Menuju konten utama
Periksa Fakta

Tidak Benar SBY Tantang Presiden Jokowi Perang Terbuka

Informasi yang menyebutkan bahwa SBY menantang Presiden Jokowi perang terbuka bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Tidak Benar SBY Tantang Presiden Jokowi Perang Terbuka
Header Periksa Fakta Perang Terbuka. tirto.id/Fuad

tirto.id - Menjelang perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang kian dekat, nama presiden ke-6 RI, sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), nampak masih menjadi sorotan.

Beberapa pihak misalnya, seringkali membandingkan era kepemimpinan SBY dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena keduanya merupakan merupakan presiden yang terpilih dua kali berturut-turut dan memiliki masa jabatan selama 10 tahun.

Hal ini bahkan terlihat di salah satu poin pidato bakal calon presiden (bacapres) Anies Baswedan. Dalam kesempatan tersebut, Anies membandingkan capaian pembangunan infrastruktur jalan tol antara pemerintahan SBY dan Presiden Jokowi.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, SBY juga acapkali memberikan kritik terhadap pemerintahan Presiden Jokowi. Baru-baru ini, SBY menuliskan kritik terhadap Presiden Jokowi yang dijadikan buku berjudul "Pilpres 2024 & Cawe-Cawe Presiden Jokowi, The President Can Do No Wrong".

Terbaru, di tengah ramainya perbincangan tentang sosok SBY, sebuah unggahan di Facebook menyebarkan klaim bahwa SBY menantang Presiden Jokowi perang terbuka.

Akun “Ailyn Zoila” mengunggah video berdurasi 8 menit dan 42 detik dengan keterangan gambar “BREAKING NEWS TANTANG JOKOWI PERANG TERBUKA MERINDING, DETIK2 SBY DISIKAPI TEGAS PIHAK ISTANA” disertai takarir dengan narasi yang sama.

Foto Periksa Fakta Perang Terbuka

Foto Periksa Fakta Perang Terbuka. foto/Hotline Periksa Fakta tirto

Video dengan narasi yang sama juga ditemukan diunggah oleh akun Youtube berikut.

Sampul video tersebut memperlihatkan sosok SBY terlihat sedang memegang senjata dihadang oleh sejumlah petugas berseragam Satpol PP. Dalam foto yang berlatarkan Istana Negara tersebut juga nampak sosok Presiden Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sepanjang 2 September hingga 5 September 2023, atau selama tiga hari tersebar di Facebook, unggahan ini telah memperoleh 1,2 ribu tanda suka, 882 komentar dan telah dilihat sebanyak 142 ribu kali.

Lantas, benarkah klaim yang menyebut bahwa SBY menantang Presiden Jokowi perang terbuka?

Penelusuran Fakta

Pertama, Tim Riset Tirto melakukan penelusuran dengan membedah thumbnail yang digunakan dalam video unggahan. Hasil dari penelusuran reverse image search menggunakan Yandex mengindikasikan foto sampul unggahan Facebook ini merupakan hasil manipulasi.

Berdasarkan hasil penelusuran, foto sosok SBY yang terlihat sedang memegang senjata identik dengan foto yang pernah diunggah Tempo. Keterangan dari foto tersebut berbunyi:

“Presiden SBY (kedua dari kiri) didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif (kiri), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa (kedua dari kanan), dan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono saat meninjau perlengkapan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Asap akibat kebakaran hutan di Riau di Skuadron Udara 17, Pangkalan Udara TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2013."

Foto asli sendiri berlatar belakang di Pangkalan Udara TNI-AU Halim Perdanakusuma, bukan Istana Negara. Sementara, gambar dalam sampul yang memperlihatkan sosok SBY seolah dihadang oleh sejumlah anggota Satpol PP merupakan hasil suntingan. Dalam foto asli, SBY sendiri berdiri diapit oleh Kepala BNPB, Menko Perekonomian, serta Panglima TNI.

Kemudian, Tirto melakukan penelusuran dengan menonton video ini dari awal sampai akhir.

Pada menit awal, video menampilkan beberapa footage diantaranya potongan pidato SBY saat melakukan pidato. Tirto kemudian melakukan penelusuran menggunakan kata kunci “Pidato SBY” di platform Youtube untuk mengetahui konteks pidato tersebut secara utuh.

Berbekal informasi dalam footage tersebut seperti latar panggung, pakaian yang digunakan SBY dan kalimat yang disampaikan, hasilnya kami menemukan video asli dari pidato tersebut yang diunggah akun Youtube Kompas TV pada (24/8/2023) dengan judul “[FULL] Pidato Kebudayaan SBY Mematahkan Mitos-Mitos, dari Pembangunan hingga Demokrasi!".

Pidato berjudul "Mematahkan Mitos-Mitos Yang Membelenggu Kita" itu disampaikan SBY di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Kamis (24/8/2023).

Secara keseluruhan, setelah menonton video pidato secara utuh, baik dalam cuplikan footage maupun dalam pidato keseluruhan, dalam kesempatan tersebut, SBY tidak menyinggung klaim bahwa dirinya menantang Presiden Jokowi untuk perang terbuka.

Kemudian, video berisikan pembacaan narasi oleh narator. Tirto kemudian melakukan penelusuran untuk mengetahui asal usul dan konteks narasi tersebut, dengan cara memasukkan kata kunci “SBY: banyak penguasa yang melampaui batas sehingga mencederai rasa keadilan dan akal sehat” ke mesin pencarian Google. Kata kunci yang digunakan merupakan hasil transkrip dari informasi yang dibacakan narator di video.

Hasilnya, Tirto menemukan artikel dari laman Seword yang diunggah pada (18/6/2018). Artikel tersebut menjadi sumber narasi yang dibacakan narator dalam video. Artikel tersebut berisikan opini penulis yang mengomentari cuitan SBY melalui akun Twitter miliknya, @SBYudhoyono. Berikut isi cuitan tersebut:

"Saya perhatikan, banyak penguasa yang lampaui batas sehingga cederai keadilan dan akal sehat. Mungkin rakyat tak berdaya, tapi apa tidak takut kpd Tuhan, Allah SWT ? *SBY* (18/6/2018)

Cuitan ini di-post ulang oleh akun Demokrat TV dan memang bertanggal 18 Juni 2018.

Isi artikel tersebut lebih banyak menarasikan opini penulis tentang cuitan tersebut yang dianggap menyerang Presiden Jokowi. Lebih lanjut, artikel tersebut juga membandingkan capaian kinerja antara pemerintahan SBY dan Presiden Jokowi.

Meski begitu, keseluruhan artikel sama sekali tidak mengonfirmasi klaim yang menyebut bahwa SBY menantang Presiden Jokowi perang terbuka.

Terakhir, Tirto melakukan pengecekan untuk mengetahui asal-usul klaim dan isu ini dengan memasukkan kata kunci “SBY Tantang Presiden Jokowi Perang Terbuka” ke mesin pencarian Google.

Kami menemukan satu artikel berita milik Kompas, yang memuat pernyataan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, yang mengomentari kritik SBY terhadap pemerintahan Presiden Jokowi lewat pernyataannya soal tanda-tanda Pemilu 2024 tidak jujur.

Menurut Yunarto, Demokrat sedang memulai "perang terbuka" dengan rezim pemerintah kini.

"Buat saya ini laksana sebuah gong yang dipukul oleh Partai Demokrat untuk menyatakan perang terbuka secara politik dengan rezim Jokowi," kata Yunarto kepada Kompas.com, Senin (19/9/2022).

Meski begitu, ungkapan “perang terbuka” tersebut tidak disampaikan secara langsung oleh SBY maupun Partai Demokrat melainkan merupakan oleh pengamat. Sampai hari ini Rabu (6/9/2023) tidak ada pernyataan langsung dari SBY terkait tantangan Presiden Jokowi untuk perang terbuka. Pun, tidak ada satupun informasi dan sumber kredibel yang membenarkan hal tersebut.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan keterangan resmi yang menyebut bahwa SBY menantang Presiden Jokowi perang terbuka.

Foto yang digunakan sebagai sampul video adalah hasil suntingan. Narasi yang ada di dalam video pun tidak membahas maupun membenarkan klaim bahwa SBY menantang Presiden Jokowi perang terbuka.

Jadi, informasi yang menyebutkan bahwa SBY menantang Presiden Jokowi perang terbuka bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Periksa Data, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Politik
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Farida Susanty