Menuju konten utama

207 Bencana Terjadi di Januari: 82 Tewas & 803.996 Jiwa Mengungsi

Pada awal 2020 terjadi kenaikan jumlah kejadian bencana di Indonesia dibanding 2019 karena peningkatan curah hujan dan kerusakan lingkungan.

207 Bencana Terjadi di Januari: 82 Tewas & 803.996 Jiwa Mengungsi
Pengendara melintasi genangan banjir yang menutupi kawasan jalan Desa Pasi Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Selasa (21/1/2020). ANTAFA FOTO/Syifa Yulinnas/pd.

tirto.id - Pada awal 2020 telah terjadi bencana di Indonesia. Menurut pendataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah bencana yang terjadi mencapai 207 kejadian per 21 Januari 2020.

Jumlah korban jiwa dari bencana tersebut mencapai 82 orang, sedangkan korban bencana yang mengungsi mencapai 803.996 jiwa di seluruh Indonesia.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo mengatakan, jumlah korban meninggal dan mengungsi melonjak dibandingkan data 2019.

"Kenaikan tren dampak bencana tersebut dipicu oleh terjadinya fenomena hujan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada awal tahun 2020, sebagaimana yang sudah diprakirakan BMKG sebelumnya. Selain itu, kerusakan lingkungan juga menjadi faktor utama yang menyebabkan terjadinya bencana tersebut," kata Agus, dikutip dari situsweb BNPB, Rabu (22/1/2020).

Bentuk bencana yang terjadi di Indonesia yakni puting beliung dengan total 90 kejadian; banjir 67 kejadian; tanah longsor 45 kejadian; kebakaran hutan dan lahan 3 kejadian; dan gelombang pasang/abrasi sebanyak 2 kejadian.

Bencana tersebut juga berdampak pada kerusakan rumah warga. Menurut catatan BNPB, terdapat 11.305 unit rumah dengan rincian masing-masing adalah 3.439 rumah rusak berat; 1.584 rusak sedang; dan 6.282 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga dialami pada fasilitas umum berjumlah 197 unit, meliputi 121 fasilitas pendidikan; 65 fasilitas ibadah; dan 11 fasilitas kesehatan. Sedangkan kantor pemerintahan yang rusak sebanyak 43 bangunan, kemdian juga ada 73 jembatan rusak.

"Data yang tersebut di atas masih dapat berpotensi mengalami perubahan sesuai olah data terbaru dari lapangan. BNPB melalui Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusadatinkom) akan memperbarui data tersebut ke depannya," ujar Agus.

Baca juga artikel terkait BENCANA ALAM atau tulisan lainnya dari Zakki Amali

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Zakki Amali
Editor: Abdul Aziz