Tema Hari Pramuka 14 Agustus 2020: Tangani COVID-19 dan Bela Negara

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 13 Agustus 2020
Dibaca Normal 2 menit
Tema Hari Pramuka 14 Agustus 2020: bantu penanganan COVID-19 dan bela negara.
tirto.id - Tema Hari Pramuka yang diperingati pada tanggal 14 Agustus 2020 adalah Peran Gerakan Pramuka Ikut Membantu dalam Penanggulangan Bencana COVID-19 dan Bela Negara.

Tema tersebut sejalan dengan upaya yang ditunjukkan Kwartir Nasionao (Kwarnas) melalui pembentukan Satuan Tugas Penanggulangan COVID-19 dan upaya untuk menggerakkan Pramuka Peduli di seluruh kwartir guna membantu pemerintah daerah mengendalikan wabah, serta membantu warga yang terdampak.

Anggota pramuka siaga, penggalang, penegak, pandega dan anggota dewasa Gerakan Pramuka dalam melakukan setiap kegiatan sosial juga telah menerapkan protokol kesehatan yang dibutuhkan untuk mencegah penularan COVID-19.

Ketua Kwarnas Pramuka Budi Waseso (Buwas) mengatakan tema Hari Pramuka yang menunjukkan kepedulian terhadap penanganan COVID-19 merupakan perwujudan semangat untuk membantu menanggulangi bencana akibat wabah tersebut.

"Tema tersebut adalah perwujudan dari semangat para pramuka untuk ikut membantu menanggulangi bencana COVID-19 yang sampai saat ini masih menjadi masalah besar bangsa Indonesia, juga di seluruh dunia," kata Buwas, seperti dikutip Antara News, Rabu (12/8/2020).

Buwas mengatakan banyak kwartir dan gugus depan melakukan kegiatan dan pelatihan secara daring untuk terus meningkatkan kecakapan hidup pramuka dan menjalin silaturahmi dengan pramuka di dalam dan luar negeri.

“Kegiatan penanggulangan wabah penyakit tersebut merupakan bukti eksistensi bahwa Gerakan Pramuka menjadi bagian penting dalam upaya bela bangsa dan negara kita tercinta," ujarnya.

Kwarnas berharap rencana revisi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dapat terus dilanjutkan oleh DPR dan pemerintah.

Undang-undang hasil revisi tersebut diharapkan dapat menangkap kebutuhan masa kini dan masa depan yang pada akhirnya mampu menjadikan Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang lebih mandiri dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Pernyataan itu ia sampaikan setelah mengikuti upacara peringatan Hari Pramuka di Pusdiklatnas Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur. Karena wabah COVID-19 masih mendera, jumlah peserta upacara hanya dibatasi 50 orang dan dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Live streaming upacara Hari Pramuka juga dilakukan dari gedung Pusdiklatnas Pramuka yang diikuti oleh pengurus dari 34 Kwartir Daerah di tingkat provinsi, ratusan Kwartir Cabang di kabupaten/kota, 11 Gugus depan di KBRI/KJRI di luar negeri dan disaksikan oleh jutaan Pramuka melalui saluran video Youtube.

Dalam upacara Hari Pramuka yang ke-59 itu, sejumlah anggota pramuka diberikan tanda penghargaan anggota Gerakan Pramuka.

Penghargaan Melati diberikan kepada Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah Ganjar Pranowo, penghargaan Darmabakti kepada pelatih pembina pramuka Kwarcab Jakarta Pusat Agus Thamran dan penghargaan Karyabakti untuk Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kwarda Sulawesi Selatan Muhammad Ikhsan Idris.

Selain itu penghargaan Teladan juga diberikan kepada tiga peserta didik, yaitu anggota Dewan Kerja Cabang Kota Bogor Kwarda Jawa Barat Muhammad Sadam Alamsyah, Wakil Ketua DKD Kwarda Jawa Timur Nunuk Hidayati dan Ketua DKR Loa Janan Kwarda Kalimantan Timur Abdul Ibrahiim.

Pesan Jokowi di Hari Pramuka 14 Agustus 2020


Presiden Joko Widodo mengajak anggota Pramuka membuat dua gerakan nasional yaitu gerakan kedisiplinan dan kepedulian pada masa pandemi COVID-19.

"Saya minta kepada saudara-saudara untuk membuat dua gerakan nasional, pertama gerakan kedisiplinan nasional yang mengajak semua anggota masyarakat disiplin mengikuti protokol kesehatan," kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-59 Tahun 2020. Hadir mendampingi Presiden Jokowi di Istana Negara adalah Menteri Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sedangkan para peserta upacara termasuk Ketua Kwarnas Pramuka Budi Waseso mengikuti upacara melalui video conference.

"Kedua gerakan kepedulian nasional yang mengajak masyarakat untuk saling membantu, saling peduli dan saling berbagi," tambah Presiden.

Menurut Presiden, dua gerakan tersebut bukan hanya untuk membantu masalah nasional akibat pandemi COVID-19 tapi juga mengasah kepedulian anggota Pramuka.

"Dua gerakan tadi akan semakin mengasah jiwa dan karakter kepemimpinan saudara-saudara dalam memperdalam jiwa Pramuka sejati sebagaimana tertuang dalam dwi dharma, tri satya dan dasa dharma Pramuka," tambah Presiden.

Presiden Jokowi menegaskan, Pramuka Indonesia sejak bernama pandu selalu dapat mencetak generasi yang tangguh menghadapi setiap tantangan.

"Disiplin dalam bertindak, tidak gentar menghadapi setiap rintangan, selalu peduli, siap berkorban untuk sesama dan di era pandemi COVID-19 yang berat seperti ini jiwa dan karakter seperti itulah yang kita butuhkan," tambah Jokowi.

Presiden selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Pramuka mengatakan kedisiplinan itu termasuk disiplin mengikuti protokol kesehatan, disiplin memakai masker, disiplin menjaga jarak dan disiplin mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama melaksanakannya.

"Di era pandemi COVID-19 yang menyebabkan krisis kesehatan dan krisis ekonomi ini, jiwa dan karakter seperti itulah yang kita butuhkan. Kita harus peduli terhadap masyarakat sekitar, peduli terhadap kepentingan bersama, kita harus saling membantu dan bergotong royong menyelesaikan masalah bersama," tambah Presiden.

Bila gerakan kedisiplinan dan kepedulian itu terus dijalankan Presiden Jokowi yakin Indonesia dapat menghambat penyebaran COVID-19 dan mengurangi risiko ikutannya.

Gerakan Pramuka Indonesia lahir pada 14 Agustus 1941, tapi karena pada 14 Agustus 2020 Presiden Joko Widodo akan memberikan pidato kenegaraan di DPR, maka Ketua Kwartir Nasional Pramuka Budi Waseso pun menggeser peringatan hari Pramuka tersebut.


Baca juga artikel terkait HARI PRAMUKA atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight