34,6% Kasus Aktif COVID-19 Belum Diketahui Sembuh atau Meninggal

Oleh: Irwan Syambudi - 15 September 2021
Meski kasus COVID-19 menurun, tetapi masih banyak provinsi yang belum memperbarui kasus aktifnya yang sudah lebih dari 21 hari.
tirto.id - Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan sebanyak 34,6 persen kasus aktif COVID-19 yang tercatat saat ini belum diperbarui statusnya. Sehingga tak diketahui apakah kasus tersebut sudah dinyatakan sembuh atau meninggal dunia.

Dalam keterangan resmi yang disiarkan secara langsung secara daring, Rabu (15/9/2021) Nadia mengatakan meskipun kasus COVID-19 menurun, tetapi masih banyak provinsi yang belum memperbarui kasus aktifnya yang sudah lebih dari 21 hari.

“34,6 persen dari total kasus aktif yang tercatat adalah kasus yang belum diperbarui statusnya lebih dari 21 hari,” kata Nadia.

Belum diperbaruinya status kasus aktif ini, kata Nadia dikarenakan adanya keterlambatan dalam memasukkan data kematian dalam sistem. Dan keterlambatan ini, lanjutnya karena adanya prosedur administrasi yang berjenjang dari level RT hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk menyatakan seseorang telah meninggal.

“Belum lagi keterbatasan tenaga kesehatan untuk bisa menginput langsung data kematian dikarenakan tingginya beban kerja dalam penanganan kasus aktif yang terjadi pada saat itu,” ujarnya.

Oleh karena itu Kemenkes, kata Nadia telah melakukan evaluasi agar rumah sakit dapat melaporkan langsung pada Kemenkes, sehingga keterlambatan pelaporan dapat diminimalisir.

Berdasarkan data 15 September 2021 angka penambahan kasus COVID-19 sebanyak 4.128, turun dibanding hari sebelumnya. Sementara angka kematian hari ini naik dibandingkan hari sebelumnya.

Kemudian dilaporkan kasus aktif total 84.963. Sementara kasus sembuh bertambah 11.046 sehingga total menjadi 3.953.519 orang. Kemudian kasus suspek tercatat 333.326 orang.


Baca juga artikel terkait KASUS AKTIF COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Bayu Septianto
DarkLight