Menuju konten utama

TPA Pakusari Jember Kritis: Gunungan Sampah Capai 35 Meter

Pemkab Jember tutup akses sampah organik ke TPA Pakusari  per 1 Juni 2026. Warga wajib kelola sampah mandiri.

TPA Pakusari Jember Kritis: Gunungan Sampah Capai 35 Meter
TPA Pakusari. foto/Jember yang itu
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur kini berada di titik kritis. Tempat pembuangan sampah utama Kabupaten Jember yang berlokasi di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari ini dilaporkan telah mengalami over kapasitas parah dengan ketinggian tumpukan sampah mencapai 35 meter.

Menyikapi kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi menetapkan bahwa mulai 1 Juni 2026, TPA Pakusari tidak akan lagi menerima kiriman sampah organik. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kementerian Lingkungan Hidup serta Surat Edaran (SE) Bupati Jember mengenai strategi pengolahan sampah mandiri.

TPA yang telah beroperasi sejak tahun 1991 ini dinilai sudah tidak sanggup lagi menampung beban sampah masyarakat Jember. Koordinator TPA Pakusari, Wahyu Andy Hindarto, mengungkapkan bahwa dari total luas lahan 6,8 hektare, lebih dari separuhnya atau sekitar 5 hektare sudah penuh sesak oleh gunungan sampah.

“Kondisinya sudah penuh. Bahkan area buffer zone atau zona edukasi saat ini sudah berubah menjadi tumpukan sampah. Lahan yang tersisa hanya digunakan untuk fasilitas kantor dan pengolahan,” ujar Andy, Jumat (24/4/2026).

 TPA Pakusari

TPA Pakusari. foto/Jember yang itu

Akibat keterbatasan lahan yang kian kronis, rencana perluasan area di bagian utara TPA pun resmi dibatalkan. Per Juni mendatang, TPA Pakusari hanya akan melayani pembuangan sampah residu dalam jumlah terbatas.

Kondisi ini memaksa adanya perubahan pola hidup masyarakat secara besar-besaran. Warga Jember kini diwajibkan mengelola sampah organik secara mandiri di lingkungan masing-masing, mulai dari tingkat RT hingga RW, baik melalui pengomposan maupun optimalisasi bank sampah.

Meski kondisi TPA sudah dalam tahap "lampu merah", kesiapan sistem di tingkat bawah masih menjadi catatan. Direktur Bank Sampah Sahabat, Mira Christina Effyati, menyebutkan bahwa saat ini hanya ada sekitar 75 unit bank sampah aktif di Jember. Jumlah tersebut dinilai belum mampu menyerap seluruh volume sampah rumah tangga.

“Kondisi TPA memang sudah tidak kondusif dan tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk. Namun, jika hanya bergantung pada bank sampah yang ada saat ini, saya kira belum mampu menampung semuanya,” jelas Mira.

Sebagai solusi mendesak, pemerintah didorong untuk segera membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan guna mencegah terjadinya penumpukan sampah liar di pinggir jalan akibat ditutupnya akses sampah organik ke TPA Pakusari.

============

Jember yang Itu adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait DAMPAK SAMPAH atau tulisan lainnya dari Jember Yang Itu

tirto.id - Flash News
Kontributor: Jember Yang Itu
Penulis: Jember Yang Itu
Editor: Siti Fatimah