Survei Indikator: Jumlah Pemilih PDIP Paling Tinggi

Oleh: Andrian Pratama Taher - 23 Januari 2019
Pemilih PDI Perjuangan paling tinggi yaitu 21,6 persen dari 1.220 responden.
tirto.id - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil laporan split ticket voting dalam Pilpres 2019. Dalam laporan tersebut, Indikator mencatat masyarakat cukup banyak memilih PDIP dalam Pilpres 2019.

"Sementara ini PDI Perjuangan paling tinggi yaitu 21,6 persen dari responden kami memilih PDIP," kata peneliti Indikator Politik Indonesia Rizka Halida di kantor Indikator, Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Rizka mengatakan, dari 1.220 responden, PDIP mengantongi 21,6 persen dari total responden. Kemudian diikuti empat partai lain yakni Partai Gerindra di peringkat kedua (12,2 persen) , Golkar (10,7 persen), PKB (9,3 persen), dan Demokrat (6,3 persen).

Sementara itu, peringkat keenam hingga seterusnya terdiri dari Partai Nasdem (5,3 persen), PKS (4,2 persen), PPP (4 persen), Perindo (3,4 persen), PAN (2,7 persen), Hanura (1,1 persen) dan sisanya di bawah satu persen. Sementara itu, sekitar 16,5 persen belum menentukan pilihan.

Apabila ditotal, sekitar 56,2 persen pemilih merupakan pendukung basis Jokowi-Ma'ruf Amin. Sementara itu, sekitar 26,2 persen pendukung Prabowo-Sandiaga. Sekitar 16,5 persen menjadi non-partisan dan non-koalisi 1,2 persen.

"Sedangkan sekitar 26,2 persen basis koalisi partai pengusung dan pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dan selebihnya merupakan kelompok non partisan dan basis partai di luar koalisi pengusung dan pendukung," ujarnya.

Survei ini dilakukan dengan teknik multistage random sampling dan 1.220 responden. Memiliki margin of error kurang lebih 2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Kemudian, responden terpilih dilakukan wawancara lewat tatap muka. Lalu dilakukan quality control secara random sebanyak 20 persen.



Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Politik)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Irwan Syambudi
DarkLight