Sistem Chart Musik di Korea: Perbedaan Antara RAK, CAK, dan PAK

Oleh: Maria Ulfa - 5 Maret 2019
Dibaca Normal 1 menit
BLACKPINK, salah satu idol K-pop Korea, pernah menerima sertifikat PAK melalui lagu debut "Whistle" pada Agustus 2016.
tirto.id - Industri musik Korea Selatan memiliki sistem chart musik untuk mengukur kesuksesan sebuah grup atau musisi ketika mereka merilis lagu.

Sistem tersebut menggabungkan seluruh chart yang digunakan untuk menentukan sertifikat Real-time All Kill (RAK), Certified All Kill (CAK), dan Perfect All Kill (PAK).

Lagu yang menerima sertifikat RAK, CAK, atau PAK, dapat diterjemahkan bahwa telah didengarkan oleh pengguna enam layanan musik dalam skala besar, yakni di Melon, Genie, Bugs, Mnet, Naver, dan Soribada.

Real-time All Kill (RAK)

Sertifikat RAK atau All Kill diberikan bila lagu menempati posisi teratas secara real-time di enam tangga lagu utama Korea Selatan.

Memperoleh sertifikat All Kill relatif lebih mudah lantaran tingkat kesulitannya hanya 35 persen.

Beberapa idol K-pop yang pernah meraih sertifikat RAK di antaranya WINNER, BLOCK B, BTS, Wanna One, TWICE, dan masih banyak lagi.

Pada Juli 2018, sistem penghitungan untuk tangga lagu real-time diubah oleh pihak Gaon Chart Policy Committee.

Terjadi "pembekuan" grafik dari pukul 01.00 KST sampai dengan 07.00 KST. Artinya, grafik real-time tidak akan bekerja pada jam-jam tersebut.

Dengan kata lain, data yang masuk tidak akan digunakan, tetapi tetap dihitung untuk grafik harian, mingguan, bulanan, dan tahunan, demikian dilangsir Soompi.

Hal tersebut dilakukan guna mencegah manipulasi chart, lantaran pada di jam-jam itu digunakan oleh para fandom--kumpulan fans idol--besar untuk men-streaming lagu idola mereka guna mendongkrak ke posisi teratas.

Aktivitas ini biasa disebut dengan “fandom hour”.

Certified All Kill (CAK)

Sertifikat CAK diberikan bila lagu menempati urutan pertama di chart musik, tidak hanya pada grafik real-time, juga grafik harian di enam tangga lagu mayoritas, tapi juga nomor satu di kategori real-time di iChart.

Pada dasarnya, sebuah lagu yang memperoleh sertifikat CAK, artinya lagu tersebut sedang didengarkan oleh hampir semua orang pengguna situs musik tersebut, dengan tingkat kesulitan mencapai 75 persen.

Jika sebuah lagu telah memperoleh sertifikat CAK, maka ia akan lebih mudah untuk mendapatkan sertifikat Perfect All kill (PAK).

Beberapa musisi Korea Selatan yang pernah berhasil memperoleh sertifikat CAK adalah BIGBANG, WINNER, BTS, Jennie BLACKPINK, dan masih banyak lagi.

Perfect All Kill (PAK)

PAK adalah pencapaian yang tidak banyak didapatkan oleh musisi atau idol K-Pop yang berkarier di industri musik Korea Selatan selama ini.

PAK bermakna bahwa sebuah lagu yang dirilis telah menempati urutan pertama di semua kategori grafik di chart musik Korea Selatan, tidak hanya grafik harian atau grafik real-time, tetapi juga grafik mingguan dan real time di iChart, demikian seperti dilangsir SBS.

Pada dasarnya, lagu yang memperoleh sertifikat PAK, artinya lagu tersebut sangat lagu populer karena didengarkan oleh hampir semua orang pengguna situs musik tersebut, dengan tingkat kesulitan mencapai 100 persen.

Sejauh ini, beberapa musisi dan idol Korea Selatan yang pernah memperoleh serifikat PAK, di antaranya IU (12 kali), BIGBANG (5 kali), TWICE (4 kali), Busker Busker (3 kali), G-Dragon (3 kali), kemudian 2NE1, BLACKPINK, Bolbbalgan4, Heize, Psy masing-masing dua kali, iKON (1 kali), dan masih banyak lagi.

Fakta menarik lainnya adalah, BTS menjadi satu-satunya boy group di luar YG Entertainment yang memperoleh sertifikat PAK dengan lagu “Fake Love”, dan Red Velvet adalah grup pertama di bawah naungan SM Entertainment yang meraih sertifikat PAK dengan lagu “Power Up”.

Tercatat, hanya tiga boy group saja yang mampu meraih sertifikat PAK, yaitu BIGBANG, iKON, dan BTS.

Untuk memantau sistem chart musik di atas, dapat mengunjungi situs Intiz iChart di alamat ini.


Baca juga artikel terkait K-POP atau tulisan menarik lainnya Maria Ulfa
(tirto.id - Musik)

Kontributor: Maria Ulfa
Penulis: Maria Ulfa
Editor: Ibnu Azis
DarkLight