Periksa Data

Siapa Capres yang Paling Banyak Dipilih Pengguna Medsos?

Penulis: Alfitra Akbar, tirto.id - 5 Feb 2024 15:00 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Prabowo-Gibran unggul hampir di semua pengguna media sosial dengan keunggulan tertinggi di FB, IG dan Tiktok. Anies-Cak Imin unggul di Twitter.
tirto.id - Media sosial akan menjadi medan tempur yang penting jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya pengguna media sosial di Indonesia serta efektivitas nya untuk menarik atensi masyarakat, khususnya anak-anak muda.

Data yang dihimpun We Are Social memang menunjukkan peningkatan pengguna media sosial di Indonesia. Tahun 2014, masyarakat Indonesia yang meggunakan media sosial ada 62 juta orang. Tahun 2019, jumlahnya naik lebih dari dua kali lipat menjadi 150 juta orang. Sementara itu, We Are Social mencatat tahun 2023 pengguna media sosial di Indonesia sudah mencapai 167 juta orang.

Data tersebut diperkuat dengan temuan riset yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) pada September 2022, yang mengungkap kalau 59 persen anak muda mengaku menjadikan media sosial sebagai sumber informasi utama. Media sosial unggul atas beberapa platform penyedia informasi lain seperti televisi (32 persen), berita online (6,3 persen) dan surat kabar (1 persen).

Senada, temuan survei yang dilakukan Tirto bekerjasama dengan Jakpat pada Juli 2023 dengan melibatkan 1500 orang responden pemilih pemula (17-21 tahun) mengungkap media sosial menjadi sarana utama generasi muda untuk mencari informasi soal isu-isu politik, dipilih oleh lebih dari 90 persen responden.

Lebih lanjut, temuan survei ini juga merekam bahwa lebih dari 85 persen responden pemilih pemula secara umum menyatakan bahwa figur politik yang aktif di media sosial punya peluang lebih tinggi untuk mendapatkan suara mereka di Pemilu 2024.

Lantas, dengan sederet temuan tersebut, dalam konteks Pilpres 2024, siapakah pasangan calon presiden presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dengan tingkat keterpilihan tertinggi di masing-masing platform media sosial?

Prabowo Unggul di Hampir Semua Platform Medsos, Anies Kuasai Twitter

LSI Denny JA menggelar survei survei tatap muka yang dilakukan pada 16-26 Januari 2024 terhadap 1.200 responden dengan metode multi-stage random sampling.

Salah satu poin dalam survei ini mengungkap tingkat keterpilihan masing-masing paslon capres dan cawapres di kalangan pengguna platform media sosial.

Terdapat enam platform media sosial yang digunakan dalam survei ini. Whatsapp menjadi yang paling banyak digunakan responden dengan 60,7 persen, Facebook (17,1 persen), Youtube (9,5 persen), Tiktok (7,7 persen), Instagram (2,9 persen), dan di bagian buntut, ada Twitter yang hanya digunakan oleh 0,3 persen responden.

Hasil survei mengungkap tingkat keterpilihan paslon nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, unggul hampir di semua pengguna platform media sosial kecuali Twitter.

Keunggulan tertinggi Prabowo-Gibran ada di platform Facebook, Instagram dan Tiktok. Di Facebook misalnya, paslon yang didukung oleh Koalisi Indonesia Maju tersebut, dipilih oleh 58,7 persen pengguna Facebook. Disusul oleh paslon nomor urut tiga, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dengan 21,4 persen dan paslon nomor urut satu, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan 16,9 persen.

Di Instagram, Prabowo-Gibran juga unggul telak dengan 58,6 persen atas Ganjar-Mahfud (24,3 persen) dan Anies-Muhaimin (16,9 persen). Senada, keunggulan telak Prabowo-Gibran juga terlihat di kalangan pengguna Tiktok dengan angka 55,3 persen. Unggul jauh atas Anies-Muhaimin (21,6 persen) dan Ganjar-Mahfud (13,6 persen).




Sebagai informasi, menurut laporan We Are Social dan Meltwater per Januari 2023, Instagram, Facebook dan Tiktok digunakan oleh masing-masing 86,5 persen, 83,8 persen dan 70,8 persen dari total pengguna internet berusia 18-64 tahun di Indonesia. Angka-angka ini terbesar dibanding angka pengguna media sosial lain. Jumlahnya hanya di belakang WhatsApp yang digunakan 92,1 persen pengguna internet di Indonesia.

Temuan menarik ada pada pengguna Twitter. Di platform ini, pasangan Anies-Muhaimin menjadi yang paling banyak dipilih dengan raihan 52,5 persen. Unggul telak atas Prabowo-Gibran yang unggul di hampir semua platform media lain, namun hanya meraih 28,2 persen di Twitter. Di sisi lain, Ganjar-Mahfud hanya mendapatkan dukungan 17,5 persen di platform ini.

Meski begitu, satu hal yang menjadi catatan adalah secara persentase pengguna Twitter memang tak sesignifikan media sosial lain. Dalam survei ini, misalnya, tercatat mereka yang mengaku sebagai pengguna platform ini hanya sebesar 0,3 persen.

Anies-Muhaimin juga meraih hasil signifikan di platform media sosial YouTube. Disini, paslon yang diusung koalisi perubahan itu dipilih oleh sebanyak 35,6 persen pengguna YouTube. Angkanya kalah tipis dari Prabowo-Gibran dengan 41,5 persen.

Sementara itu, di Whatsapp, platform yang paling banyak digunakan oleh responden dalam survei ini, Prabowo-Gibran kembali unggul dengan 46,6 persen atas Anies-Muhaimin (24,3 persen) dan Ganjar-Mahfud (22,4 persen).

Terpisah, survei lain yang dilakukan Indikator Politik pada tanggal 10-16 Januari 2024 secara tatap muka terhadap 1.200 orang responden dengan metode multistage random sampling juga mengukur basis dukungan paslon capres dan cawapres berdasarkan akses media.

Cukup senada, Indikator menemukan bahwa basis dukungan Prabowo-Gibran unggul di semua platform media sosial yang diukur. Platform-platform ini di antaranya Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Whatsapp dan Tiktok.

Keunggulan tertinggi paslon ini ada pada pengguna yang tiap hari/hampir tiap hari mengakses Tiktok dengan basis dukungan sebesar 61,6 persen. Di TikTok, paslon nomor 2 menang telak atas Anies-Muhaimin (19,4 persen) dan Ganjar-Mahfud (14 persen).

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Periksa Data, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA DATA atau tulisan menarik lainnya Alfitra Akbar
(tirto.id - Politik)

Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Farida Susanty

DarkLight