Sosiolog: Kebijakan Kuliah Online Dinilai Kurang Efektif Dilakukan

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 17 Maret 2020
Akan lebih efektif bila dalam kondisi saat ini adalah memberikan penugasan kepada mahasiswa, sehingga mereka tidak harus hadir secara online untuk mengikuti perkuliahan.
tirto.id - Sosiolog sekaligus dosen dari Jurusan Sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Tya Pamungkas menilai kebijakan kuliah secara online untuk mengantisipasi persebaran wabah virus Corona dinilai kurang efektif dilakukan di Indonesia, Selasa (17/3/2020).

Menurut Tya, kuliah online justru berdampak membebani mahasiswa terutama bagi mereka yang terbatas akses internetnya.

"Meskipun salah satu provider misalnya memberi diskon paket data tapi tetap enggak efektif, mahasiswa tetap cari akses wifi gratis," ujar Tya.

Menurut Tya akan lebih efektif bila dalam kondisi saat ini adalah memberikan penugasan kepada mahasiswa, sehingga mereka tidak harus hadir secara online untuk mengikuti perkuliahan.

"Harusnya ada penugasan. Ya seperti di Malaysia juga gitu. Penugasan itu bisa bersifat offline. Merekam kuliah di Youtube lebih efektif, atau merekam di Soundcloud, atau podcast. Mahasiswa tidak harus segera hadir secara online. Ini pandemi, bukan perlombaan produktivitas, waktunya jeda buat semua untuk jaga kesehatan diri juga," ujar Tya.

"Jangan hanya karena social distancing lalu diambil kegiatan yang bias kelas," tambah Tya.

Mulai Senin (16/3/2020), sejumlah kampus di Indonesia menerapkan kebijakan kuliah online untuk mahasiswanya.

Kebijakan ini dilakukan untuk membatasi atau meminimalisir adanya penularan virus Corona atau COVID-19.

Tya juga menyoroti kurangnya koordinasi yang terjadi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menangani wabah virus Corona, COVID-19.

Menurut Tya hal ini justru berpotensi membuat masyarakat bingung terhadap informasi yang ada tentang perkembangan COVID-19 di Indonesia.


Baca juga artikel terkait KULIAH ONLINE atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Abdul Aziz
DarkLight