Menuju konten utama

Update Krisis Ukraina-Rusia: Bagaimana Sikap Presiden Putin ke AS?

Berikut adalah update terkini krisis Ukraina dan Rusia, terlebih atas sikap Putin dan Amerika. 

Update Krisis Ukraina-Rusia: Bagaimana Sikap Presiden Putin ke AS?
Orang-orang menghadiri upacara penghormatan kepada para pembela Ukraina yang gugur, termasuk tentara yang tewas dalam pertempuran dengan pemberontak pro-Rusia di bandara Donetsk hari ini pada tahun 2015, di sebuah peringatan di dekat markas besar Kementerian Pertahanan di Kyiv, Ukraina, Kamis (20/1/2022). ANTARA FOTO/Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS/rwa/sad.

tirto.id - Konflik antara Ukraina dan Rusia belum sepenuhnya mereda. Berdasarkan pemberitaan baru-baru ini, Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Amerika Serikat mengabaikan komentarnya tentang krisis yang berkembang di Ukraina sejak Desember.

The Guardian melaporkan, dalam konferensi pers di Kremlin, Vladimir Putin mengaku tidak puas dengan respons AS atas tuntutan Rusia yang meminta NATO menarik pasukan dari Eropa timur.

“Sudah jelas … bahwa kekhawatiran utama Rusia diabaikan,” kata Putin usai berbicara dengan perdana menteri Hungaria, Viktor Orbán.

Barat, kata Putin menuding, memakai Ukraina sebagai "alat untuk menghalangi Rusia". Menurut Putin, dengan bergabungnya Ukraina ke NATO, maka dapat mengakibatkan konflik atas Krimea, semenanjung yang dianeksasi oleh Rusia di tahun 2014.

Namun demikian, Putin mengaku siap melanjutkan negosiasi dengan barat. Pernyataan ini beririsan dengan tudingan terhadap Rusia yang akan menginvasi Ukraina dengan cara mengerahkan ribuan tentara dan senjata ke perbatasan.

Presiden Rusia Vladimir Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin menyapa anggota parlemen majelis rendah yang baru terpilih, the State of Duma, di Moskow, Rusia, Selasa (12/10/2021). ANTARA FOTO/Sputnik/Sergei Bobylyov/Pool via REUTERS/pras/cfo

Sikap AS atas Konflik Ukraina dan Rusia

Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengatakan, dia yakin kalau Putin belum memutuskan apakah akan melancarkan serangan ke Ukraina atau tidak.

Sebagai upaya meredakan krisis antara Ukraina dan Rusia, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sudah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov.

“Jika Putin tidak bermaksud perang atau perubahan rezim, inilah saatnya untuk mundur,” kata Blinken kepada Lavrov, menurut seorang pejabat senior departemen luar negeri.

“Rasanya di sini kita masih tidak tahu bahwa Putin telah membuat keputusan tentang apa yang akan dia lakukan. Jadi sampai Presiden Putin membuat keputusan itu, kita perlu terus mempersiapkan hasil yang berbeda ini,” kata pejabat itu kepada wartawan.

AP News melaporkan, Rusia pada hari Senin menuduh barat sudah "meningkatkan ketegangan" atas Ukraina. Rusia juga menuduh AS membawa "Nazi murni" ke tampuk kekuasaan.

Sedangkan Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield membalas tudingan itu dengan mengatakan kekuatan militer Rusia yang tumbuh lebih dari 100.000 tentara di sepanjang perbatasan Ukraina adalah "mobilisasi terbesar" di Eropa dalam beberapa dekade.

Ia menambahkan, saat ini juga telah terjadi lonjakan serangan siber dan disinformasi Rusia.

“Dan mereka berusaha, tanpa dasar faktual apa pun, untuk menggambarkan Ukraina dan negara-negara Barat sebagai agresor untuk membuat dalih untuk menyerang,” katanya.

Baca juga artikel terkait KRISIS RUSIA DAN UKRAINA atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Politik
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya