tirto.id - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, mendorong perguruan tinggi terlibat aktif mendukung program pengentasan kemiskinan di Indonesia. Dia menilai kampus bisa memainkan peran signifikan dalam mempercepat target penurunan angka kemiskinan.
"Salah satu problem utama kemiskinan di masyarakat adalah mindset [cara pandang], dan yang paling bisa menyasar pada masalah itu, salah satunya adalah pihak kampus,” ujar Agus Jabo dalam Dialog Kebangsaan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten, Rabu (23/4/2025).
Agus Jabo menambahkan, pemerintah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem pada 2026. Adapun angka kemiskinan ditargetkan turun menjadi di bawah 5 persen pada 2029. Untuk memenuhi target itu, Kementerian Sosial (Kemensos) kini terus memperkuat kolaborasi lintas-sektor, termasuk dengan perguruan tinggi.
Saat berbicara dalam acara bertema “Sinergi dan Kolaborasi dalam Program Pengentasan Kemiskinan serta Penghapusan Kemiskinan Ekstrem” tersebut, Wamensos Agus Jabo juga sempat menyinggung perubahan pendekatan dalam upaya mengatasi kemiskinan.
Saat ini, menurut dia, Kemensos berupaya menggeser pendekatan program perlindungan sosial (social protection) menuju pemberdayaan yang lebih kuat (heavy empowerment). Pergeseran ini bertujuan melepaskan warga miskin dari ketergantungan terus-menerus pada bantuan pemerintah.
Dalam konteks pendekatan pemberdayaan tersebut, kata Agus Jabo, kampus-kampus di seluruh Indonesia dapat ikut aktif terlibat. Misalnya, melalui program di desa binaan atau lembaga pengabdian masyarakat, hingga menyediakan sumber daya intelektual.
“Sinergi ini bisa diwujudkan dalam program-program pemberdayaan yang konkret, agar masyarakat tidak bergantung terus-menerus pada bantuan sosial,” ujar Agus Jabo.
Untirta Siap Berkolaborasi dengan Kemensos
Melalui forum di Untirta, Kemensos menegaskan komitmennya untuk membangun kerja sama jangka panjang dengan perguruan tinggi. Kerja sama itu bisa dalam bentuk riset sosial terapan, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan masyarakat di desa.
Menanggapi ajakan kerja sama itu, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Fatah Sulaiman menyatakan kampusnya siap menjadi mitra strategis pemerintah serta berkolaborasi dengan Kemensos untuk mendukung pembangunan sosial yang inklusif.
"Saat ini kami membina desa literasi, desa mandiri energi, serta memanfaatkan teknologi panel surya untuk energi ramah lingkungan di kampus utama. Semua ini diarahkan untuk membentuk masyarakat yang mandiri dan berdaya,” kata Fatah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendukung kerja sama antara perguruan tinggi dengan Kemensos.
“Pemerintah Provinsi Banten menyambut baik kolaborasi ini. Kami percaya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci utama dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan,” ujar dia.
Adapun Wakil Wali Kota Serang, Agis Nur Aulia juga mengapresiasi keterlibatan langsung perguruan tinggi dalam program pemberdayaan masyarakat.
“Kami melihat peran kampus sangat strategis dalam membangun kapasitas masyarakat. Kolaborasi ini harus menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan,” kata Agis.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id




























