Yang Terjadi Setelah Surat Rencana Penutupan Alexis Bocor

Oleh: Hendra Friana - 23 Maret 2018
Dibaca Normal 2 menit
Surat rencana penutupan Hotel Alexis bocor, menjadi antiklimaks dari rencana Anies sebelumnya yang akan memberikan kejutan.
tirto.id - Kepala Satpol-PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko mengirimkan surat bernomor 220/1.731.1 ke instansi Kepolisian dan TNI pada 21 Maret 2018. Isinya pemberitahuan penutupan kegiatan usaha Hotel Alexis di Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Pada surat itu pihak Satpol-PP meminta bantuan tambahan 90 personel gabungan dari TNI dan Kepolisian. Satpol-PP menyiapkan 325 personel untuk dikerahkan esok harinya. Namun, pada hari rencana penutupan Kamis (22/3), surat edaran sudah tersebar di kalangan media melalui grup-grup WhatsApp. Upaya mencari kebenaran surat itu dilakukan dengan menghubungi pejabat terkait.

Misalnya, Kepala Bidang Industri dan Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Toni Bako kepada para wartawan mengonfirmasi rencana tersebut. Toni menyebut Alexis Group telah melanggar Pasal 55 Peraturan Gubernur Nomor 18 Tahun 2018 tentang Prostitusi. Langkah penutupan Hotel Alexis berdasarkan laporan dugaan pelanggaran.

Sementara itu, Wakil Kepala Satpol-PP DKI Jakarta Hidayatullah tak banyak berkomentar soal rencana penutupan Hotel Alexis. Ia hanya mengatakan personel Satpol PP sudah siap sejak pukul 11.00 WIB, Kamis, 22 Maret 2018.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Satpol-PP Yani Wahyu Purwoko sempat dilakukan, tapi ia tak bisa dihubungi. Tirto juga sempat mencoba menghubungi Kepala Disbudpar DKI Tinia Budianti tapi juga tak ada respons.

Sampai akhirnya, pada Kamis siang, 22 Maret 2018, kabar penutupan Alexis kian santer dan menjadi berita di beberapa media. Ratusan personel Satpol-PP juga sudah bersiaga dan menggelar apel di kelurahan Ancol. Lokasinya beberapa kilometer dari lokasi Hotel Alexis. Menjelang sore, sekitar pukul 16.00 WIB, eksekusi belum juga terjadi hingga kabar pembatalan penutupan tersebut mencuat.


Saat kabar rencana penutupan Hotel Alexis ditanyakan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, ia malah bertanya balik kepada para awak media soal sumber kabar penutupan Alexis itu berasal. Anies telah meminta penutupan itu ditunda karena personel yang disiapkan terlalu berlebihan dan masih menggunakan cara-cara lama.

“Saya katakan pada semua, saya tidak mau itu 325 orang. Apa-apaan itu dikerahkan. Tadi malam itu jam 23.30 WIB, saya instruksikan hentikan semua proses karena tidak perlu 325 orang untuk menutup sebuah tempat,” ujar Anies sebelum meninggalkan Balai Kota, Kamis Petang (22/3).

Anies mengklaim tak ada perintah untuk menutup Alexis pada Kamis, 22 Maret. Ia menyebut kabar yang beredar tersebut merupakan bentuk ketidakdisiplinan organisasi bawahannya. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengancam bakal mendisiplinkan beberapa petugas dinas yang terbukti membocorkan surat. Anies tak menjelaskan apa bentuk tindakan “mendisiplinkan” pejabat.

Setelah Bocornya Surat

Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Naufal Firman Yusrak sempat mencari tahu. Naufal bertanya lewat sambungan telepon, ihwal dari mana surat tersebut berasal kepada seorang jurnalis di Balai Kota. Ia juga meminta rekaman wawancara Toni Bako dan Hidayatullah. Tirto sempat menyaksikan dan mendengar langsung percakapan pada Kamis (22/3) malam itu.

Naufal Firman Yusrak tak memberi keterangan lanjutan terkait percakapan tersebut. Ia tak mengangkat telepon dan membalas pesan WhatsApp yang dikirim oleh Tirto pada Jumat (23/3).

Beberapa jam setelah itu, Wakasatpol PP Hidayatullah datang ke ruang pers Balai Kota DKI Jakarta. Hidayatullah memberikan keterangan bahwa tak membocorkan informasi rencana penutupan Hotel Alexis, termasuk adanya surat penutupan yang telah beredar di grup pesan singkat.

“Saya tidak membocorkan surat edaran tersebut. Saya sendiri tidak tahu menahu mengenai proses surat tersebut,” kata Hidayatullah.


Sensitifnya pejabat Pemprov DKI Jakarta terkait, dalam konteks pasca bocornya surat penutupan Hotel Alexis dapat dilihat dari sikap Anies selama ini. Anies tak pernah membuka informasi soal rencana penutupan Alexis ke media massa. Ia kerap berujar “bakal memberi kejutan" ketika ditanya soal soal tindakan pada Hotel Alexis.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, Anies memang meminta agar semua informasi terkait penutupan Alexis dipusatkan kepadanya. Menurut Sandi, hal itu dilakukan untuk menghindari kesalahan persepsi atas informasi tentang rencana penutupan Alexis.

“Dia [Anies] berpesan supaya tidak terjadi miskomunikasi, mispersepsi. Satu saja yang bicara mengenai ini. Dan, saya sangat setuju ini,” kata Sandiaga beberapa waktu lalu.

Sehingga Sandi selalu menolak memberikan jawaban ketika ditanya ihwal Hotel Alexis. “Semua statement tentang Alexis akan diberikan oleh Pak Anies," kata Sandi, Jumat (23/3)

Baca juga artikel terkait PENUTUPAN ALEXIS atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Mufti Sholih
DarkLight