Menuju konten utama

25 Ayat Alkitab tentang Menerima, Let Go, Percaya Rencana Tuhan

Inilah kumpulan ayat Alkitab tentang menerima, let go, & percaya rencana Tuhan. Firman Tuhan adalah batu karang yang membuat tetap teguh pada pengharapan.

25 Ayat Alkitab tentang Menerima, Let Go, Percaya Rencana Tuhan
Ilustrasi berpegang teguh pada Alkitab. foto/istockphoto

tirto.id - Saat kondisi kita sedang rapuh dan putus asa, ada baiknya kita melihat kembali kumpulan ayat Alkitab tentang menerima. Berbagai ayat tersebut akan mengajarkan kita, umat Kristen, untuk let go dan berserah pada Allah Bapa.

Perjalanan hidup memang penuh dengan ketidakpastian. Namun, ketika kita berpegang pada hal yang pasti, yaitu "jalan keselamatan", maka kita akan lebih tegap melangkah meniti jalan yang kadang berliku itu.

Berbagai hal yang tidak pasti yang sangat mungkin ditemui saat menjalani kehidupan, seperti kegagalan, kehilangan, rasa sakit, atau perubahan mendadak, tentu bisa membuat hati terguncang. Sangat manusiawi dan naluriah, bila hal pertama yang akan dilakukan adalah berusaha mengontrol keadaan atau menolak kenyataan yang tidak mengenakkan tersebut.

Namun, sebagai umat Kristen, kita diajarkan sebuah prinsip iman yang mendalam, belajar menerima. Menerima di sini bukan berarti menyerah kalah. Belajar menerima adalah mau dengan rendah hati mengakui bahwa ada hal-hal di luar kendali kita yang hanya bisa dipegang oleh tangan Tuhan.

Sebagai umat Kristen yang mendasarkan hidupnya pada Firman Tuhan, Alkitab berulang kali sudah mengingatkan untuk let go atau melepaskan keinginan kita sendiri. Sebagai umat Kristen, kita harus percaya dengan sepenuh hati, lalu membiarkan Tuhan bekerja.

Ketika kita berani melepaskan beban yang tidak bisa kita ubah dan jalan pahit yang tidak bisa kita kontrol, kita justru memberikan ruang bagi Tuhan untuk mendatangkan berkat dan kebaikan yang lebih besar. Percayalah, janji Tuhan itu selalu tepat pada waktu-Nya, tidak akan terlalu cepat atau tidak akan terlalu lambat.

Jika saat ini Anda sedang bergumul dalam ruang-ruang kepahitan dalam batin dan pikiran. Anda sedang berjuang untuk memaafkan orang-orang yang bersalah kepada Anda, yang tidak pernah meminta maaf. Atau Anda sedang bergumul dengan kekhawatiran akan masa depan, bukalah hati dan pikiran, biarkan Firman Tuhan yang tertulis dalam kutipan ayat Alkitab ini, membasuh hati dan pikiran Anda.

Doa Berkat Penutup Ibadah Kristen

Ilustrasi Kristen. foto/istockphoto

25 Kutipan Ayat Alkitab tentang Menerima dan Let Go

Laman Bible Study Tools menulis, ketika kita perlu melepaskan sesuatu yang menghalangi untuk melakukan hal yang benar, membaca ayat Alkitab adalah jalan terbaik. Firman Tuhan itu mampu memberikan kata-kata nasihat dan dorongan yang kuat, sekaligus memberi keberanian dan kebijaksanaan untuk melepaskan rasa malu dan bersalah yang dapat menghentikan kita dari mengejar kebenaran.

Alkitab juga dapat membantu melepaskan kelemahan dan keraguan yang mungkin kita alami di masa-masa sulit tersebut. Sebagai referensi, berikut ini berbagai ayat Alkitab terbaik yang bisa jadi penguat untuk melepaskan diri dari beban kepahitan dan kekhawatiran agar kita bisa menemukan kedamaian, belajar berserah, dan percaya penuh pada kedaulatan Tuhan:

1. Ayat Alkitab tentang Percaya pada Rencana Tuhan

Percayalah, Tuhan adalah pilot kehidupan yang tangguh. Ia pasti memegang kendali penuh dan tidak akan melepaskan umat-Nya yang terkasih dalam lubang kehancuran.

Yeremia 29:11

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."

Amsal 3:5-6

"Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu."

Roma 8:28

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Amsal 16:9

"Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya."

Pengkhotbah 3:11

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."

2. Ayat Alkitab tentang Melepaskan Kekhawatiran

Kekhawatiran hanya akan mencuri kebahagiaan dan kedamaian di masa sekarang. Janganlah khawatir, karena kekhawatiran tidak akan mengubah keadaan. Let go dan biarkan kuasa Tuhan yang bekerja. Percayalah, rencana Tuhan selalu tepat waktu.

Filipi 4:6-7

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."

1 Petrus 5:7

"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu."

Matius 6:34

"Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Mazmur 55:22

"Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah."

Mazmur 94:19

"Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku."

Ilustrasi Wanita Berdoa
Ilustrasi Wanita Berdoa. foto/istockphoto

3. Melupakan Masa Lalu & Menerima Keadaan

Apa yang sudah terjadi tidak mungkin diubah. Saat "nasi sudah menjadi bubur" yang bisa kita lakukan hanya menerima dengan legowo, dan percaya bahwa kuasa Tuhan selalu bekerja. Tuhan sudah meminta kita untuk tidak menoleh ke belakang. Ia meminta kita untuk percaya sepenuhnya, dan melihat dengan hati terbuka perihal yang sedang Ia kerjakan di depan.

Yesaya 43:18-19

"Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?"

Filipi 3:13-14

"Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus."

Ayub 1:21

"Katanya: 'Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!'"

Pengkhotbah 3:1

"Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya."

Lukas 9:62

"Tetapi Yesus berkata: 'Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.'"

4. Kekuatan dalam Berserah

Berserah dan berpasrah itu ternyata menyimpan kekuatan besar. Saat kita merasa lemah dan tidak mampu lagi berjuang, yang harus kita lakukan adalah percaya bahwa ada yang sedang dikerjakan oleh kuasa Tuhan seperti yang sudah direncanakan oleh-Nya. Percayalah, bahwa kuasa Tuhan sempurna adanya.

Mazmur 46:10

"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"

Keluaran 14:14

"TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."

Matius 11:28

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."

2 Korintus 12:9

"Tetapi jawab Tuhan kepadaku: 'Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.'"

Yesaya 41:10

"Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan."

5. Damai dan Pengharapan Baru

Ketika kita, umat yang percaya yang dikasihi Tuhan, melepaskan segala beban yang tidak bisa dikontrol, maka kita akan memperoleh damai sejahtera sejati, yang tidak bisa ditawarkan oleh dunia. Buah dari percaya dan selalu berharap pada Tuhan adalah kedamaian dan ketenangan batin.

Yohanes 14:27

"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."

Ratapan 3:22-23

"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"

Roma 15:13

"Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan."

Mazmur 37:5

"Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak."

Mazmur 147:3

"Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka."

Ilustrasi Sekolah Minggu sekolah minggu

Ilustrasi Kristen, foto/istockphoto

Menerima keadaan bukanlah tanda kelemahan atau benar-benar pasrah dalam artian yang negatif. Belajar menerima sebagai umat Kristen itu artinya percaya pada kuasa Tuhan dan membiarkan berkat-Nya bekerja dalam kehidupan kita.

Ketika kita mau menerima dengan sungguh-sungguh, lalu mau melepaskan segala beban yang jadi batu sandungan, maka itu artinya kita terbukti memiliki kepercayaan iman yang dewasa. Mau dengan rela melepaskan genggaman yang erat pada masalah, akan membuat tangan dan hati kita terbuka untuk menerima berkat baru dari Tuhan.

Ingin membaca lebih banyak artikel menarik seputar kekristenan, renungan, dan inspirasi hidup? Silakan klik tautan berikut: Link Kumpulan Artikel Kristen

Baca juga artikel terkait KRISTEN atau tulisan lainnya dari Lucia Dianawuri

tirto.id - Edusains
Penulis: Lucia Dianawuri
Editor: Lucia Dianawuri & Yulaika Ramadhani