tirto.id - Polisi Vietnam menyelamatkan lebih dari 400 kucing yang hendak dijadikan santapan pada Senin (15/6/2026). Ratusan kucing itu ditemukan ketika polisi menggerebek fasilitas milik jaringan kejahatan daging kucing di Ho Chi Minh.
Seturut AP, sebanyak 40 kucing di antaranya merupakan kucing yang sebelumnya dilaporkan hilang. Kelompok kesejahteraan hewan setempat menyebut seluruh 40 kucing hilang itu kini telah telah dipertemukan kembali dengan pemiliknya.
Karanvir Kukreja, dari tim kampanye Humane World for Animals, menyebut penemuan lebih dari 400 ekor kucing di Ho Chi Minh ini merupakan “pengingat yang menyedihkan tentang besarnya skala perdagangan daging kucing di Vietnam.”
Penemuan ratusan kucing ini bermula dari investigasi yang dimulai pada pekan lalu. Polisi mulanya menelusuri serangkaian kasus pencurian hewan peliharaan di Ho Chi Minh. Investigasi ini lalu mengarah ke jaringan kejahatan daging kucing.
Media lokal Vietnam melaporkan ada 9 orang yang ditangkap dalam investigasi tersebut. Selain menangkap para tersangka, polisi juga kemudian menemukan lokasi tempat para tersangka menyimpan kucing curian.
Dalam tempat yang digerebek pada Senin, polisi mendapati 45 kandang berisi sekitar 400 kucing hidup serta empat wadah berbusa berisi es yang menampung sekitar 80 kucing mati. Di tempat terpisah, petugas juga menemukan 21 kucing hidup yang ditangkap.
Media lokal Vietnam menyebut kasus ini sebagai salah satu kasus kesejahteraan kucing terbesar di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, pihak kepolisian telah mengantongi pengakuan para tersangka. Mereka mengaku telah menjebak dan menculik kucing di seluruh Vietnam selatan selama tiga tahun terakhir. Operasi ini mereka lakukan di sekitaran Kota Ho Chi Minh, Tay Ninh, dan An Giang.
“Ribuan kucing dicuri setiap bulan, diperdagangkan, dan disembelih untuk diambil dagingnya di seluruh negeri,” tutur Phuong Pham, direktur Humane World for Animals cabang Vietnam.
Chris Gindelhumer dari LSM Vietnam Cat Welfare menyebut banyak dokter hewan dan sukarelawan yang kini bekerja untuk merawat kucing-kucing tersebut.
Beberapa kucing yang diselamatkan itu memang ditemukan dalam kondisi sedang hamil dan sakit. Bahkan, lebih dari selusin kucing ditemukan dalam keadaan mati karena penyakit.
Vietnam merupakan salah satu negara yang melegalkan konsumsi daging anjing dan kucing. Sejak lama, hidangan daging anjing dan kucing di negara itu cukup umum ditemukan. Meski begitu, hukum negara itu mewajibkan para penjual untuk memvalidasi asal hewan tersebut sebelum menjualnya.
Belakangan, popularitas hidangan daging anjing dan kucing di Vietnam mulai menurun drastis. Beberapa pemerintah kota seperti Hoi An kini berusaha untuk menghentikan praktik konsumsi daging dua binatang itu dari wilayah mereka.
Pejabat nasional Vietnam juga telah menyatakan rencana mereka untuk menelaah ulang sistem hukum terkait polemik ini. Setelah konsumsi daging anjing dilarang di Korea pada 2024, mereka berencana untuk membuat hukum yang lebih ramah dan aman bagi hewan peliharaan serta para pemiliknya.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































