Menuju konten utama

Teori Globalisasi Menurut Anthony Giddens dan Thomas Friedman

Teori globalisasi menurut Anthony Giddens dan Thomas Friedman memiliki rincian pembahasannya masing-masing. Berikut teori-teori globalisasi menurut mereka.

Teori Globalisasi Menurut Anthony Giddens dan Thomas Friedman
Ilustrasi Globalisasi. Adapun teori globalisasi menurut Anthony Giddens dan Thomas Friedman mempunyai rincian fokus pembahasan yang berbeda-beda. foto/Istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Teori globalisasi menurut Anthony Giddens dan Thomas Friedman memiliki fokus rincian pembahasan masing-masing. Simak penjelasan teori globalisasi yang mereka kemukakan di dalam artikel ini.

Pada dasarnya, globalisasi menjadi salah satu kata kunci untuk mendefinisikan situasi dunia sekarang. Dalam kajian ilmu sosial, globalisasi dapat bantu menjelaskan tentang keadaan dunia yang tanpa batas, proses semakin menyatunya penduduk bumi, dan kondisi kehidupan tanpa terhalang batas-batas geografis.

Teori-teori globalisasi pun muncul karena para ahli fokus terhadap perkembangan kehidupan internasional tersebut. Dua di antaranya adalah Anthony Giddens dan Thomas Friedman.

Penjelasan Globalisasi Menurut Giddens

Teori globalisasi menurut Anthony Giddens, sosiolog asal Inggris, kerap menjadi kutipan dalam penelitian sosial. Globalisasi menurut Giddens adalah keadaan individu, kelompok masyarakat, dan negara yang interdependen.

Giddens menyepakati bahwa globalisasi identik dengan fenomena ekonomi global yang melibatkan perusahaan-perusahaan transnasional. Oleh karena itu, biasanya ada produk yang menjadi bahan konsumsi masyarakat multinegara.

Ia sempat menulis karya berjudul Sociology bersama Philip W. Sutton. Anthony Giddens menyorot boneka Barbie sebagai salah satu fenomena globalisasi di dalam bukunya.

Pasalnya, mainan berupa boneka perempuan tersebut ada di lebih dari 140 negara saat ia dan Sutton menulis buku bersama. Dengan demikian, Barbie menjadi salah satu penanda koneksi antar masyarakat di tengah globalisasi.

Selain penjelasan di atas, teori globalisasi Anthony Giddens juga mencakup faktor pendorong globalisasi dan dimensi-dimensinya. Berikut penjelasan mengenai dua bahasan tersebut.

Faktor Pendorong Globalisasi Menurut Giddens

Masih merujuk sumber yang sama, Giddens menyampaikan perihal adanya 4 faktor pendorong globalisasi. Di antaranya perubahan masyarakat, kolonialisme, kemajuan ilmu pengetahuan, dan ekonomi global.

Berikut ini keterangan selengkapnya mengenai faktor pendorong globalisasi menurut Anthony Giddens.

1. Perubahan masyarakat

Giddens berpendapat globalisasi terjadi karena tatanan dunia terus berubah. Masyarakat akan terus mengalami perubahan akibat industrialisasi, demikian pula dunia.

2. Kolonialisme

Faktor lain yang mendorong perubahan dunia menuju globalisasi adalah kolonialisme. Penjajahan oleh negara-negara barat telah membuat negara-negara dunia saat ini terbagi menjadi 4 kategori berdasarkan kualitas pembangunannya.

Keempatnya mencakup negara dunia pertama, kedua, ketiga dan New Industrializing Societies (NICs). Kategori keempat memiliki sebutan lain "negara industri baru".

3. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Kemunculan alat telekomunikasi yang memanfaatkan sinyal analog dan kabel menandai awal kemajuan IPTEK. Alat komunikasi terus berkembang menjadi berbagai jenis ponsel yang ada saat ini.

Menurut Giddens, masyarakat menjadi semakin terkoneksi berkat adanya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Temuan teknologi lain yang menghubungkan masyarakat dari berbagai penjuru adalah internet.

Melalui internet, masyarakat di berbagai belahan dunia dapat saling menukar informasi dalam waktu yang cepat. Penggunaan internet pun secara cepat terus meluas ke seluruh penjuru dunia.

4. Ekonomi Global

Giddens menilai globalisasi identik dengan fenomena ekonomi global. Perdagangan berlangsung antarnegara melalui perusahaan-perusahaan raksasa.

Perusahaan tersebut memproduksi barang yang dikonsumsi oleh masyarakat di berbagai negara. Contohnya seperti Coca-Cola, Kodak, dan lainnya.

Dimensi Globalisasi Menurut Giddens

Bukan hanya faktor-faktor pendorong, Anthony Giddens juga pernah menyampaikan tentang beberapa dimensi globalisasi. Dikutip dari jurnal The Four Dimensions of Globalisation According to Anthony Giddens, berikut penjelasan soal 4 dimensi globalisasi tersebut.

1. Ekonomi Kapitalis Dunia

Perusahaan transnasional yang mendominasi perdagangan dan rantai produksi global didukung oleh negara-negara kapitalis. Perdagangan tersebut tidak lepas dari aturan negara kapitalis maju, guna memudahkan sejumlah perusahaan transnasional dalam melakukan ekspansi ke seluruh dunia.

2. Sistem Nation-State atau Negara-Bangsa

Menurut Giddens, kedaulatan sebuah negara-bangsa merupakan sesuatu yang terus dikontrol. Di awal perkembangan negara-bangsa, kedaulatan adalah pengakuan negara lain atas batas-batas teritorial. Hal ini akan mengalami perubahan di tengah globalisasi.

3. Militer Dunia

Kekuatan militer juga terus mengikuti arus globalisasi sehingga negara-negara yang termasuk kelompok dunia ketiga pun turut berlomba memperkuat militernya. Setiap negara mengembangkan militer untuk mengurangi risiko perang atau sebagai alat daya tawar negara.

4. Perkembangan Industri

Globalisasi memunculkan fenomena yang disebut dengan global division of labour, yakni pembagian kerja baru dalam industri. Pembagian kerja di industri modern ini mengutamakan jenis pekerjaan, keterampilan, dan daya saing setiap negara.

Penjelasan Globalisasi Menurut Thomas Friedman

Seorang kolumnis The New York Times, dan salah satu teoretikus globalisasi yang populer, Thomas L. Friedman menulis buku berpengaruh, The World is Flat: A Brief History of the Twenty-First. Friedman menganalisis secara komprehensif tentang globalisasi pada abad 21.

Dalam satu ceramahnya, Friedman menyebutkan istilah the world is flat cocok untuk mendefinisikan globalisasi yang terjadi sekarang. Ia mengemukakan pernyataan tersebut sesuai dengan pengamatannya terhadap proses bisnis di India.

Berdasarkan penemuannya, India bisa mengikuti perdagangan global berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Globalisasi pun telah terjadi secara masif di negara-negara lain.

Sehubungan dengan itu, teori globalisasi menurut Thomas Friedman muncul berdasarkan tiga babak. Berikut keterangan mengenai babak globalisasi yang pernah diungkapkan olehnya.

Tiga Babak Globalisasi Menurut Friedman

Thomas Friedman membagi globalisasi berdasarkan tiga babak, yaitu Globalization 1.0, Globalization 2.0, dan Globalization 3.0. Sesuai pembagian tersebut, ada periode-periode penanda tertentu berikut.

1. Globalization 1.0

Friedman menjelaskan fase pertama globalisasi terjadi sekitar tahun 1492 hingga 1800-an silam. Pada fase ini, negara-bangsa atau kekaisaran menjadi penggerak globalisasi.

2. Globalization 2.0

Pada tahun 1900-an hingga awal abad ke-21, Friedman menjelaskan bahwa globalisasi sudah menghilangkan batas-batas antarnegara. Aktivitas ekonomi global, migrasi pekerja, hingga pertukaran budaya terjadi pesat di kurun Abad 20 tersebut.

3. Globalization 3.0

Globalisasi abad ke-21 mengalami perkembangan lebih jauh karena melibatkan individu sebagai aktor utama dalam proses menyatunya dunia. Semua orang bisa mengakses koneksi internet dan terhubung dengan individu lain di seluruh dunia.

Globalization 3.0 ini menjadi penanda bahwa dunia bersifat datar dan rata. Oleh karena itu, ia juga menyebutkan fenomena ini dengan istilah lain "the world is flat".

Pada abad 21, akses jejaring global memiliki sifat terbuka bagi individu, kelompok, maupun perusahaan. Friedman berpendapat bahwa semua orang harus mampu beradaptasi, berjejaring, dan memanfaatkan kesempatan dengan baik.

Ingin mempelajari lebih banyak materi tentang globalisasi maupun bahan pembelajaran siswa lainnya? Simak kumpulan pembahasan materi ajar melalui tautan di bawah ini.

Kumpulan Materi Ajar

Baca juga artikel terkait GLOBALISASI atau tulisan lainnya dari Tara Resya Ayu

tirto.id - Edusains
Kontributor: Tara Resya Ayu
Penulis: Tara Resya Ayu
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Yuda Prinada