Susul Gojek, GIC Singapura Ikut Beli Saham Bank Jago Rp3,15 Triliun

Oleh: Nurul Qomariyah Pramisti - 26 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
SWF milik Pemerintah Singapura, GIC Private Limited akan masuk ke Bank Jago melalui HMETD II.
tirto.id - Sovereign Wealth Fund (SWF) milik Pemerintah Singapura, GIC Private Limited akan masuk ke PT Bank Jago Tbk (ARTO) melalui skema Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II atau rights issue.

Dalam prospektus yang dipublikasikan di BEI, Jumat (26/2/2021), Bank Jago akan menawarkan 3 miliar lembar saham baru dengan nominal Rp100. Setiap pemilik 579 lembar saham lama akan mendapatkan 160 lembar HMETD II. Harga pelaksanaan HMETD Rp2.350. Jumlah dana yang akan dihimpun dari rights issue ini mencapai Rp7,050 triliun. Pembeli siaga dalam HMETD II adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) yang memiliki 4.087.378.125 saham Bank Jago, memiliki hak 1.129.500.000 saham baru. MEI hanya akan mengeksekusi 42.600.000 yang dimiliki senilai Rp100,110 miliar. Sisanya akan dialihkan kepada GIC Private Limited.

Demikian pula pemegang saham Bank Jago lainnya, PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB) atau Gojek yang memiliki 2.405.745.000 akan memperoleh 664.800.000 saham baru. DKAB hanya akan mengeksekusi 560.000.000 atau senilai Rp1,316 triliun. Sisanya akan dialihkan ke GIC.

Wealth Track Technology Limited yang memiliki 1.449.309.275 lembar saham akan mendapatkan 400.500.000 saham baru. Akan mengeksekusi 170.000.000 HMETD senilai Rp399,500 miliar. Namun, dalam prospektus tidak disebutkan apakah GIC akan mengeksekusi sisanya.

MEI dan DKAB telah menandatangani Perjanjian Konfirmasi dengan GIC pada 18 Februari 2001 untuk mengalihkan sisa porsi HMETD yang dimiiki oleh MEI dan DKAB kepada GIC. Jumlahnya mencapai 1.191.700 HMETD hasil pengalihan. GIC menyatakan memiliki dana yang cukup sebanyak-banyaknya USD225 juta atau setara Rp3,15 triliun untuk komitmen tersebut.

GIC masih dapat melakukan pembelian tambahan HMETD melalui bursa selama periode perdagangan apabila terdapat pemegang HMETD yang ingin mengelihkan menjual HMETDnya.

Rencananya, dana hasil HMETD II, sekitar 97% akan digunakan untuk ekspansi usaha. Sekitar 2% digunakan untuk investasi infrastruktur Teknologi Informas, 1% untuk pengembangan SDM.

Gojek belum lama ada di Bank Jago. Pada 18 Desember 2020, Gojek mengumumkan membeli 22 persen saham Bank Jago dari MEI dan WTT. Setelah akuisisi, komposisi pemegang saham terbaru Bank Jago adalah PT Dompet Karya Anak Bangsa (Gojek) 22,16%, WTT 13,35%, MEI (37,65%), sisanya milik publik.

Perubahan kepemilikan saham Bank Jago telah membuat harga sahamnya terus melonjak. Pada November 2019 setelah pengumuman pembelian saham oleh MEI dan WTT, harganya melonjak ke kisaran Rp3.000, dari kisaran di bawah Rp1.000.

Harga saham Bank Jago semakin melesat setelah kabar masuknya Gojek. Per 4 Januari 2021, saham Bank Jago melonjak ke Rp4.280 dan melesat menjadi Rp10.900 pada 22 Februari 2021.

GIC merupakan sovereign wealth fund milik Pemerintah Singapura. Straits Times melansir, GIC menjadi investor pelat merah yang paling aktif sepanjang tahun 2020, meski pandemi sedang melanda. GIC tercatat menginvestasikan dana hingga USD17,7 miliar untuk 65 kesepakatan bisnis tahun lalu. Sementara “saudara” GIC, Temasek Holdings tercatat sebagai investor teknologi terbesar.


Baca juga artikel terkait BANK JAGO atau tulisan menarik lainnya Nurul Qomariyah Pramisti
(tirto.id - Bisnis)

Penulis: Nurul Qomariyah Pramisti
Editor: Abdul Aziz
DarkLight