Menuju konten utama

Seperti Apa Situasi Perang Ukraina-Rusia dalam 27 Hari Invasi?

Berikut berita terkini dan situasi perang Rusia vs Ukraina dalam 27 hari invasi. 

Seperti Apa Situasi Perang Ukraina-Rusia dalam 27 Hari Invasi?
Anggota pasukan Ukraina berada bersiap di posisi, ditengah invasi Rusia, di Irpin, Ukraina, Sabtu (12/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Gleb Garanich/FOC/djo

tirto.id - Perang antara Rusia dan Ukraina belum mereda. Dalam berita terbaru, artileri Rusia terus menggempur kota-kota timur Kharkiv, Sumy dan Chernihiv. Sejak invasi, kota Mariupol telah mengalami pemboman terberat. Itu adalah pelabuhan yang penting secara strategis.

Al Jazeera melaporkan, banyak dari 400 ribu penduduk di Mariupol tetap terperangkap saat pertempuran terjadi. Sebuah outlet Ukraina melaporkan, sirine serangan udara di hampir setiap wilayah negara itu.

Pentagon mengatakan, Rusia telah meningkatkan operasi militernya di udara dan laut Ukraina, bahkan menerbangkan lebih dari 300 misi dalam 24 jam terakhir.

PBB mengatakan, hampir 3,5 juta orang telah meninggalkan Ukraina, sedangkan 6,5 juta lainnya telah mengungsi secara internal, bahkan sebanyak 8 ribu orang telah dievakuasi pada Senin.

Menurut laporan yang sebelumnya dirahasiakan dari kementerian pertahanan di Moskow yang diungkap dalam surat kabar tabloid pro-Kremlin, hampir 10 ribu tentara Rusia meninggal dalam perang sejak invasi yang berlangsung selama hampir empat minggu dan lebih dari 16 orang mengalami luka-luka.

Sebagaimana dilaporkan The Guardian, pada hari Selasa lalu, militer Ukraina mengklaim, pasukan Rusia mungkin akan bertahan "tidak lebih dari tiga hari", karena persediaan amunisi dan makanan yang menipis.

Menurut para pejabat, situasi tersebut mirip dengan bahan bakar sehingga mereka memprediksi pasukan Rusia tidak akan bertahan lama.

Pasukan Pro Rusia

Pemandangan menunjukkan konvoi pasukan pro-Rusia saat konflik Ukraina-Rusia di luar kota Volnovakha yang dikuasai separatis di wilayah Donetsk, Ukraina, Sabtu (12/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Alexander Ermochenko/hp/sad.

Mereka juga mengklaim, sekitar 300 prajurit Rusia menolak melaksanakan perintah di distrik Okhtyrka di wilayah Sumy. Tapi klaim tersebut belum diverifikasi secara independen.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menuding, tuduhan Rusia kalau Ukraina punya senjata biologi dan kimia adalah salah. Ia menggambarkan kalau Presiden Rusia Vladimir Putin sedang mempertimbangkan untuk menggunakannya sendiri.

“Punggung [Putin] bersandar di tembok dan sekarang dia berbicara tentang bendera palsu baru,” kata Biden.

Pentagon juga menuduh pasukan Rusia melakukan kejahatan perang di Ukraina, dengan mengatakan ada "bukti yang jelas" tentang hal itu.

Akan tetapi, juru bicara Departemen Pertahanan AS mengaku akan membantu mengumpulkan bukti dari mereka.

Sedangkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mendesak Vladimir Putin untuk melakukan pembicaraan langsung: "Tanpa pertemuan ini tidak mungkin sepenuhnya memahami apakah mereka siap untuk menghentikan perang."

Zelenskiy juga mengatakan, negaranya tidak akan pernah tunduk pada ultimatum dari Rusia dan kota-kota yang langsung diserang, termasuk ibu kota, Kyiv, Mariupol dan Kharkiv tidak akan menerima pendudukan Rusia.

Baca juga artikel terkait PERANG RUSIA DAN UKRAINA atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Politik
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Iswara N Raditya