Pandemi COVID-19

Sri Mulyani Jamin SWF Tak Bikin Pemerintah Kurang Fokus soal Corona

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 25 Januari 2021
Sri Mulyani mengatakan pemerintah tetap akan serius menangani SWF dan COVID-19 tanpa mengorbankan satu dengan lainnya.
tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani berjanji upaya mendirikan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) tak akan mencuri perhatian pemerintah dari penanganan COVID-19. Sri Mulyani mengatakan pemerintah tetap akan serius menangani keduanya tanpa mengorbankan satu dengan lainnya.

“Jadi kami akan tetap memberikan jaminan kepada Bapak Ibu bahwa ini bukan merupakan trade off, substitute, atau mengambil prioritas kami menangani COVID-19,” ucap Sri Mulyani dalam rapat dengar pendapat virtual Komisi XI, Senin (25/1/2021).

LPI merupakan amanat UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Saat ini, LPI menjadi salah satu produk UU Cipta Kerja yang sedang dikebut penyelesaiannya agar segera dapat beroperasi.

Ada sejumlah tujuan LPI, antara lain: pembangunan infrastruktur, mendatangkan investasi, mencari keuntungan sampai pengelolaan aset negara. Untuk infrastruktur sendiri, pemerintah menargetkan LPI dapat membantu pembiayaan untuk jalan tol, bandara dan pelabuhan.

Saat ini pemerintah telah merampungkan 3 nama dewan pengawas LPI dari kalangan profesional. Ketiganya telah dikonsultasikan dan disetujui DPR.

Sri Mulyani menegaskan kalau prioritas pemerintah saat ini adalah pandemi COVID-19 dan tidak akan berubah sampai pandemi tertangani. Ia bahkan terus memastikan kalau kebutuhan penanganan COVID-19 akan terus dipenuhi sekaligus menjamin pelaksanaan vaksinasi gratis tetap terlaksana dengan baik.

“Bapak-Ibu (Anggota DPR) sekalian, fokus pandemi masih nomor satu. Kami tetap, seperti tadi, berbagai kebutuhan untuk seluruh aspek penanganan COVID-19 sama sekali tidak dikurangi dengan adanya LPI ini,” ucap Sri Mulyani.




Baca juga artikel terkait SWF atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight