Tiga Sociopreneur Memenangi Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 25 Februari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Kegiatan ini merupakan puncak kompetisi pengembangan wirausaha sosial yang digagas Kopi Kapal Api sejak Mei tahun lalu.
tirto.id - Kopi Kapal Api, di bawah naungan PT Santos Jaya Abadi, sukses menggelar Awarding Night Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu di Grand Hyatt, Jakarta, Sabtu (23/2/)2019. Kegiatan tersebut adalah puncak kompetisi pengembangan wirausaha sosial atau sociopreneurship yang digagas Kopi Kapal Api sejak Mei tahun lalu.

Diiikuti 5.500 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, 20 besar peserta kemudian diundang ke Jakarta. Meybi Agnesya Lomanledo, asal Kupang, berhasil meraih gelar juara pertama, disusul Azis Puskantara (Jakarta), dan Elven Aprilnico (Jakarta).

Meybi, bersama rekannya Kiki Nurrizky, mendirikan Sekolah Lapangan Timor Moringa Organik Indonesia (SL-TMOI) di Kupang. Sejak Agustus tahun lalu, lembaga tersebut fokus mengembangkan bisnis pengolahan pangan berbasis daun kelor.

Selain melatih kemampuan bertani masyarakat Desa Pitai, NTT, keduanya juga mengembangkan teknologi rumahan pengering daun kelor sehingga tanaman tersebut bisa dipetik manfaatnya dari hulu ke hilir.

“Gagasan mendirikan sekolah lapangan ini muncul ketika kami tahu bahwa warga di sana mendambakan pendidikan keterampilan yang sesuai dengan kondisi sosial budaya sekitar,” kata Meybi.

Sementara bisnis sosial yang dijalankan Azis Pusakantara, pemenang kedua, diberi nama Eco-Pavings. Azis bersama dua temannya, Angga Nurdiansah dan Darman Sutiawan, memanfaatkan limbah sampah kantong plastik untuk kemudian dijadikan bahan dasar paving block. Ketiganya mendapatkan pasokan sampah kantong plastik dari warga di sekitar tempat tinggal mereka di Citeurep, Bogor.

“Ke depan, kami berharap bisa bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang limbah kantong plastiknya banyak,” kata Azis.

Elven Aprilnico berhasil menjadi pemenang ketiga lantaran bisnisnya, Titik Balik Coffee, dijalankan dengan memberdayakan narapidana (napi) dan eks napi. Teknisnya, sebelum bebas, napi dengan sisa masa tahanan kurang dari enam bulan diberi pembekalan berupa keterampilan menyeduh dan menyangrai (roasting) kopi di kedai dalam lapas Salemba. Setelah bebas, mereka pun diajak bekerja sama.

“Hal yang paling sulit setelah napi bebas adalah diterima masyarakat. Keterampilan mereka menyeduh dan menyangrai kopi, selain menjadi cara untuk bersosialisasi, tentunya juga memberikan keuntungan ekonomi,” kata Elven.

Marketing Manager PT Santos Jaya Abadi Johnway Suwarsono menyatakan, pertemuannya dengan para peserta sepanjang kompetisi membuat pihak Kopi Kapal Api optimistis generasi muda punya potensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi negeri ini lewat pendekatan kreatif sociopreneurship.

“Lewat Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu, kami berharap para pemenang dapat meningkatkan skala usaha sosialnya sehingga dampak yang diberikan kepada masyarakat sekitar
juga bisa lebih besar,“ kata Johnway.

Pemenang pertama Secangkir Semangat #BuatNyataTujuanmu berhak mendapatkan uang tunai sebesar 250 juta rupiah dan mentoring selama 6 bulan bersama Yoris Sebastian, salah seorang juri kegiatan sekaligus Founder & Creative Thinker OMG. Pemenang kedua dan ketiga masing-masing mendapatkan uang sebesar Rp100 juta rupiah dan Rp50 juta.

Yoris mengatakan, dibandingkan dengan kompetisi sejenis yang diadakan sebelumnya, proposal yang masuk dalam kegiatan ini sangat variatif, baik dari segi ide maupun domisili asal para peserta.

Hal ini menunjukkan bahwa bisnis sosial, yang banyak digemari kalangan milenial, telah menjadi semacam tren di Indonesia. Ketiga pemenang terpilih, aku Yoris, dinilai sebagai calon-calon sociopreneur dengan pemikiran yang visioner dan passion yang kuat.

“Mereka punya kepekaan dan kemampuan untuk mengatasi permasalahan sosial-ekonomi di sekitarnya.”

Sebelum pengumuman, semua finalis diberi kesempatan untuk pitch deck atau presentasi di hadapan investor dan pemangku kepentingan. Setelahnya, kegiatan dilanjutkan dengan Coffee Talk bersama Direktur Pengembangan Pasar Ditjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Roostiawati, Sociopreneur dan Co founder Evoware David Cristian, serta Iwan Murty, CEO PT Tristar Service Indonesia.

Baca juga artikel terkait KOPI atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Siaran Pers
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight