Menuju konten utama

4 Contoh Orasi Hari Buruh & Pidato Demo Kesejahteraan Pekerja

Contoh orasi Hari Buruh 1 Mei dapat digunakan untuk menyampaikan aspirasi di demo kesejahteraan pekerja. 

4 Contoh Orasi Hari Buruh & Pidato Demo Kesejahteraan Pekerja
Sejumlah demonstran yang tergabung dalam Serikat Pekerja Aceh mengusung spanduk dan poster saat menggelar aksi damai memperingati Hari Buruh Internasional di Banda Aceh, Aceh, Senin (1/5/2023). ANTARA FOTO/Ampelsa/foc.

tirto.id - Contoh orasi Hari Buruh 1 Mei dapat digunakan untuk menyampaikan aspirasi di demo kesejahteraan pekerja.

Orasi menjadi salah satu agenda penting dalam demo Hari Buruh 2024. Tidak sekedar berisi kata-kata manis, namun orasi seyogyanya mampu membangkitkan semangat para buruh dalam memperjuangkan hak-haknya. Berikut ini contoh orasi Hari Buruh untuk demo kesejahteraan pekerja.

Hari Buruh (May Day) Internasional akan kembali diperingati pada Rabu, 1 Mei 2024 mendatang. May Day adalah waktu untuk memberikan penghormatan atas dedikasi yang telah berikan gerakan buruh dalam memperjuangkan hak-hak pekerja mulai dari upah, pekerjaan, waktu, hingga kebebasan untuk berunding dengan pemilik kerja.

Hari Buruh dapat diperingati melalui berbagai cara, salah satunya mengikuti demonstrasi dan unjuk rasa. Dalam acara tersebut, beberapa orang akan menyampaikan orasi maupun pidato berisi tuntutan mengenai hak-hak para buruh yang seyogyanya dipenuhi para penyedia pekerjaan.

Contoh Orasi Hari Buruh untuk Demo Kesejahteraan Pekerja

AKSI MAY DAY 2021 di JAKARTA

Massa aksi perempuan dalam peringatan May Day 2021 di Jakarta pada Sabtu (1/5/21). Dalam aksinya mereka menuntut pemerintah untuk segera dicabutnya UU Cipta Kerja yang merugikan kelas pekerja. tirto.id/Hafitz Maulana

Orasi Hari Buruh dapat disampaikan secara lantang di antara massa demonstran. Tujuan orasi tersebut, salah satunya adalah memberikan sekaligus menggugah semangat para buruh untuk andil dalam memperjuangkan hak-haknya. Berikut ini contoh orasi Hari Buruh untuk demo kesejahteraan pekerja:

1. Contoh Orasi Hari Buruh Pertama

Hidup Hari Buruh! Hidup Para Buruh Indonesia!

Selamat pagi semuanya.

Saya di sini untuk menghormati para pekerja, sekelompok orang yang sering tidak dihargai namun penting bagi berfungsinya masyarakat kita.

Hari Buruh adalah waktu untuk menghormati dan mengakui kontribusi kelas pekerja.

Hari Buruh adalah waktu mengingat kembali pengorbanan yang dilakukan para buruh untuk upah yang adil dan kondisi kerja yang lebih baik.

Ini adalah hari untuk menghormati para pahlawan tanpa tanda jasa yang bekerja tanpa kenal lelah setiap hari untuk memperbaiki masyarakat dan negara kita.

Barang dan jasa yang diberikan karyawan kepada kita sering kali dianggap remeh.

Semua hal itu, termasuk jalan yang kita lalui, makanan yang kita makan, hingga pakaian yang kita kenakan.

Para buruh perlu diperhatikan keberadaan, merekalah telah bekerja berjam-jam, menanggung situasi berbahaya, sampai membahayakan kesehatan dan keselamatan.

Oleh sebab itu, Hari Buruh lebih dari sekedar menghormati pekerja.

Hal ini mencakup pemahaman nilai dan martabat yang memastikan para buruh diperlakukan dengan hormat.

Hal ini adalah tentang jaminan bahwa pekerja mempunyai hak untuk mendapatkan kondisi kerja yang aman, upah yang adil, dan hak-hak lainnya.

Mari bertekad untuk memperbaiki lingkungan kerja bagi semua orang.

Hidup Hari Buruh! Hidup Para Buruh Indonesia!

2. Contoh Orasi Hari Buruh Kedua

Hidup Hari Buruh! Hidup Para Buruh Indonesia!

Hari Buruh diperingati untuk mengakui kerja keras dan prestasi kelas pekerja.

Sebelumnya, kondisi Partai Buruh sangat buruk.

Mereka harus bekerja sangat keras selama sekitar 15 jam sehari.

Mereka menderita luka-luka di tempat kerja dan banyak pekerja kehilangan nyawa.

Meskipun mereka bekerja keras, mereka tetap mendapat upah yang sangat rendah.

Lantas, serikat buruh menyuarakan penolakannya terhadap pemerintah.

Mereka melakukan protes dan memperjuangkan hak-hak mereka dan kemudian ditetapkan jam kerja 8 jam bagi buruh.

Maka dari itu, Hari Buruh berawal dari gerakan ini.

Meskipun sejarah setiap negara berbeda, alasan utama di balik hari ini tetap sama yaitu perilaku tidak adil terhadap kelas buruh.

Ada banyak gerakan menentang hal ini di berbagai belahan dunia.

Oleh karena itu, hari istimewa ini, didedikasikan kepada kelas buruh untuk menghargai kontribusi mereka terhadap masyarakat.

Hidup Hari Buruh! Hidup Para Buruh Indonesia!

3. Contoh Orasi Hari Buruh Ketiga

Hidup Hari Buruh! Hidup Para Buruh Indonesia!

May Day diperingati semata-mata untuk memberikan penghormatan kepada para pekerja keras yang bekerja keras.

Semua perusahaan dan karyawan mematuhi peraturan dan ketentuan organisasi buruh.

Penting bagi kita untuk memahami apa saja hak dan tanggung jawab seorang karyawan dan juga pekerja.

Meski kerja 8 jam diterapkan, namun ada beberapa perusahaan yang menganggap remeh hal tersebut.

Pengusaha mempunyai hak untuk menuntut upah tambahan untuk setiap jam mereka bekerja setelah perhitungan 8 jam yang dipatuhi.

Seorang karyawan memiliki banyak hak lain di tempat kerjanya menurut organisasi.

Perusahaan tidak boleh berfungsi sekedar menghasilkan keuntungan.

Mereka harus mempertimbangkan pekerjanya.

Tanpa buruh, perusahaan tidak akan pernah bisa mencapai kejayaan.

Oleh sebab itu, perusahaan harus memperhatikan kepedulian dan kebutuhan para pekerjanya.

Selain itu, karyawan juga harus berperilaku jujur terhadap perusahaannya.

Mereka harus menghormati kode etik perusahaannya dan harus berpegang teguh pada budaya kerja.

Hari Buruh adalah salah satu waktu untuk menjaga dan merawat hak-hak buruh dan karyawan.

Namun, tidak ada alasan karyawan diperbolehkan menganggap remeh dan melanggar peraturan perusahaan.

Kita tidak boleh menggunakannya sebagai senjata untuk mengancam manajemen kita.

Keistimewaan ini demi kemajuan karyawan dan harus kita pergunakan sebaik-baiknya.

Hidup Hari Buruh! Hidup Para Buruh Indonesia!

Baca juga artikel terkait HARI BURUH 2024 atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yulaika Ramadhani