Menuju konten utama

2 Pesawat Tempur TNI AU Uji Coba Pendaratan di Tol Trans Sumatra

Ke depan, Pemerintah menyiapkan roadmap pengembangan sejumlah ruas jalan tol maupun jalan nasional di berbagai wilayah menjadi landasan alternatif.

2 Pesawat Tempur TNI AU Uji Coba Pendaratan di Tol Trans Sumatra
Uji coba pesawat saat mendarat dan lepas landas di ruas Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) KM228-KM231 Simpang Pematang, Lampung, Rabu (11/2/2026). Dok: Dispenau

tirto.id - Dua Pesawat tempur TNI Angkatan Udara, EMB-314 Super Tucano dan F-16 Fighting Falcon, berhasil melaksanakan uji coba pendaratan dan lepas landas di ruas Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) KM228-KM231 Simpang Pematang, Lampung, Rabu (11/2/2026).

Dalam keterangan pers yang diterima Tirto dari Dispenau, Rabu (11/2/2026), Wamenhan RI, Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan tonggak penting dalam penguatan sistem pertahanan semesta. Hal itu disampaikan Wamenhan RI usai pelaksanaan uji coba yang ditinjau bersama Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, Rabu (11/2/2026).

Wamenhan menjelaskan bahwa sistem pertahanan Indonesia bersifat semesta, yang berarti pertahanan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI, tetapi melibatkan seluruh elemen bangsa. Uji coba ini menjadi salah satu wujud nyata pelaksanaan sistem pertahanan tersebut.

Wamenhan menambahkan, keberhasilan ini menunjukkan sinergi yang solid antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan Umum, TNI Angkatan Udara, PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola jalan tol, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat yang turut berpartisipasi demi kelancaran kegiatan.

"Ke depan pemerintah telah menyiapkan roadmap pengembangan sejumlah ruas jalan tol maupun jalan nasional di berbagai wilayah agar dapat memenuhi persyaratan sebagai landasan alternatif secara situasional," bunyi keterangan resmi Dispenau, Rabu (11/2/2026).

Langkah ini sejalan dengan strategi pertahanan pulau-pulau besar, sehingga tersedia opsi pangkalan alternatif apabila diperlukan.

Pemanfaatan jalan tol sebagai landasan alternatif situasional diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan operasional TNI Angkatan Udara dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman, tanpa mengurangi fungsi utama jalan tol sebagai sarana transportasi publik maupun kepentingan masyarakat.

Hadir pada kegiatan ini, Wamen PU, Pangkoopsudnas, Asrena Kasau, Kapuslaiklambangjaau, Pangkodau I, Waasops Kasau, Kadiskonsau, serta pejabat Kemhan dan TNI.

Baca juga artikel terkait TNI AU atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Flash News
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Fahreza Rizky