Menuju konten utama

Tiba di Jakarta, Jenazah Zetro Disemayamkan di Rumah Duka RSPAD

Jenazah Zetro dipulangkan melalui penerbangan selama 40 jam dengan rute Peru-Amsterdam-Kuala Lumpur-Indonesia.

Tiba di Jakarta, Jenazah Zetro Disemayamkan di Rumah Duka RSPAD
Warga berjalan di depan karangan bunga duka cita di kediaman almarhum Zetro Leonardo Purba di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (3/9/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.

tirto.id - Jenazah diplomat KBRI Peru, Zetro Leonardo Purba, telah tiba di Indonesia, Selasa (9/9/2025).

Jenazah mendiang Zetro dipulangkan melalui penerbangan selama 40 jam dengan rute Peru-Amsterdam-Kuala Lumpur-Indonesia.

Setibanya di Indonesia, jenazah Zetro disemayamkan lebih dulu di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Nantinya, jenazah akan dibawa ke rumah pribadinya, di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.

Hal ini dikonfirmasi Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Judha Nugraha.

"Baru saja tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan akan dibawa ke Rumah Duka Sentosa RSPAD [Gatot Soebroto]," sebut Judha kepada awak media, Selasa.

Pantauan Tirto.id, jenazah tiba di rumah duka pada sekitar 20.31 WIB. Jenazah tak langsung dibawa ke ruang berduka. Jenazah terlebih dahulu dipakaikan jas lengkap di salah satu ruangan di rumah duka.

Berselang satu jam, jenazah tiba di ruang berduka. Kedatangan jenazah disambut Wakil Menteri Luar Negeri, Armanatha Nasir.

Armanatha kemudian menyalami pihak keluarga korban. Selama jenazah di ruang tersebut, anggota keluarga tak dapat menahan sedih. Ibunda korban kerap mengeluarkan air mata. Anggota keluarga korban lain kemudian menenangkan sang ibunda Zetro.

Sebelumnya diberitakan, Kemlu telah mengirimkan nota diplomatik kepada Pemerintah Peru sehubungan dengan adanya peristiwa penembakan Zetro.

"Selain itu, KBRI Lima juga telah menyampaikan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Peru untuk meminta agar proses penanganan khusus ini mendapatkan atensi yang besar," kata Juru Bicara Kemlu Vahd, dalam keterangan pers, Kamis (4/9/2025).

Vahd menambahkan pembicaraan antara pemerintahan setingkat menteri antara Indonesia dengan Peru terus berlangsung. Inti dari pembicaraan tersebut, kata Vahd, adalah dorongan agar proses penyelidikan kasus tersebut dapat berjalan transparan dan sesegera mungkin hingga proses pengembalian jenazah.

Keluarga korban saat ini telah dievakuasi ke tempat aman dalam pengawasan dan penjagaan ketat oleh kepolisian setempat.

"Kemudian dapat kami sampaikan juga bahwa KBRI Lima memberi perhatian yang tinggi terhadap keluarga korban, termasuk dengan memindahkan tempat tinggal mereka ke lokasi yang lebih aman serta mendapatkan pengawasan dan penjagaan oleh kepolisian setempat," terangnya.

Baca juga artikel terkait DIPLOMAT KEMLU atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto