Tips Jadi Pendamping Persalinan Bagi Calon Ayah

Oleh: Yonada Nancy - 30 November 2020
Dibaca Normal 1 menit
Dukungan intents dari pasangan selama proses persalinan dapat memberikan manfaat positif bagi ibu dan bayi.
tirto.id - Kelahiran menjadi salah satu momen besar dalam hidup para calon orang tua. Mencemaskan proses persalinan sangat sering dialami oleh calon orang tua.

Sehingga mencari banyak informasi mengenai kemungkinan-kemungkinan pra dan pasca persalinan penting untuk dilakukan.

Bagi calon ibu, proses bersalin itu sendiri bisa saja berlansung cepat dan minim trauma tapi bagi sebagian perempuan lainnya proses persalinan bisa saja membutuhkan waktu yang lebih lama dan melelahkan.

Selama masa kontraksi dan pembukaan, sering kali memakan waktu lama bagi sebagian perempuan. Sehingga pada masa pembukaan ini penting untuk memberi perhatian lebih pada perempuan.

Disinilah peran pasangan benar-benar diperlukan. Beberapa calon ayah mungkin kerap berpikir bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan selama proses persalinan.

Padahal, menurut penelitian, dukungan intents dari pasangan selama proses persalinan dapat memberikan manfaat positif bagi ibu dan bayi.

Berikut ada beberapa tips atau cara yang dapat dilakukan calon ayah selama mendampingi istri melahirkan.

1. Cari infromasi sebanyak-banyaknya

Proses persalinan bisa jadi menakutkan bagi calon orang tua, apalagi pada persalinan anak pertama. Sehingga penting untuk mencari tahu berbagai hal mengenai proses persalinan yang akan dijalani.

Pelajari tentang ciri-ciri kontraksi, ketuban yang pecah, alasan operasi caesar dan risiko-risiko yang dapat dihindari.

Mengetahui apa yang akan terjadi akan membuat pengalaman itu tidak terlalu menakutkan bagi calon orang tua. Konsultasikan berbagai hal yang dikhawatirkan atau ikuti kelas antenatal selama masa kehamilan.

2. Siapkan diri jika proses persalinan cukup lama

Pada beberapa persalinan tidak seperti yang dilihat di film saat bayi lahir beberapa menit setelah wanita mengalami kontraksi.

Proses persalinan lebih panjang dan melelahkan dari pada itu. Dilansir dari Baby Center, setidaknya ada tiga tahap yang harus dilewati dalam masa bersalin.

Tahap pertama, yakni fase kontraksi dapat berlangsung hingga 12 jam, lalu dilanjutkan dengan tahap persalinan bayi dan tahap persalinan plasenta, yang kira-kira membutuhkan waktu beberapa jam lagi. Ini artinya, ada banyak waktu yang dihabiskan di rumah sakit selama proses persalinan.

Untuk alasan kenyamanan, pertimbangkan dengan pasangan melewatkan tahap pertama di rumah. Konsultasikan pada dokter dan bidan mengenai keputusan tersebut.

3. Komunikasikan keinginan pada bidan atau dokter

Banyak calon orang tua yang ingin menjadikan kelahiran anak mereka sebagai momen istimewa. Termasuk merekam, memotong plasenta, mengadzani bayi, dan hal-hal memorial lainnya.

Beberapa rumah sakit memiliki aturannya sendiri, sehingga penting untuk menyampaikan pada dokter atau bidan apakah hal tersebut mungkin dilakukan.

4. Menjadi juru bicara

Selama proses persalinan, mungkin terjadi hal-hal yang tidak terduga. Dokter atau perawat mungkin akan mencoba menekan untuk menyetujui intervensi yang tidak ingin dilakukan atau bahkan tidak dibutuhkan.

Padahal, pasangan tidak sedang dalam keadaan yang bisa diajak berkomunikasi. Sehingga sudah jadi peran suami untuk turun tangan dengan tindakan tegas jika situasinya membutuhkannya.

5. Tetap tenang

Sebuah studi menyebutkan terus bersikap positif selama persalinan dapat membantu mengurangi rasa sakit, menghindari operasi caesar, dan merasa puas dengan pengalaman persalinan.

Meskipun, kekhawatiran memang tidak dapat dihindari selama menjalani proses persalinan.

"Melahirkan adalah peristiwa yang sangat emosional dan sebagian besar tidak terkendali," kata Jenny Keller, MD, direktur program residensi di Kebidanan dan Ginekologi Universitas George Washington, seperti yang dikutip dari Parents.

Menurut Keller, mendiskusikan setiap hal pada dokter akan membantu pasangan menjadi lebih tenang.

6. Ikuti setiap prosesnya

Kesehatan calon ibu merupakan fokus utama dalam kondisi ini. Namun, yang perlu diingat, pasangan juga akan ikut dalam setiap prosesnya, temasuk mendampingi dan menginap di rumah sakit selama beberapa hari.



Baca juga artikel terkait MELAHIRKAN atau tulisan menarik lainnya Yonada Nancy
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight