Menuju konten utama

SYMPLE ARS 2025 Hadirkan Talkshow & Exhibition Layanan Kesehatan

Acara ini diharapkan terus berlanjut sebagai platform inspiratif yang mendorong akselerasi transformasi digital dalam sistem kesehatan Indonesia.

SYMPLE ARS 2025 Hadirkan Talkshow & Exhibition Layanan Kesehatan
SYMPLE ARS 2025 di Auditorium Vokasi UI. Foto/ Istimewa

tirto.id - Program Studi Administrasi Rumah Sakit, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia dengan sukses menyelenggarakan SYMPLE ARS 2025 di Auditorium Vokasi UI. Mengangkat tema “Digital Healthcare Transformation Towards A Smart Future,” acara ini berhasil menarik lebih dari 200 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, mitra industri, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap perkembangan digitalisasi sektor kesehatan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Project Officer SYMPLE ARS 2025, Manajer Kemahasiswaan Vokasi UI, serta Sekretaris Program Pendidikan Vokasi UI. Dalam sambutannya, Project Officer menyampaikan bahwa SYMPLE menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk berkolaborasi dan mengembangkan wawasan terkait inovasi kesehatan masa depan.

“Kami berharap SYMPLE ARS tidak hanya menjadi acara tahunan, tetapi menjadi ruang berkelanjutan untuk mendorong ide-ide baru dan menghadirkan dampak nyata bagi dunia kesehatan,” ungkap Dina Talita Gloria.

Manajer Kemahasiswaan Vokasi UI turut menekankan peran krusial SDM kesehatan dalam menghadapi era digital.

“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi kesiapan manusia di dalamnya. Generasi muda harus memiliki kompetensi dan pola pikir adaptif untuk menghadapi tantangan sistem kesehatan modern,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Program Pendidikan Vokasi UI menambahkan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi pondasi penting menuju pelayanan kesehatan yang lebih cerdas dan efisien.

Pada sesi talkshow, dua narasumber ahli turut dihadirkan, yaitu Dr. Meilisa Rahmadani, S.K.M., M.K.K.K., selaku Manajer Transformasi & Mutu RSUI, dan Hasnal Wenes, CEO Fisiohome. Diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif menyoroti perkembangan digitalisasi layanan kesehatan di Indonesia, kesiapan masyarakat terhadap layanan digital, serta tantangan implementasi di lapangan.

Dr. Meilisa menjelaskan perjalanan transformasi digital di RSUI, termasuk pemanfaatan SIMRS, APM, pelayanan online, hingga penggunaan omnichannel dilaksanakan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap kesehatan.

“Transformasi digital harus memastikan pelayanan lebih cepat, efisien, dan tetap berpusat pada pasien,” jelasnya.

Hasnal Wenes kemudian menambahkan bahwa digitalisasi tidak dapat berdiri sendiri tanpa memperhatikan aspek kemanusiaan.

“Teknologi dapat mempercepat proses, tetapi human touch tetap menjadi kunci dalam pelayanan kesehatan. Digital harus membantu, bukan menggantikan empati,” ujarnya. Ia juga menegaskan pentingnya literasi digital bagi masyarakat agar layanan teknologi kesehatan dapat diakses secara merata.

Selain talkshow, rangkaian acara SYMPLE ARS 2025 turut dimeriahkan dengan Healthcare Expo yang menghadirkan berbagai instansi dan perusahaan kesehatan seperti Fisiohome, Wicaraku, RS Persahabatan, RS Islam Pondok Kopi Jakarta, Klinik Sakti Medika, Medtools.id, Perawathomecare. Pengunjung dapat menikmati berbagai layanan mulai dari skin analyzing, mini medical check-up, konsultasi kesehatan, free physio treatment, hingga aktivitas interaktif lainnya yang memberikan pengalaman edukatif dan informatif.

Dengan dukungan lebih dari 30 media partner nasional dan kolaborasi lintas instansi, SYMPLE ARS 2025 berhasil menjadi ruang pembelajaran, inovasi, dan jejaring yang mempertemukan teknologi, akademisi, dan layanan kesehatan dalam satu wadah. Acara ini diharapkan terus berlanjut sebagai platform inspiratif yang mendorong akselerasi transformasi digital dalam sistem kesehatan Indonesia.

Penulis: Tim Media Servis