Usai Nyoblos, Anies Baswedan: Dua Paslon Sarankan Pakai Putih

Oleh: Hendra Friana - 17 April 2019
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memberikan suaranya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) eksekutif dan legislatif di TPS 60, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).
tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memberikan suaranya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) eksekutif dan legislatif di TPS 60, Lebak Bulus Dalam II, Jakarta Selatan, hari ini (17/4/2019).

Usai pencoblosan, ia beserta istri dan dua orang anaknya memasukkan jarinya dalam wadah tinta sebagai tanda telah menggunakan hak pilih. Namun, bukan hanya jari kelingking yang ia celupkan, melainkan dua jari lainnya yakni jadi tengah dan jari manis.

"Dari dulu saya nomor 3," ujar Anies seraya menunjukkan bekas tinta itu di hadapan wartawan.

Anies memang punya kaitan istimewa dengan angka 3. Sebab, saat maju dalam Pilkada DKI Jakarta, ia dan wakilnya Sandiaga Uno merupakan kandidat yang menyandang nomor tersebut.

Di samping itu, Anies juga sengaja mengenakan kemeja putih saat berangkat ke TPS. Bukan bermaksud menyatakan dukungannya ke salah satu calon, kata Anies, ia justru ingin mengulang kembali momen saat mencoblos pada Pilkada DKI Jakarta.

"Dua paslon kan juga sarankan pakai putih-putih. Saya waktu nyoblos dulu juga kan pakai baju putih," ucapnya.

Siang ini, Anies rencananya akan berkunjung ke beberapa wilayah untuk memantau penyelenggaraan Pemilu. Kunjungan itu akan dilakukan Anies bersama sejumlah pejabat yang tergabung dalam forum komunikasi pimpinan daerah (Forkominda) DKI Jakarta.

Mantan rektor universitas Paramadina Jakarta itu diagendakan mendatangi TPS 39, Taman Suropati, Menteng Jakarta Pusat. Lokasi TPS yang berdekatan dengan rumah dinasnya itu sudah siap dan dibukan sejak pukul 07.00.

Setelah itu, Anies dijadwalkan akan mengunjungi TPS 71-78 di Rutan Salemba, Jakarta Pusat, dan dilanjutkan ke TPS 09 di Komplek Berlan, Matraman, Jakarta Timur.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Politik)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Maya Saputri
DarkLight