Menuju konten utama

Tiga Jam Menentukan Ma'ruf Amin Dipilih Cawapres Jokowi

Bagaimana kronologi Ma'ruf Amin, bukan Mahfud MD, yang dipilih oleh partai koalisi Jokowi sebagai cawapres?

Tiga Jam Menentukan Ma'ruf Amin Dipilih Cawapres Jokowi
Pasangan capres dan cawapres dari Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo dan Mar'ruf Amin melakukan pendaftaran di KPU Pusat, Jakarta, Jumat (10/8/2018). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Prediksi Joko Widodo bakal memilih Mahfud MD sebagai calon wakil presiden pada pemilihan presiden 2019 begitu santer. Bekas Ketua Mahkamah Konstitusi itu bahkan sudah ada di sekitar lokasi deklarasi di Plataran Resto Menteng, Jakarta Pusat, Kamis sore, 9 Agustus.

Namun, keputusan Presiden ke-7 Indonesia itu membuyarkan semua. Jokowi lebih memilih Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia sekaligus orang nomor satu di Nahdlatul Ulama.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie mengaku baru tahu keputusan ini. "Baru. Baru banget. Kami baru tahu," kata Grace.

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Oedang juga mengakui hal sama. Menurutnya, keputusan itu baru diambil dan ia tidak mengetahui sebelum akhirnya duduk bersama Jokowi dan ketua umum serta sekretaris jenderal partai koalisi lain di Plataran.

"Ini yang mesti [masyarakat] tahu. Baru ini hari tahu keputusan presiden. Kami semua tahu ada Mahfud MD, ada yang lain juga. Ternyata yang dipilih presiden ... ya Ma'ruf Amin," katanya.

Pun demikian pengakuan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Cak Imin mengatakan sampai Kamis siang hari, nama yang terpikirkan menjadi cawapres masih Mahfud MD.

Lantas, kapan sebetulnya nama Ma'ruf Amin muncul? Kapan pula persisnya orang yang jadi saksi memberatkan dalam sidang penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama ini dipilih?

Penentuan di Istana

Kamis Pagi, sekitar pukul 09.00, seluruh perwakilan partai koalisi berkumpul di kantor Koalisi Indonesia Kerja yang beralamat di Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat. Pertemuan hanya berlangsung kira-kira satu jam. Perwakilan partai koalisi, yang kebanyakan dihadiri oleh sekretaris jenderal partai masing-masing, itu pun membubarkan diri.

Menurut Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, pertemuan tak hanya membahas teknis atau basa-basi jelang pengumuman nama cawapres pendamping Joko Widodo. Pertemuan itu untuk membahas penolakan Nahdlatul Ulama sekaligus kemungkinan NU tidak mendukung Jokowi jika nama Mahfud MD dijadikan cawapres Jokowi.

"Membahas penolakan NU terhadap pak Mahfud. Mendiskusikan itu. Belum ada kesimpulan, masih pembahasan," kata Karding kepada Tirto pukul 10.40.

Setelah pertemuan itu, Karding mengaku semua partai koalisi punya acara internal masing-masing. Namun, pernyataan ini tak sepenuhnya benar. Sebabnya, ada pertemuan lanjutan para ketua umum partai koalisi pemilik kursi di parlemen. Pertemuan ini bahkan dirancang langsung oleh Joko Widodo di Istana Negara.

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Verry Surya mengatakan bahwa partai yang tak memiliki kursi seperti PSI, Perindo, dan PKPI tidak diundang. Pertemuan itu dihadiri oleh Jokowi plus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh.

Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang dan Ketua Umum PDIP Megawati tidak datang meski partai mereka punya kursi di parlemen. OSO—panggilan Oesman Sapta—menghadiri acara lain dan langsung menuju Plataran Menteng pada Kamis sore. Sementara Megawati sedari pagi di rumahnya saja.

Verry Surya mengatakan pertemuan terjadi sekitar pukul 12.00-13.00 sampai pukul 15.00. Para ketua umum tidak datang bersamaan, tapi ada momen ketika mereka memang duduk bersama dalam satu forum.

Bisa dibilang inilah forum paling menentukan dalam penunjukan Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden Joko Widodo.

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan Ketua Umumnya, Romahurmuziy, adalah orang yang paling terakhir datang ke Istana. Menurutnya, Romi—panggilan Romahurmuziy—datang bukan lagi dalam rangka pembahasan siapa yang bakal dipilih, melainkan ke pemberitahuan.

"Pak Romi ke situ sudah pemberitahuan. Ada pemilihan Pak Ma'ruf Amin. Jadi tidak dalam posisi membahas," katanya.

Meski sangat krusial, tapi toh tak semua partai diundang seperti yang tadi sudah disebut. Ditambah, menurut pengakuan Grace Natalie, meski ia tahu ada ada pertemuan ini, hasil akhir pertemuan tak disampaikan. Grace saat itu menjadi narasumber dan bertemu beberapa orang ketika pertemuan tersebut berlangsung.

Malahan Sekjen PSI Raja Juli Antoni meluangkan waktu bersama Mahfud MD, cawapres ideal versi partai kemarin sore ini. Foto mereka menyebar di grup wartawan.

Airlangga Hartanto enggan buka mulut soal pertemuan itu. Ia hanya mengatakan pertemuan tersebut terkait nama capres dan cawapres. "Pasti soal pilpres dan capres. Ya bertemu dengan Jokowi," katanya, singkat.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate juga enggan membuka isi percakapan dalam pertemuan tingkat tinggi itu. Johnny mengatakan tidak ada guna membicarakan sesuatu yang sudah lewat. Yang jelas, cawapres Jokowi adalah Ma'ruf Amin dan itu sudah disepakati bersama.

"Enggak penting prosesnya, yang penting itu hasilnya," ujarnya.

Meski tidak ada yang mau berkomentar siapa cawapres Jokowi sebelum pengumuman resmi di dalam Plataran Resto, tapi keputusan di Istana siang itu sudah jelas: Ma'ruf adalah cawapres sang petahana.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Rio Apinino

tirto.id - Politik
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Rio Apinino
Editor: Fahri Salam