Menuju konten utama
Sidang Bimanesh Sutarjo

Setya Novanto Bersaksi tentang Kronologi Kecelakaan yang Menimpanya

Setya Novanto menjelaskan kronologi kecelakaan yang menimpanya sebelum dirawat di RS Medika Permata Hijau saat bersaksi di sidang Bimanesh Sutarjo.

Setya Novanto Bersaksi tentang Kronologi Kecelakaan yang Menimpanya
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto menjalani sidang putusan di pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.

tirto.id - Setya Novanto bersaksi tentang kronologi ia masuk rumah sakit RS Medika Permata Hijau pada November 2017 usai insiden kecelakaan yang menimpanya. Ia mengaku tak tahu persis insiden kecelakaan tersebut, hanya tahu tiba-tiba langsung dirawat di rumah sakit.

"Kejadiannya itu saya setelah kecelakaan dan waktu kecelakaan tahu-tahu saya sudah ada di RS Medika Permata Hijau dan saya ada di situ," kata Novanto saat bersaksi untuk terdakwa kasus merintangi penyidikan e-KTP Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (27/4/2018).

Novanto mengaku, kecelakaan berawal saat dirinya berangkat bersama Hilman dan ajudan ke kantor Metro TV sebelum magrib. Sebelumnya, ia menghadiri rapat di Gedung DPR RI. Novanto berangkat menaiki kendaraan milik Hilman. Kala itu, ia diminta oleh Hilman untuk memberikan klarifikasi ke Metro TV. Padahal, saat itu, dia juga punya janji untuk bertemu para pimpinan DPD Partai Golkar sebelum ke KPK.

"Saya ngejar waktu juga karena sudah saya bilang sama Hilman bahwa saya ada janji dengan Ketua DPD I seluruh Indonesia yang sudah kita kumpulkan memang itu kita janji sebelumnya, untuk jadi kumpul se-Indonesia bahwa saya akan ke KPK jam 8," kata Novanto.

Novanto mengatakan, dirinya duduk di belakang ajudannya, AKP Reza Pahlevi. Hilman mengendarai mobilnya ke Metro TV. Saat itu, Novanto melihat Hilman sudah sibuk dihubungi oleh atasannya untuk membawa mantan Ketua DPR itu ke kantor Metro TV. Akhirnya, akibat ketidaksabaran redaksi, Novanto akhirnya live by phone dengan Hilman.

"Dia kasihkan itu handphonenya sambil nyetir, handphonenya dikasihkan ke saya. Saya ngomong ya itu sudah langsung bicara ke seluruh Indonesia," kata Novanto.

Novanto memaparkan rencananya tentang ingin datang ke KPK dan menemui DPD I Partai Golkar. Ia menyebut Hilman tidak menghentikan kendaraan saat wawancara yang berlangsung 3-5 menit. Ia tidak tahu pasti kecepatan Hilman berkendara. Ia pun tidak mengetahui alasan kecelakaan mobil di Permata Hijau tersebut.

"Wah saya gak ingat. Tahu-tahu dubrak kedubrak. Kencang sekali. Saya tahu-tahu sudah pingsan," kata Novanto.

Novanto mengatakan, dirinya tidak sadar saat tiba di rumah sakit. Ia mengaku sempat tersadar dan melihat dr Bimanesh tengah memeriksanya. Bimanesh pun sempat mengenalkan diri kepadanya saat tersadar. Bimanesh pun sempat berbicara dengan mantan Ketua DPR itu dan menanyakan keluhan kesehatan Novanto.

"Beliau menanyakan apa keluhannya, seingat saya dalam keadaan yang kurang begitu sadar menyampaikan bahwa saya mual, pusing, kelihatannya mau muntah dan ada sakit," kata Novanto.

Novanto menerangkan, Bimanesh sempat memeriksa tekanan darahnya. Saat itu, dokter ahli hipertensi itu menyebut tekanan darah Novanto mencapai 190/120. Bimanesh pun meminta Novanto untuk istirahat. Saat tersadar di rumah sakit, Novanto menyebut tangannya sudah dipasangi infus. Ia tidak tahu kapan waktu pemasangan infus. Usai pemeriksaan, Bimanesh pun langsung meninggalkan rumah sakit.

Ketika Bimanesh meninggalkan ruangan, mantan Ketua Fraksi Partai Golkar itu mengaku pingsan. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu menyebut dirinya beberapa kali muntah-muntah. Ia tidak ingat waktu muntah. Namun, Novanto mengingat setidaknya 3 kali muntah-muntah usai kecelakaan.

"Pagi-pagi saya bangun itu masih dalam keadaan yang kurang memungkinkan. Nah, terus istri saya berusaha membantu saya kalau gak salah di atas jam 7 itu buang air kecil. itu yang saya inget," kata Novanto.

Novanto mengaku sempat melihat ada dokter yang memeriksanya kembali. Ia menduga, orang yang memeriksa adalah Bimanesh. Saat itu, ia mendapat informasi. Tidak lama, ia pun kembali pingsan.

"Saya itu dah pingsan lagi tahu-tahu saya sudah pindah di rumah sakit sore-sore itu saya sudah mulai agak sadar sudah di RS lain, di RSCM," kata Novanto.

Baca juga artikel terkait KORUPSI E-KTP atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Hukum
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri