TKN Sebut Ketum Partai akan Turun Gunung Kampanyekan Jokowi-Ma'ruf

Oleh: Felix Nathaniel - 22 Maret 2019
Hasil survei Litbang Kompas menyatakan, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen.
tirto.id - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk meraih suara di 34 provinsi saat kampanye terbuka Pilpres 2019.

Hal ini sebagai tindak lanjut dari hasil survei Litbang Kompas yang menyatakan elektabilitas kedua kandidat Capres-Cawapres semakin tipis, yakni 11,8 persen.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 49,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 37,4 persen. Sementara 13,4 persen responden menyatakan pilihannya masih rahasia.

Wakil Sekretaris TKN Verry Surya mengatakan, strategi kampanye tersebut akan melibatkan ketua umum dan sekretaris jenderal partai pendukung Jokowi-Ma'ruf.

Terkait dengan Jokowi dan Ma'ruf sendiri, Verry mengatakan, keduanya diproyeksikan akan mengunjungi seluruh provinsi, sehingga nantinya ketua umum akan berkampanye ke daerah lain.


Akan tetapi, Verry mengatakan, rencana itu masih dinamis karena Jokowi-Ma'ruf belum tentu bisa mengunjungi 34 provinsi di Indonesia dalam waktu yang hanya 11 hari. Namun, ia memastikan ada strategi lain untuk mengatasi hal itu.

"Ada. Dan mohon maaf belum bisa saya sampaikan saat ini. Yang jelas sekarang rencana strategis sudah dibuat, tinggal dimatangkan secara teknis," kata Verri kepada Tirto, Jumat (22/3/2019).

Terkait dengan kunjungan ketua umum partai ke berbagai daerah, Verry menjelaskan, mereka akan memberikan sambutan dalam acara kampanye. Jokowi dan Ma'ruf juga akan berpencar saat kampanye Pilpres 2019 nanti.

Kendati demikian, Verri tak mau merinci nama-nama yang akan mengikuti Jokowi dan Ma'ruf melakukan kunjungan.

"Jadwal sudah fix, capres dan cawapres ke mana saja sudah jelas, siapa yang menemani juga sudah jelas," kata Verri lagi.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Felix Nathaniel
(tirto.id - Politik)

Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight