Menuju konten utama

TKN Akan Libatkan Jokowi dalam Penyusunan Kabinet Prabowo-Gibran

Menurut Drajad, penyusunan Kabinet Prabowo-Gibran menjadi kewenangan Jokowi, Prabowo, Gibran hingga para ketum Koalisi Indonesia Maju (KIM). 

TKN Akan Libatkan Jokowi dalam Penyusunan Kabinet Prabowo-Gibran
Sejumlah relawan mengacungkan dua jari saat Konsolidasi TKD Prabowo - Gibran Provinsi Jawa Barat di The House Convention Hall, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/11/2023). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/YU

tirto.id - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran membantah ihwal bocoran Kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang viral di media sosial X.

TKN memastikan pembahasan untuk membentuk Kabinet Prabowo-Gibran menjadi kewenangan Presiden Jokowi, Prabowo, Gibran, dan para Ketua Umum Koalisi Indonesia Maju (KIM), parpol pengusung, dan pendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo, menepis bocoran kabinet itu. Menurut Drajad, sejauh ini belum ada pembahasan detail terkait Kabinet Prabowo-Gibran.

"Sependek pengetahuan saya, belum ada pembahasan mendetil tentang nama-nama," kata Drajad kepada Tirto, Selasa (20/2/2024).

Menurut Drajad, penyusunan Kabinet Prabowo-Gibran menjadi kewenangan Jokowi, Prabowo, Gibran hingga para ketum Koalisi Indonesia Maju (KIM), partai pengusung dan pendukung Prabowo-Gibran.

"Selain Presiden Jokowi, Pak Prabowo dan Mas Gibran, yang membahas adalah para Ketum parpol KIM. Prinsip-prinsip dan kerangka besarnya tentu sudah dibicarakan karena beliau-beliau itu sering bertemu," ucap Drajad.

Ketika disinggung bakal membentuk tim transisi, Drajad mengatakan dibentuk setelah pengumuman resmi KPU. Menurut Drajad, pembentukan tim transisi tergantung para Ketua Umum KIM, Jokowi, Prabowo, dan Gibran.

"Ada atau tidak, kapan dan siapa saja, itu nanti para Ketum dengan Pak Jokowi, Pak Prabowo dan Mas Gibran yang akan membahas dan memutuskan," tutup Drajad.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua TKN, Afriansyah Noor, mengatakan bocoran nama-nama kabinet yang beredar di media soail tidak benar alias hoaks.

Menurutnya, penyusunan Kabinet Prabowo-Gibran akan dilakukan setelah real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI rampung. Saat ini, real count perhitungan suara masih terus berjalan.

"Belum jelas ini, hoaks. Setahu saya belum ada. Prediksi setelah real count KPU RI," kata Afriansyah kepada Tirto, Selasa (20/2/2024).

Afriansyah juga belum mengetahui apakah akan membentuk tim transisi guna menyusun Kabinet Prabowo-Gibran atau tidak. intinya, kata dia, belum ada pembahasan sama sekali perihal penyusunan Kabinet Prabowo-Gibran.

"Saya belum tahu mau dibuat apa tidak (tim transisi). Sampai sekarang belum ada kayaknya," tuturnya.

Bantahan senada disampaikan Juru Bicara TKN Prabowo-Gibran, Cheryl Tanzil, ihwal bocoran nama-nama dalam kabinet. Saat ini, kata dia, internal KIM belum membahas kabinet.

"Dari TKN belum ada pembahasan," kata Cheryl singkat, Selasa (20/2/2024).

Dalam postingan di media sosial X memperlihatkan gambar yang disebut-sebut sebagai bocoran Kabinet Prabowo-Gibran. Nama Presiden Jokowi dan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Presiden. Jokowi menduduki posisi Ketua dan SBY sebagai wakil.

Di kursi menteri, nama Airlangga Hartarto menjabat sebagai Menteri Bidang Perekenomian, Erick Thohir sebagai Menteri Energi, Investasi dan Lingkungan Hidup.

Ada pula nama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY yang menduduki posisi Menteri Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Sementara itu, Rosan Roeslani yang saat ini menjabat sebagai Ketua TKN Prabowo-Gibran menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Lalu, Yusril Ihza Mahendra menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Kemudian, Nusron Wahid yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris TKN Prabowo-Gibran menduduki posisi sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Baca juga artikel terkait BOCORAN KABINET PRABOWO atau tulisan lainnya dari Fransiskus Adryanto Pratama

tirto.id - News
Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Irfan Teguh Pribadi