Menuju konten utama

2.000 Orang Pindah ke Jakarta Per Mei 2023, Diduga untuk PPDB

Disdukcapil DKI menduga lonjakan perpindahan penduduk pada Mei 2023 untuk keperluan PPDB Zonasi di Jakarta.

2.000 Orang Pindah ke Jakarta Per Mei 2023, Diduga untuk PPDB
Petugas memberikan penjelasan kepada warga yang memiliki keluhan pendaftaran sekolah anaknya di Posko Pengaduan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 tingkat SMA dan SMK di SMK Negeri 27 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta, Senin (6/6/2022). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU

tirto.id - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta mencatat terjadi lonjakan kepindahan penduduk sekitar 2.000 orang pada Mei 2023. Besarnya jumlah kepindahan penduduk ini diduga untuk keperluan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB).

Angka pertumbuhannya sangat luar biasa mengingat pada bulan sebelumnya perpindahan penduduk hanya 890 orang.

"April yang pindah ke Jakarta cuma 890 orang. Kalau Mei, hampir 2.000 orang. Jadi, lonjakannya cukup luar biasa," kata Kepala Disdukcapil DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, Kamis (20/7/2023) dilansir dari Antara.

Menurut Budi perpindahan warga ke Jakarta menjelang Juni 2023 tergolong janggal karena jarak waktunya yang berdekatan dengan proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta 2023.

"Agak aneh, bulan Mei angkanya [warga yang pindah] sampai 216 persen, [warga] dari luar DKI," ujar Budi.

Selain itu, Budi menjelaskan keluarga yang baru pindah pada Mei 2023 tidak akan bisa mendaftarkan anaknya untuk mengikuti proses PPDB DKI Jakarta.

Salah satu syarat mengikuti PPDB DKI 2023 yakni setiap keluarga setidaknya harus memiliki kartu keluarga (KK) yang terdaftar paling akhir pada 1 Juni 2022.

"Mereka [warga] yang berpindah (KK) setelah 2 Juni 2022 sampai 30 Juni 2023, itu melanggar aturan kalau mendaftar (PPDB)," ucap Budi.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengungkapkan data kependudukan 23 peserta seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 menumpang di Kartu Keluarga (KK) orang lain.

"Ya kurang lebih ada 23, tidak banyak sih," kata Heru kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Temuan tersebut, kata Heru, nantinya sebagai bahan evaluasi agar pelaksanaan PPDB tahun berikutnya bisa berjalan lancar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Purwosusilo membenarkan temuan itu serta mengatakan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi pelaksanaan PPDB ke depan.

Baca juga artikel terkait PPDB DKI

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto