Sofyan Djalil Bantah Ibu Kota Baru Untungkan Luhut dan Hashim

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 27 Agustus 2019
Luhut Panjaitan dan Hashim Djojohadikusumo tak miliki hubungan kepemilikan tanah yang menjadi sasaran Ibu Kota di Penajam Paset Utara dan Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.
tirto.id - Hashim Djojohadikusomo, adik Prabowo Subianto, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan disebut memiliki tanah di lokasi Ibu Kota baru yakni Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Keduanya disebut memiliki konsesi lahan tambang dan perkebunan.

Menteri Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan Djalil membantah tudingan itu.

Ia juga memastikan kalau nama-nama itu tidak memiliki hubungan dalam kepemilikan tanah yang menjadi sasaran Ibu Kota di Provinsi Kalimantan Timur.

"Sepanjang saya tahu tak ada nama tersebut di dalam kepemilikan tanah. Bahwa ada Hutan Tanaman Industri (HTI) yang kena, tapi bukan miliknya. Jadi jangan berpikir dengan pemindahan, orang itu mendapat kuntungan," ucap Sofyan kepada wartawan dalam konferensi pers di Kementerian ATR/BPN, Selasa (27/8/2019).


Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan juga menyebut nama Hashim selaku pemilik perusahaan International Timber Corporation Indonesia (ITCI) yang semula dimiliki oleh orang AS.

Sofyan juga mengatakan, detail nasib tanah di area itu belum dapat diumumkan. Sebab pemerintah sedang melaksanakan proses identifikasi. Meskipun demikian, Sofyan membenarkan di area itu masih ada tanah milik pemegang konsensi.

Namun, Sofyan optimistis proses pemindahan Ibu Kota tidak akan terkendala. Sebab 90 persen dari total 180 ribu hektare yang ditargetkan sudah masuk tanah negara.

"Lebih dari 90 persen tanah negara. Kalau dibebaskan jalan-jalan saja. Nanti kami freeze dulu biar gak ada spekulan. Saya pikir pembebasan tanah gak terlalu sulit. Tapi dari kepemilikan enggak ada nama-nama itu," ucap Sofyan.



Baca juga artikel terkait PEMINDAHAN IBUKOTA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Zakki Amali
DarkLight