Tips Anak Tak Suka Minum Air Putih & Apa Pentingnya untuk Tubuh

Penulis: Yandri Daniel Damaledo, tirto.id - 30 Sep 2022 14:23 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Tips anak tak suka minum air putih dan apa manfaat air bagi perkembangan mereka?
tirto.id - Minum air putih minimal 8 gelar sehari telah dianjurkan oleh pakar kesehatan, untuk memperlancar pencernaan dan memelihara fungsi ginjal.

Anjuran ini tak hanya berlaku bagi orang dewasa, tapi juga anak-anam. Namun, terkadang beberapa anak tidak suka minum air putih, dan orang tua sering kesulitan menanganinya.

Padahal, asupan air mineral penting bagi tumbuh kembang anak, namun bagaimana bila anak-anak lebih menyukai air berwarna dengan penambah rasa?

Dokter spesialis anak dr. Cahyani Gita Ambarsari, Sp.A (K) dari RS Pondok Indah - Bintaro Jaya memberikan beberapa trik agar konsumsi cairan harian anak tetap terpenuhi dan berasal dari minuman yang sehat, dikutip dari siaran resmi, seperti dikutip dari Antara, Rabu, (28/9/2022).

Tips Agar Anak Suka Minum Air Putih


Pertama, coba taruh potongan buah segar ke dalam air mineral sebagai penambah rasa. Kemudian, pilihlah susu sapi atau susu kedelai dengan rasa tawar. Orangtua juga dapat memberikan air kelapa tanpa pemanis atau jus buah murni tanpa tambahan susu atau gula.

"Sebaliknya, produk minuman seperti soda, susu, atau jus buah dengan tambahan gula dan pewarna, serta minuman berkafein, sebaiknya dihindari," kata Cahyani menegaskan.

Produk minuman ini mengandung tambahan kalori kosong, yaitu kalori tanpa nilai nutrisi dan juga dapat memperberat kerja ginjal, terutama pada anak berusia kurang dari lima tahun.

Air putih atau air mineral adalah sumber cairan yang terbaik karena tidak mengandung gula dan kalori. Namun, penelitian menunjukkan bahwa cairan yang berwarna, seperti susu, atau memiliki rasa, misalnya dengan gula, akan lebih disukai oleh anak.

Orangtua perlu mengingat bahwa cairan yang berwarna dan manis ini mengandung kalori, sehingga harus dikonsumsi secara hati-hati.

Penelitian pun menunjukkan bahwa tambahan gula pada minuman anak merupakan salah satu penyebab kejadian berat badan berlebih atau obesitas dan penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit ginjal kronis, pada saat ia berusia dewasa.

Ia menjelaskan setiap makanan dan minuman yang kita konsumsi mengandung air, hanya saja dengan komposisi yang berbeda. Umumnya, sekitar 20 persen dari kebutuhan air harian akan diperoleh dari makanan, terutama buah dan sayur yang memiliki kandungan air yang tinggi, sedangkan 80 persen sisanya dipenuhi dari minuman.

Oleh karena itu, cairan atau produk minuman apapun yang kita minum akan berperan dalam mencukupi kebutuhan hidrasi harian karena mengandung air.

Air juga memiliki peran yang penting untuk memelihara kesehatan ginjal.

Hidrasi yang cukup akan membuat darah dapat mengalir bebas ke ginjal. Hal ini akan memastikan ginjal mendapat oksigen dan nutrisi yang anak butuhkan untuk melakukan fungsinya dengan baik.

Hidrasi yang cukup juga dapat membantu ginjal membuang zat sisa dari darah dalam bentuk urine, karena terdapat 60 persen air yang akan dibuang oleh tubuh melalui urine.

Selain itu, air yang cukup juga dapat mencegah kristal-kristal pembentuk batu untuk mengendap dan saling menempel, serta membantu pembilasan “flushing” saluran kemih atau membuang bakteri penyebab infeksi dari saluran kemih.

Apa Manfaat Minum Air 8 Gelas Sehari?


Menurut Healthline, tubuh manusia terdiri dari sekitar 60 persen air. Anda biasanya disarankan agar Anda minum delapan gelas air sehari.

Jika tubuh Anda tidak terhidrasi, maka kinerja fisik Anda bisa menurun. Berikut ini manfaat minum air 8 gelas sehari, menurut Kemenkes RI.

- Dapat memelihara fungsi ginjal

- Menghindari dehidrasi

- Mengurangi risiko kanker kandung kemih

- Memperlancar pencernaan

- Perawatan kulit

- dan dapat Mengontrol kalori.

Air Putih Penting untuk Proses Tumbuh Kembang Anak


Asupan air berperan penting dalam membantu proses perkembangan fungsi-fungsi organ dalam tubuh anak, kata dokter spesialis anak dr. Cahyani Gita Ambarsari, Sp.A (K).

Konsultan nefrologi anak yang juga anggota Ikatan Dokter Indonesia itu menjelaskan anak punya kebutuhan metabolisme lebih tinggi dibandingkan orang dewasa sebagai dampak dari tumbuh kembang tubuhnya.

"Hal inilah yang menyebabkan hilangnya air atau pergantian cairan dan zat terlarut pada anak terjadi lebih cepat dibandingkan pada orang dewasa," kata Cahyani dalam siaran resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (28/9).

Ia mengatakan air merupakan komponen terbesar pada tubuh manusia. Namun, kandungan air dalam tubuh bisa berkurang tanpa konsumsi cairan yang cukup. Hal ini terjadi karena dalam melakukan fungsinya, air juga akan dikeluarkan dari tubuh.

Misalnya, untuk membuang zat sisa metabolisme, zat sisa ini akan dilarutkan dalam air, baru kemudian dikeluarkan dalam bentuk urine dari ginjal, keringat dari kulit, dan tinja dari saluran pencernaan.

Penguapan air melalui kulit dan paru-paru juga merupakan salah satu cara untuk mengendalikan dan mempertahankan suhu tubuh.

Oleh karena itu, air yang ada dalam tubuh juga akan dikeluarkan setiap hari, yaitu melalui urine (60 persen), penguapan dari kulit dan paru-paru (35 persen), serta tinja (5 persen).

Maka, untuk mempertahankan kandungan air dalam tubuh dan memastikan fungsi-fungsi tubuh berjalan dengan optimal, konsumsi cairan yang cukup setiap harinya penting, terlebih bagi bayi dan anak-anak.

Asupan air penting bagi anak karena komposisi tubuhnya berbeda dibandingkan orang dewasa. Volume otot, lemak, dan tulangnya belum sebesar orang dewasa.

"Karenanya, tubuh anak didominasi oleh proporsi kandungan air yang lebih besar," ujar Cahyani.

Semakin muda usia seorang anak, akan semakin besar pula komposisi air dalam tubuhnya. Sekitar 80 persen berat badan bayi terdiri dari air. Selain itu, luas permukaan tubuh anak secara proporsional lebih besar daripada orang dewasa.

Sementara itu, orang dewasa memiliki luas permukaan tubuh 0,26 sentimeter persegi untuk setiap sentimeter kubik volume tubuhnya, sedangkan bayi memiliki luas permukaan tubuh 1,32 sentimeter persegi untuk sentimeter kubik volume tubuhnya.

Tubuh secara alami mengalami kehilangan cairan melalui permukaan kulit. Oleh sebab itu, bayi dengan luas permukaan tubuh lebih besar daripada dewasa, akan lebih mudah mengalami dehidrasi dibandingkan dengan orang dewasa.

Selain itu, ada mekanisme protektif tubuh untuk mencegah kehilangan air berlebih, contohnya rasa haus, yang sering sekali belum sempurna pada anak. Sebagian besar anak masih kurang peka dan tidak cepat untuk mengenali atau merasakan rasa haus tersebut.

"Begitu banyak manfaat air bagi si kecil, sehingga memastikan si kecil terhidrasi dengan baik menjadi hal yang sangat penting," kata dia.


Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Iswara N Raditya

DarkLight