Menuju konten utama

Update COVID-19 Indonesia 28 Juli 2022: Positif 6.353, Meninggal 17

Kasus penambahan COVID-19 tertinggi ada di DKI Jakarta dengan 3.157 kasus.

Update COVID-19 Indonesia 28 Juli 2022: Positif 6.353, Meninggal 17
Petugas kesehatan menunjukkan sampel tes Swab PCR COVID -19 untuk guru dan siswa saat pelacakan kluster sekolah di SMA N 1 Bantul, D.I Yogyakarta, Sabtu (5/2/2022). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/rwa.

tirto.id - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengumumkan penambahan kasus sebanyak 6.353 pada Kamis (28/7/2022). Jumlah ini lebih sedikit dari hari sebelumnya, yaitu 6.438 kasus. Total angka COVID-19 sejak 2 Maret 2020 hingga saat ini secara kumulatif sebanyak 6.191.664.

Kasus aktif mengalami kenaikan sebanyak 631. Jumlah kenaikan ini lebih sedikit dari hari sebelumnya yaitu 2.602. Secara kumulatif, kasus aktif hari ini sebanyak 46.655.

Kasus kematian akibat COVID-19 bertambah 17. Jumlah penambahan ini lebih banyak dari hari sebelumnya yaitu 11. Secara kumulatif total kematian akibat COVID-19 sebanyak 156.957.

Angka kesembuhan hari ini bertambah 5.705. Jumlah penambahan ini lebih banyak dari hari sebelumnya yaitu 3.825. Sehingga total kumulatif kesembuhan sebanyak 5.988.052.

Jumlah spesimen yang diperiksa hari ini sebanyak 122.229. Spesimen tersebut terdiri atas RT-PCR: 35.460, TCM: 90, dan Antigen: 86.679.

Adapun laporan provinsi dengan kasus penambahan COVID-19 tertinggi ada di DKI Jakarta yaitu 3.157. Diikuti Jawa Barat 1.183, Banten 745, Jawa Timur 389, dan Bali 222.

Sementara, penambahan vaksinasi dosis pertama sebanyak 11.583, sehingga total kumulatif sebanyak 202.345.374. Penambahan vaksinasi dosis kedua sebanyak 6.007, sehingga total kumulatif sebanyak 169.942.479.

Penambahan vaksinasi dosis ketiga sebanyak 19.337, sehingga total kumulatif sebanyak 55.294.775. Pemerintah menargetkan sasaran vaksinasi COVID-19 sebanyak 208.265.720.

Baca juga artikel terkait UPDATE CORONA atau tulisan lainnya dari Farid Nurhakim

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri