehatan
Sumber: Antara
Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH