Menuju konten utama

Sri Mulyani Akui Kesulitan Tentukan Harga Minyak Mentah di 2024

Sri Mulyani Indrawati mengakui, kesulitan dalam menentukan harga minyak mentah atau Indonesia Crude Price (ICP) di 2024.

Sri Mulyani Akui Kesulitan Tentukan Harga Minyak Mentah di 2024
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengikuti rapat kerja Pembicaraan TK.1/ Pembahasan RUU tentang pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN tahun 2021 dengan Banggar DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/9/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.

tirto.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, kesulitan dalam menentukan harga minyak mentah atau Indonesia Crude Price (ICP) di 2024. Hal ini karena volatilitas dalam 10 tahun terakhir harga minyak mentah terus bergarak fluktuatif dan sulit untuk diprediksi.

"Kalau kita lihat pernah harga minyak mentah sempat mencapai 120 dolar AS namun juga pernah turun di 40 dolar AS per metrik ton," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) di DPR RI, Jakarta, Selasa (30/5/2023).

Sri Mulyani menyebut, pergerakan yang fluktuatif ini menggambarkan bahwa harga minyak dunia sangat tergantung kepada satu geopolitik dan dinamika market yang sifatnya adalah kartel versus kartel.

"Kartel OPEC di satu sisu versus kartel pemberi yaitu Amerika dan Eropa," imbuhnya.

Dia mengatakan, dengan terjadinya geopolitik perang di Ukraina, maka ICP juga menjadi komoditas yang terimbas secara langsung. Waktu perang Ukraina terjadi puncaknya harga minyak mentah Indonesia mencapai 120 dolar AS per metrik ton. Kemudian setelah dilakukan intervensi sekarang bertahan pada level 75 hingga 85.

"Kita lihat OPEC akan terus menjaga dengan menurunkan produksi pada saat dunia diperkirakan mengalami pelemahan ekonomi. Dan ini tujuannya untuk mempertahankan harga minyak tetap dikisaran antara 70 hingga 80 dolar AS per metrik ton," katanya.

Untuk diketahui, Harga Indonesia Crude Price (ICP) pada April 2023 telah ditetapkan sebesar 79,34 dolar AS per barel, meningkat dibandingkan dengan Bulan Maret 2023 sebesar 74,59 dolar WS per barel. Harga ICP tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) Nomor 174.K/MG.03/DJM/2023 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan April 2023 pada tanggal 2 Mei 2023.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengungkapkan, bahwa dari Analisa Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, kenaikan ICP April salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan dari OPEC+.

"Pada awal April, OPEC+ mengumumkan tambahan pemangkasan produksi sebesar 1,16 juta Barrel Oil Per Day (BOPD), di luar ekspektasi pasar. Sehingga total pemotongan produksi OPEC+ termasuk perpanjangan pemotongan produksi Rusia menjadi sebesar 3,66 juta bopd, setara dengan 3,7 persen dari permintaan minyak mentah global," ujar Agung di Jakarta, Rabu (3/5/2023).

Agung menjelaskan bahwa dari laporan EIA (Energy Information Administration), terjadi penurunan stok April dibandingkan dengan Maret 2023, yang terdiri dari minyak mentah sebesar 9,1 juta barel menjadi 460,9 juta barel, Gasoline sebesar 1,5 juta barel menjadi 221,1 juta barel dan Distillate sebesar 1,6 juta barel menjadi 111,5 juta barel.

Kemudian faktor lainnya, yakni penghentian pasokan minyak mentah Irak melalui pipa oleh Turki sebesar 450.000 bopd, setelah Irak memenangkan arbitrase yang mengatakan bahwa Turki telah melanggar kesepakatan bersama dengan mengijinkan Pemda Kurdistan melakukan ekspor tanpa persetujuan dari Pemerintah Pusat Irak.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK MENTAH atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Anggun P Situmorang